Bahaya Glorifikasi Mental Illness

Bahaya Glorifikasi Mental Illness

Belakangan ini wara wiri di timeline media sosial saya , orang – orang yang membahas mengenai mental health dan . Kesehatan mental menjadi issue yang mulai gencar dibahas diberbagai flatform media. masyarakat pun mulai tahu dan memahami  bahwa kesehatan mental ini sangat penting didalam kehidupan disamping kesehatan jasmani.

Masyarakat menjadi ingin lebih tahu terkait kesehatan mental dan mendorong mereka untuk mencari dan berbagi informasi mengenai kesehatan mental.Mulai dari ciri – ciri mental yang sehat , menjalankan pola hidup sehat  hingga macam – macam .

Namun alih – alih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap persoalan ini, orang – orang dengan mudahnya mengaku mengalami berdasarkan informasi yang diperoleh , yang kredibilitas dan sumbernya tidak tepat apalagi disampaikan dengan cara yang tidak tepat pula. akibatnya muncul  tren mental illness yang dianggap sesuatu yang keren.

Baca juga  Stereotip Masyarakat yang Keliru mengenai Gangguan Mental

Tren ini menjadi euforia ketika selebritis, public figure dan influencer membuat sebuah postingan – postingan tentang ketidakstabilan mentalnya disertai foto – foto  “estetik dan romantis”. Atau ada influencer yang membuat merchandise berbagai jenis , seperti anxiety , trust issue dan sebagainya yang dipasarkan di media sosial. seolah bangga memperlihatkan kondisi gangguan mentalnya, walaupun menimbulkan respon negatif dari orang yang melihatnya dan sangat wajar apabila ada orang berpendapat bahwa dia berlebihan dengan kondisi yang dialaminya.

Faktor lain yang menyebabkan munculnya tren ini adalah dari musik dan film, karya seni bahkan baliho , media tersebut berperan besar dalam terutama gangguan makan , depresi, kecemasan dan self harm.

, glorifying dalam bahasa inggris berarti memuliakan atau membanggakan ,sedangkan adalah sebuah kondisi kesehatan yang didalamnya melibatkan perubahan emosi , pikiran dan perilaku. merupakan sikap bangga terhadap yang dialami.

Baca juga  Stereotip Masyarakat yang Keliru mengenai Gangguan Mental
pexel/keenan constance
pexel/keenan constance

ini tentunya berbahaya karena dapat berdampak buruk pada orang – orang yang sedang berjuang dengan gangguan mentalnya. Mereka akan kesulitan mencari pertolongan dari orang lain karena dianggap hanya mencari perhatian dan bahan candaan.

Tren ini juga bisa dijadikan celah atau alasan bagi orang dengan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Karena masyarakat seolah mendukung dan menganggap sesuatu hal yang wajar sebagai pelarian sehingga penderita yakin bahwa tindakannya benar.

ini juga berakibat pada maraknya self diagnosed, dan hal ini sangat berbahaya untuk dirinya sendiri dan orang lain. Anggapan mental illnes sesuatu yang keren bisa menjadikan sesuatu yang terjadi pada setiap gejala yang dirasakan seseorang , orang tersebut bisa melabeli dirinya sebagai penderita .

Baca juga  Stereotip Masyarakat yang Keliru mengenai Gangguan Mental

Terlebih apabila hal ini di sharing ke media sosial tanpa diagnosa resmi dari profesional, akan berakibat orang lain dengan mental illnes melakukan perbandingan terhadap dirinya.

Kondisi merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan segera oleh profesional. Ketika seseorang merasa tidak baik – baik saja, maka sudah seharusnya mencari bantuan. Tidak perlu takut untuk berkonsultasi ke psikolog klinis atau psikiater.

Usaha untuk meningkatkan kewaspadaan atau awareness dan terkadang tidak bisa dibedakan atau sangat mirip, tetapi keduanya membawa dampak yang sangat berbeda.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan penyalahgunaan informasi kesehatan mental, kita harus bijak dan menggali informasi yang benar terlebih bila kita membagikan di media sosial harus memperhatikan batasan – batasan dalam bermedia sosial.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ivan