Bahaya Membandingkan Anak dengan Orang lain

Bahaya Membandingkan Anak dengan Orang lain 1

Apa yang anda rasakan ketika anda dibanding-bandingkan dengan orang lain? Tentunya ada rasa tidak senang, marah, malu dan tidak. Hal yang sama juga terjadi pada anak apabila dibandingkan dengan anak orang lain atau saudaranya.

Pada dasarnya setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh berkembang dengan optimal. Karenanya, orang tua memberikan intervensi terbaik untuk mencapai hal tersebut. Tentu hal itu tidak salah, bukan? Kekuatiran orang tua akan masa depan anak sering sekali justru membuat orang tua menanamkan rasa tidak nyaman bagi anak. Ketika orang tua ingin anaknya yang terbaik, maka orang tua sering membandingkan anak mereka dengan anak orang lain.

Hal yang sering dibandingkan seperti berat badan, warna kulit, nilai sekolah, keaktivan, dan tentang pertemanan sianak. Orang tua sering merasa malu, tertekan atau merasa gagal dalam mengasuh anak ketika mendapati anak orang lain “lebih baik” dari anaknya sendiri. Hal ini pula yang mendorong mereka membentuk anaknya menjadi lebih baik dari pada anak orang lain menurut versi orang tua. Padahal tentu saja hal ini tidak baik untuk perkembangan anak.

Dampak pada psikologis anak-anak

Membanding-bandingkan anak akan membentuk sosio emosional yang tidak baik bagi anak. Hasil penelitian Walker 2011 menyampaikan perkembangan anak dan pengalaman mereka pada usia dini memberikan efek jangka panjang pada kognitif, sosio emosional serta fungsi otak anak. Meskipun terlihat sederhana tetapi hal tersebut berdampak pada masa depan anak dan akan terulang kembali pada saat sianak menjadi orangtua nantinya.

Seorang anak yang sering dibandingkan dengan anak yang lain atau bahkan saudaranya, misalnya kakak lebih pintar pelajaran matematika, dan orang tua membandingkan dengan siadik, atau dengan mengatai anak tersebut dengan kata “bodoh”, maka sianak akan menyimpan rasa marah, iri, kecewa pada diri sendiri dan juga pada orangtuanya.

Orang tua sering sekali memotivasi anak dengan cara membandingkannya dengan teman sebayanya. Dengan tujuan sianak dapat mencontoh temannya untuk menjadi lebih baik. Namun hal itu bukanlah hal yang paling tepat untuk dilakukan. Setiap anak unik dan memiliki talenta dan ketertarikan yang berbeda-beda dan bukan untuk di banding-bandingkan.

Membandingkann anak dapat membuat anak menjadi stress, takut, rendah diri, menarik diri dari lingkungan, tidak percaya diri serta hidup atas penilaian orang lain, dan merasa tidak berharga sehingga tidak menikmati kehidupannya pada masa dewasa. Dan yang paling merugikan adalah pola asuh yang demikian akan diterapkan ulang pada anaknya ketika dia menjadi orangtua nantinya.

Kenali Tumbuh Kembang Anak Anda

Orangtua tidak perlu kuatir berlebihan tentang kondisi anak. Ketahui kurva tumbuh kembang anak yang tepat sesuai kelompok usianya melalui deteksi dini tumbuh kembang anak anda. Yang perlu di ingat bahwa setiap anak itu unik. Sama seperti setiap manusia itu berbeda-beda dan tidak ada satupun yang sama, demikianlah Tuhan menciptakan setiap anak unik.

Apabila anda merasa ragu, segera konsultasikan ke tenaga Kesehatan supaya anda mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi anak anak. Mari mulai dengan memenuhi nutrisi, kesehatan dan stimulasi pada anak kita sesuai serta kenali minat bakat anak mereka, sehingga mereka menjadi anak yang menemukan potensi terbesarnya pada masa dewasanya.  

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.