Bantuan Hidup Dasar, Perlukah kita pelajari?


Bantuan Hidup Dasar, Perlukah kita pelajari? 1

Hai Sobat, pernah ngga berada dalam situasi ada orang yang tiba-tiba jatuh tidak sadar atau pingsan? Pasti bingung kan mau ngapain…

Kejadian seperti ini, pasti sering ditemukan. Orang yang dalam keadaan tidak sadar, apalagi adanya henti nafas dan henti jantung harus segera dilakukan pertolongan. Di dunia medis, langkah-langkah pertolongan yang harus segera diberikan itu dinamakan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Selama ini, hanya tenaga medis dan orang-orang yg terlatih seperti pemadam kebakaran, kru pesawat, anggota PMI yg mengetahui alur Bantuan Hidup Dasar. Sedangkan di luar negeri seperti Amerika dan Eropa BHD ini telah di ajarkan di sekolah-sekolah. Untuk itu alangkah baiknya setiap orang mengetahui langkah-langkah BHD, karena semakin lama seseorang yang henti jantung dan nafas mendapat pertolongan, semakin tidak bagus resikonya.

Berikut langkah-langkah BHD

1. Korban tidak sadar

Seseorang yang tiba-tiba tidak sadar bisa saja kita temukan dimana saja atau kapan saja. Korban bisa karena kecelakaan lalu lintas, teman atau orang yang tersedak di kafetaria, korban tenggelam atau keluarga yang mendapat serangan jantung di rumah.

2. Panggil Bantuan

JIka bertemu pasien tidak sadar kita panggil korban untuk memastikan korban tidak sadar. Setelah itu setelah memastikan pasien tidak merespon panggilan kita, untukmendapatkan bantuan kita bisa menghubungi ambulans, atau jika ada tenaga kesehatan di sekitar lokasi. Nomor telpon ambulans untuk Indonesia bisa menghubungi 118 atau 119. Jika ada tenaga kesehatan, tenaga kesehatan akan mengambil alih bantuan, sementara kita bisa mencari alat AED (Automate external Defibrilation) jika ada. Alat ini akan sangat membantu jika korban tidak sadar karena masalah jantung. Jika tidak ada tenaga kesehatan maka lanjutkan dengan langkah berikutnya.

3. Cek Respon Pasien

Lakukan pemeriksaan nadi dan nafas pada korban.Pemeriksaan nadi dilakukan dengan meraba pembuluh darah leher (arteri karotis) atau lengan (arteri radialis dan brachialis), sedangkan nafas bisa kita lihat dengan pergerakan dinding dada korban. Jika dalam sepuluh detik kita tidak dapat meraba nadi di leher, atau lengan korban, kita harus segera ke langkah berikutnya.

4. Resusitasi Jantung Paru

Jika tidak ditemukan denyut nadi dan nafas pada korban, segera lakukan pijat jantung pada korban sebanyak 30 kali, diikuti pemberian nafas sebanyak 2 kali. Pijatan atau kompresi dilakukan di tulang dada bagian bawah dengan kedalaman 5-6 cm bagi korban dewasa. PIjatan dilakukan secara berirama dengan kecepatan sekitar 100-120 kali dalam semenit. Sedangkan untuk bantuan nafas bisa diberikan lewat mulut ke mulut, atau mulut ke hidung. Resusitasi jantung paru ini dapat kita lakukan sampai bantuan atau ambulans datang. 

Begitulah langkah-langkah BHD yang bisa kita lakukan jika bertemu dengan korban henti jantung dan henti nafas. Jadi tidak perlu ragu lagi dalam memberikan bantuan ya sobat. Segera lakukan BHD jika ditemukan korban tidak sadar. Semakin cepat semakin baik, karena setiap detik yang kita lewatkan sangat mempengaruhi nyawa korban.

Semoga Bermanfaat…


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

shy_gals21

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap