Banyunibo, Candi Sebatang Kara

Banyunibo, Candi Sebatang Kara

Perjalanan kami siang ini menuju Banyunibo, karena saya sudah pernah kesini, sehingga driver saya ajak untuk melalui jalan yang biasa di lalui oleh mobil jeef yang sering di gunakan para wisatawan.

dok pribadi, Maret 2022
dok pribadi, Maret 2022

Banyunibo tidak terlalu jauh letaknya dengan Ratu Boko, malah sebagian pendapat menyatakan mereka masih masuk dalam satu komplek Ratu Boko, Barong dan Ijo.

Letak Banyunibo

dok pribadi, Maret 2022
dok pribadi, Maret 2022

Secara administratif Banyunibo terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman,

Baca juga  Berwisata Di Candi Muaro Jambi
.

ini berdiri kokoh sendiri di antara persawahan, sehingga ada juga yang memberi gelar ini dengan sebutan “Sebatang Kara”

Nama Banyunibo diambil dari Bahasa Jawa yang berarti air jatuh menetes, saya tidak tahu apakah dahulu di lokasi ini memang banyak air atau ada aliran sungainya disini, yang jelas sampai saat ini di depan candi di pinggir jalan terdapat aliran kali.

Baca juga  Candi Arjuna, Candi Hindu Pertama Di Jawa

adalah salah satu Candi Budha peninggalan Kerajaan Mataram kuno, Candi ini ditemukan pada tahun 1942, dan berhasil di kerjakan pertama sampai dengan tahun 1978.

Candi ini sendiri diperkirakan di bangun pada abad ke-9, pada saat di temukan kondisinya berada di dalam tanah, dan terdapat Candi pendamping di sebelah sisinya, namun karena kondisinya saat di temukan sudah rusak, sehingga reruntuhan Candi saat ini di letakkan di belakang Candi yang berdiri kokoh ini.

Baca juga  Kompleks Sejarah Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten

Terdapat dua relief pada Candi Banyunibo, mereka menyebutnya Dewi Hariti, yang mereka kenal sebagai Dewi kesuburan dan Dewi kekayaan.

Kalau mau menikmati Matahari terbenam dari Candi ini sangat menarik, biasanya kalau mobil jeef yang kita sewa, para wisatawan berdiri di atas mobil dengan latar Matahari terbenam, atau latar belakangnya .

Masuk

dok pribadi, Maret 2022
dok pribadi, Maret 2022

masuk ke Candi Banyunibo tidak mahal, cukup murah, kita hanya mengeluarkan kocek  Rp. 5.000,- perorangnya.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Misbah Murad