Baterai Sudah Besar tapi Masih Boros? Mungkin Ini Penyebabnya!


Baterai Sudah Besar tapi Masih Boros? Mungkin Ini Penyebabnya! 1

Dulu, ponsel yang beredar hanyalah ponsel-ponsel alfanumerik atau ponsel yang tombol-tombolnya hanya sedikit. Diantaranya angka dan simbol. Untuk huruf pun biasanya merangkap di tombol angka. Misalnya ada huruf “abc”, “def” dan seterusnya. 

Ponsel dulu, meskipun baterainya hanya ratusan mAh (milampere per hour atau miliamper per jam) namun ketahanannya luar biasa. Biasanya, bisa bertahan untuk beberapa hari jika pemakaiannya normal, namun setidaknya bisa bertahan satu hari lebih saat sibuk. Tak heran, dulu ponsel habis baterai itu rasanya sangat gawat.

Seiring berkembangnya teknologi, ponsel pun memiliki fitur-fitur yang lebih canggih. Misalnya saja tombol-tombol alfabet, kamera, layar sentuh, dan masih banyak lagi. Tentu fitur-fitur baru tersebut membutuhkan banyak daya karena ada tambahan komponen. Sehingga, meski kapasitas baterai sudah 1000 mAh, tetap terasa boros. 

Kadang ada hal yang menjadi kekesalan beberapa pengguna ponsel. Misalnya saja, pemilik ponsel dengan baterai yang sudah mencapai 5000 mAh, tapi sepertinya baterai masih terlalu boros. Tentu ini menjadi kekesalan tersendiri karena baterai 5000 mAh tentunya sudah sangat-sangat besar. Penasaran? Berikut kemungkinannya.

Beban kerja ponsel terlalu tinggi

Hal ini perlu diperhatikan. Beberapa orang kadang teledor karena menganggap baterai ponselnya besar dan akan hemat, justru malah dibebani dengan pekerjaan-pekerjaan yang rumit. Katakanlah bermain game yang berat seperti PUBG dengan kualitas tinggi.

Kalau begini jadinya, tetap saja akan terasa boros sekalipun kapasitas baterai sudah sangat tinggi. Jadi, lain kali perhatikan beban kerjanya.

Sudah terbiasa dengan kapasitas

Ini juga terjadi pada banyak orang. Banyak yang mengira baterainya rusak karena terasa boros. Sebenarnya jika diperhatikan lagi, mungkin saja sebelumnya dia menggunakan ponsel yang kapasitas baterainya kecil. Sehingga saat dia berpindah ke ponsel yang sekarang, pada awalnya akan merasa baterainya awet. Karena sudah terbiasa dengan keawetan baterai seperti itu, justru akan terasa biasa-biasa saja.

Baterai sudah tidak asli

Ya, jelas. Suatu ponsel tentu punya umur. Tidak ada sesuatu yang abadi, ingat itu. Semua akan rusak jika sudah waktunya. Ada kalanya baterai ponsel perlu diganti dengan yang lebih bagus. Itu sudah jelas.

Tapi akan menjadi masalah baru jika baterai yang digunakan bukan baterai yang asli atau rekomendasi. Baterai yang asli tentu memiliki kualitas asli dan jaminan yang pasti dan tak lupa dengan garansi. Sedangkan baterai tiruan, tentu tidak bisa dijamin kualitasnya. 

Rekomendasinya, jika tidak bisa atau tidak menemukan baterai yang asli, lebih baik menggunakan baterai bermerk yang dibuat oleh pihak ketiga. Katakanlah menggunakan baterai seperti Hippo, Log-On, dan lain-lain.

Chipset yang kurang efisien

Baterai bisa besar. Namun jika chipset atau komponen apapun yang ada di ponsel tidak efisien, tentu akan membuat daya baterai terbuang sia-sia. 

Simpelnya begini. Katakanlah kita akan meneliti efisiensi dari kabel yang ada di ponsel. Bahan yang bagus untuk kabel adalah bahan yang bisa menghantarkan daya dengan baik, dan tentu dengan energi terbuang yang lebih sedikit. 

Selain komponen yang kurang efisien, bisa jadi mungkin kelas komponen-komponen lain seperti prosesor atau memori yang kualitasnya rendah, sehingga sama saja, banyak energi yang terbuang. Jadi, baterai besar sangatlah sia-sia.

Kena virus

Hal ini memang sulit untuk dibuktikan, namun sudah cukup untuk membuat panik. Beberapa jenis virus yang masuk ke ponsel memang membahayakan seperti membuat komponen jadi bekerja tanpa diperintahkan oleh kita sendiri. Bahkan, lebih parah lagi jika disusupi spyware atau perangkat mata-mata. Biasanya spyware ini akan membuat beberapa komponen jadi bekerja lebih berat, tentu untuk mengirimkan data ke pihak pembuat spyware ini.


EnamDelapan

   

Sukses hanyalah tentang seberapa beruntung kita. Tuhanlah yang menentukan keberuntungan itu, kita hanya bisa berdoa dan berusaha.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap