Bayi Adopsi, Memberikan Donor ASI Amankah?


Bayi Adopsi, Memberikan Donor ASI Amankah? 1

Saya ingin membagikan cerita tentang sebuah keluarga yang mengadopsi anak dan bagaimana keluarga tersebut memenuhi kebutuhan ASI si bayi. Sebut saja namanya ibu Bunga dan Bapak Kumbang Keluarga yang luar biasa. Saya merasa bahwa banyak diluar sana ibu-ibu hebat yang perlu diinformasikan dan didukung untuk tetap memberikan ASI pada anak dalam segala kondisi. 

Saya memiliki teman sekantor yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Mereka sudah lama berencana untuk mengadopsi satu bayi. Mereka sudah doakan sejak lama dan dengan berbagai pertimbangan dan pada akhirnya pada bulan Januari 2020 mereka memutuskan untuk mengadopsi satu bayi yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung.

Rencana tersebut diceritakan kepada kami rekan sekantor, dan bersyukur semua mendukungnya. Termasuk saya.  Sebagai seorang Konselor ASI, saya memang berkomitmen untuk mendukung dan mendampingi keluarga ini untuk pemberian ASI dan MPASI bayi tersebut. Sebelum bayi itu hadir, saya memberikan edukasi kepada ibu Bunga tentang bagaimana cara merawat bayi dan memberikan makan sesuai usianya. Makannya tentu saja ASI.  Pertanyaannya yang diajukan adalah:

Mengapa harus ASI? 

ASI merupakan makanan bayi yang sudah mencukupi 100% kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi selama 6 bulan pertama. Memberikan makanan dan minuman lain akan memberikan risiko kepada anak, misalnya mudah sakit, diare dan lainnya. Dengan memberikan makanan yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. 

 Saya bukan ibu yang melahirkannya, bagaimana saya memberikan ASI untuknya? 

Ibu yang hebat akan memikirkan apa yang terbaik untuk anaknya. Karena ibu tahu pentingnya ASI untuk bayi, maka saat ini banyak ibu yang bersedia mendonorkan ASInya untuk anak-anak lain yang kesulitan dalam menyediakan ASI untuk bayinya.  Apakah tidak masalah memberikan ASI orang lain kepada anak saya?  ASI tetap terbaik dan tidak bisa dibandingkan dengan formula apapun. Memberikan ASI donor untuk bayi lebih aman dibandingkan memberikan formula. 

Terus, bagaimana cara memberikannya? 

Memberikannya bisa menggunakan sendok atau cangkir, dan jika ibu menyusui harus menyusui bayinya setiap dua jam, maka kita perlu memastikan bayi mendapatkan ASI setiap dua jam dengan jumlah yang cukup. 

Kalau ASInya donor, bagaimana menyimpannya? 

ASI bisa disimpan di kulkas atau di freezer, dan waktu-waktunya perlu diperhatikan bersama dengan kebersihannya. Berikan dengan menghangatkan terlebih dahulu.

Banyak yang kami diskusikan bersama-sama. Dan tiba saatnya setelah usia 2 minggu maka sibayi dijemput dari daerah Sumatera dan sibawa ke Bandung. Setelah di Bandung, maka kami rekan kerjanya mendukung ibu Bunga untuk mengasuh bayinya. Pada pertemuan pertama yang disampaikan adalah bahwa bayi tersebut telah diberikan formula sebelumnya oleh keluarga.  Tentu ibu Bunga kuatir karena antara yg direncanakan memberi ASI pada bayinya sudah “dinodai” dengan memberi formula.

Bagaimana risiko bayiku tidak mendapatkan ASI Eksklusif lagi. Karena dia sudah diberikan formula dan suamiku sudah menyediakan beberapa kotak formula untuk bayi kami?

Tentu saja ibu Bunga menyampaikan dengan perasaan sedih. Dengan memotivasi bahwa yang perlu diingat adalah bahwa bayi butuh ASI. Mengembalikan bayi kepada ASI (relaktasi) adalah langkah yang terbaik. Dan pada akhirnya bayi kembali diberikan ASI. Saya melihat ibu Bunga begitu hebat, mencatat waktu-waktu pemberian ASI pada bayinya, dan mencatat jam buang air kecil si bayi.

Ibu memberikan bayi ASI setiap 2 jam dengan jumlah 90ml sampai 100ml. Luar biasa. Sebagai ibu yang belum pernah mengasuh bayi dan memiliki anak, memang penuh tantangan untuk menggendong, memberikan ASI dengan sabar, memandikan dan mengajak bicara. Tetapi ketika dia mendapat dukungan maka dia akan termotivasi dan Bahagia karena banyak orang yang mendukung untuk memberikan ASI pada bayinya. Itu adalah proses belajar yang memerlukan dukungan. 

Pernah satu kali saya dikirim foto dan saya melihat bayi lebih kurus, dan ketika itu si ibu beritahu bahwa si bayi diare. Namun karena bayi masih ceria sibayi tidak dibawa kedokter padahal sudah 5 kali dalam sehari. Saran waktu itu bawalah ke dokter. Si ibu mengatakan bahwa bayinya hanya minum ASI saja, tapi kenapa dia mendadak diare? Akhirnya diputuskan bahwa apabila masih diare sekali lagi saja maka sibayi akan dibawa kedokter. Dan akhirnya ditunggu bayinya tidak lagi diare, dan tidak dibawa kedokter. Tetapi diberikan ASI lebih banyak dari biasa. Dan sampai saat ini bayi manis itu tidak pernah sakit lagi, bahwa walau hanya demam. Bahkan sampai saat ini anak jarang sekali sakit.

Saat ini usia bayi sudah 1tahun 4 bulan. Ibu dan ayah yang hebat. Membagi peran si ayah menjemput donor ASI dari ibu yang mendonor ASI. Saya merasa terhormat ketika setiap hari foto perkembangan anak tersebut di kirimkan ke pada saya. Menurut ibu Bunga, bahwa formula yang terlanjur disiapkan oleh suaminya pada saat menjemput bayi tersebut, sampai sekarang tidak tersentuh. Dan suaminya mendukung karena melihat perkembangan anaknya yang luarbiasa. 

Banyak orang diluar sana yang membutuhkan dukungan dalam memberikan ASI kepada bayinya. Entah karena kurang pengetahuan, entah karena tantangan dalam memberikan ASI (ASI tidak keluar, ibu sakit, bayi sakit, bayi menangis, ibu hamil lagi, dll). Mari setiap kita yang tahu informasi yang berguna untuk orang lain, bagikanlah. Bahkan dalam kondisi yang seolah tidak memungkinkan. Ketika kita ikhlas, maka Tuhan yang akan membantu kita. ASI bukan program, ASI adalah sumber kehidupan untuk bayi-bayi kita.

Banyak hal menarik yang saya pelajari dari keluarga hebat ini. Dan masih akan panjang prosesnya. Tapi saya yakin, cinta mereka pada anak ini tidak akan meruntuhkan semangat mereka dalam mencari tahu kebutuhan terbaiknya. Banyak bayi-bayi diluar sana yang masih membutuhkan dukungan. Mereka adalah generasi masa depan bangsa kita. Mereka perlu dipersiapkan untuk menjadi orang hebat dimasa depan dengan membuat fondasi dalam hidup mereka pada 1000 hari pertama kehidupannya. Berikan yang terbaik untuk hasil terbaik di anak kita.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap