Bayi Rewel Terus-Menerus? Waspada Perut Kembung, Moms

Bayi Rewel Terus-Menerus? Waspada Perut Kembung, Moms 1

Memiliki bayi yang terus-terusan rewel sering membuat para orang tua khawatir. Apalagi bagi pasangan muda yang baru saja memiliki buah hati pertamanya. Selain membuat bingung, rasa cemas juga sering membuat orang tua sedikit-sedikit ingin menemui dokter anak yang tentu membuat pengeluaran bulanan Moms semakin membengkak. Oleh karena itu, yuk cari tahu penyebab bayi rewel ! Agar Moms tahu kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter.

KETAHUI PENYEBAB BAYI REWEL.

Penyebab bayi rewel memang bermacam-macam, Moms. Penyebab yang perlu diketahui adalah karena demam, rasa lapar, popok yang basah, ingin digendong, ketakutan , dan salah satunya perut kembung yang akan kita bahas kali ini.

APAKAH ITU PERUT KEMBUNG?

Perut kembung adalah suatu kondisi dimana terjadi penumpukan gas berlebih didalam perut bayi. Bayi yang baru lahir umumnya memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Usus bayi belum dapat menyerap air susu dengan baik sehingga laktosa pada susu yang belum dicerna akan diurai oleh bakteri yang terdapat didalam usus besar. Hasil dari proses oleh bakteri tersebut akan menghasilkan gas. Apabila gas yang dihasilkan sangat banyak, maka perut bayi akan menjadi kembung.

Selain penyebab diatas, perut kembung juga disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

1. Terlalu banyak menggunakan dot.

Bayi yang menyusui menggunakan dot tentu saja berbeda daripada menyusui secara langsung. Penggunaan dot dapat membuat bayi menelan lebih banyak udara, sehingga lambung bayi terasa penuh.

2. Pemberian susu formula.

Untuk beberapa sebab, para ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif ke bayinya. Oleh karena itu sering kali pemberian susu formula menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara air susu ibu dan susu formula ya Moms. Susu formula kandungannya lebih kompleks, sehingga sulit dicerna oleh usus bayi yang menyebabkan terbentuknya gas pencernaan berlebih.

3. Intoleransi laktosa

Didalam usus terdapat enzim laktase yang berfungsi untuk membantu usus untuk mencerna laktosa yang terdapat pada susu. Kurangnya produksi enzim laktase diusus dapat mengakibatkan terganggunya proses untuk mencerna susu sehingga membuat perut bayi menjadi kembung. Selain itu, adanya diare merupakan salah satu gejala yang disebabkan oleh intoleransi laktosa pada usus  bayi.

4. Infeksi pada usus

Terkadang penggunaan dot yang tidak higinis atau kebiasaan bayi untuk menghisap jempol dan mainan dapat menyebabkan masuknya bakteri atau virus kedalam saluran cerna. Hal ini dapat menyebabkan usus mengalami infeksi sehingga proses pencernaan menjadi terganggu. Penyerapan laktosa yang tidak maksimal dapat meningkatkan terbentuknya gas dalam usus yang menyebabkan perut bayi menjadi kembung.

Apakah perut kembung berbahaya bagi bayi?

Umumnya perut kembung selalu terjadi pada setiap bayi. Gejala perut kembung secara relatif tidak berbahaya dan orang tua dapat mengatasinya sendiri dirumah dengan cara menyendawakan bayi setiap selesai minum susu, melakukan pijat khusus pada perut bayi, dan melakukan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda.

Namun apabila disertai gejala seperti tidak mau menyusu, bayi lemas, demam, jarang kencing, dan diare. Jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter anak terdekat ya Moms.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Roy Darminto