Bayi Sering Mengisap Jempol, Amankah?


Bayi Sering Mengisap Jempol, Amankah? 1

Perkembangan seorang bayi dari hari ke  hari sangat cepat. Rasanya baru kemarin lahir, sekarang sudah bisa ngoceh, sudah mulai miring dan tengkurap. Banyak tingkah bayi yang menggemaskan namun juga sering membuat orang tua khawatir. Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk bayinya. Pemberian empeng pada bayi bisa membuat bayi yang sebelumnya rewel menjadi tenang. Namun banyak orang tua yang tidak mau memberikan empeng karena takut merusak struktur gigi.

Pernah melihat seorang bayi yang baru bisa tidur kalau mengisap jempol tangan atau bahkan kakinya? Ada yang hampir setiap kesempatan selalu mencari jempol untuk diisap. Amankah mengisap jempol pada bayi?

Jika bayi Bunda senang mengisap jempol, jangan langsung ditarik ya Bun. Justru pada saat tersebut bayi sedang belajar. Si bayi agar dapat memasukkan jempol tangan atau kaki ke mulut itu memerlukan proses yang panjang. Perlu kerja sama antara otak untuk memerintah, tungkai dan otot yang menggerakkan tangan atau kaki ke mulut. Justru proses ini sangat penting.

Bayi yang tidak pernah mengisap jempol atau memasukkan barang lain ke mulutnya dapat mengalami keterlambatan kemampuan bergerak dan merespons informasi.  Pernah melihat seorang anak kelas enam SD belum bisa mengancingkan baju atau memasang tali sepatu? Bunda, itu bukan hanya disebabkan karena anak terlalu dimanja dan tidak biasa diajari untuk tetapi bisa disebabkan karena keterlambatan respons antara otak dan organ yang lain. Ini terjadi karena sewaktu bayi tidak dibiarkan untuk berlatih sesuai dengan perkembangannya.

Mengisap jempol atau memasukkan segala sesuatu ke mulut merupakan fase yang penting. Hal ini disebut dengan fase oral. Jika fase oral terlewat maka akan berdampak sampai besar. Selain kurang sinerginya antara otak dan organ lain juga dapat menyebabkan ketika dewasa anak menjadi perokok atau biasa memasukkan barang di sekitar ke mulut.

Apakah tidak ada risiko jika bayi sering memasukkan jempol ke mulut. Risiko ada. Jika terlalu lama mengisap jempol maka kulit yang diisap akan sedikit keriput, berbeda dengan kulit di sekitarnya, risiko kuman ikut masuk ke mulut, risiko menjadi kebiasaan sampai besar.

 Hal yang perlu Bunda lakukan adalah membatasi waktu bayi memasukkan jempol ke mulut. Jangan menarik dengan cepat jari dari mulutnya. Ajak bicara si bayi sambil secara pelan mengalihkan perhatiannya, baru kemudian keluarkan jari dari mulutnya. Pada proses ini Bunda secara langsung sudah mengajak bayi untuk belajar banyak hal. Melatih indra pendengaran, penglihatan dan respons otaknya. Saat mendengar suara, bayi akan menggerakkan bola mata mencari sumber suara dan otak merespons suara tersebut. Jika bayi tidak merespons suara maka bisa jadi ada masalah dengan pendengarannya.

 Bunda juga harus memastikan lingkungan sekitar bayi aman. Jauhkan benda-benda dengan permukaan kasar dan tajam dan benda berukuran kecil yang berpotensi untuk tertelan. Selain itu  untuk menjaga kebersihan, sering-seringlah cuci jempol bayi dan mainannya dengan air dan sabun yang lembut. Potong kuku bayi jika sudah mulai panjang. Selain agar tidak melukai bagian mulut juga menjaga agar kuman tidak mudah masuk ke mulut bayi.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap