Begini Cara Menyembuhkan Penyakit Hati (Iri dan Dengki)

Begini Cara Menyembuhkan Penyakit Hati (Iri dan Dengki) 1

Sebagai seorang manusia dan seorang hamba pasti menginginkan yang terbaik untuk segala hal dalam kehidupan. Diterima di sekolah yang bagus, bekerja ditempat yang memberikan gaji tinggi, dikenal banyak orang dengan segudang prestasi, mendapatkan kasih sayang terbaik dari orang tua, semua yang diinginkan dapat tercapai dengan mudah dan lain sebagainya. Tapi dari banyaknya deretan keinginan tersebut, tidak semua bisa didapatkan sekaligus. Nah dari keinginan yang tidak tercapai itulah biasanya akan menimbulkan penyakit hati. Mulai dari yang paling ringan seperti sedih, marah, kecewa hingga sampai pada tahap iri dan dengki. Padahal kalau kita mau tau, perasaan-perasaan tersebut seringkali terjadi karena syaitan juga turut serta.

Beruntungnya kita sebagai muslim, Allah sudah patenkan aturan aturan terbaiknya untuk menyembuhkan masalah penyakit hati. Jika di dalam hati mulai muncul prasangka, mulai banyak berandai-andai, dan segala hal yang mendekati untuk bersikap buruk dengan kebahagiaan orang lain. Maka perlu buru-buru disembuhkan supaya hal tersebut tidak mengakar dalam hati kita. Bagaimana caranya? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Jika kamu berprasangka, langsung redam dengan istighfar

24 jam kita melakukan kegiatan dalam sehari, pasti ada saja hal-hal yang terjadi di luar perkiraan. Seperti dosen pembimbing yang tiba-tiba hilang tanpa kabar, calon pembeli potensial yang tiba-tiba tidak jadi membeli, orang tua yang tiba-tiba marah-marah, adik atau kakak yang tiba-tiba menyalahkan, dan lain sebagainya. Jika hal-hal tersebut terjadi, pasti membuat kita berprasangka. Nah dalam prasangka itulah kita harus berprasangka yang baik-baik, carilah 1000 kemungkinan untuk membuat kita tenang dan meninggalkan prasangka buruk kita tentang sesuatu atau seseorang. Jika dalam hati kita terlintas prasangka buruk kepada seseorang maka segeralah beristighfar untuk mendapatkan ketenangan yang bersumber dari Allah jangan sampai malah membenarkan prasangka tersebut dan merusak persaudaraan antar sesama.

2. Jika kamu berangan-angan, lewatkan

Hampir semua manusia pasti senang memimpikan sesuatu. Besok lusa ingin deh seperti ini, atau besok lusa ingin deh seperti itu. Bahkan mungkin sampai ada yang berangan-angan, “kayaknya kalau aku jadi orang kaya enak banget kali ya”, atau “kayaknya kalo punya rumah mewah kaya si dia bahagia banget kali ya”. Nah pikiran-pikiran seperti itulah yang harus kita kurangi, sebab hal tersebut ga menjadi manfaat atau terlaksana kalau kita hanya berangan-angan saja tanpa berikhtiar. Padahal Rasul kita selalu mengajarkan kita untuk berusaha dan berdo’a jika kita menginginkan sesuatu dari dunia dan isinya. Selalu pastikan untuk berpositif thinking juga ya kepada semua yang terjadi dalam hidup kita terutama berpikir positif kepada Allah.

3. Jika kamu berhasad, jangan kamu cari-cari

Ini menjadi PR besar kita bersama, sering sekali kita disuguhkan tontonan-tontonan dengan adegan saling membenci karena orang lain mendapatkan sesuatu yang lebih. Entah mendapatkan popularitas, ataupun mendapatkan kekayaan yang melimpah. Karena sering disuguhkan dengan tontonan-tontonan seperti itu, alhasil memberikan efek pada sebagian masyarakat yang tidak suka melihat orang lain senang dan senang jika melihat orang lain kesusahan.

Sangat mengherankan ya, padahal dulu pada zaman Rasulullah ketika salah seorang sahabat sudah dikabarakan akan masuk surga, sahabat yang lain saling bertanya amalan apa yang membuat beliau sudah dikabarkan masuk surga padahal belum wafat. Tidak ada rasa benci sedikitpun melihat orang lain bahagia. Tetapi di zaman sekarang justru sangat terbalik.

Jika melihat orang lain harmonis dan bahagia, mendapatkan hasil dari jeri payah sendiri malah dibenci dengan menyampaikan keburukan-keburukan orang tersebut yang belum tentu benar adanya. Oleh karena itu, jika timbul rasa dalam hati mulai tidak senang dengan kebahagiaan orang lain tutup saja dan cobalah berhenti sampai disitu. Jangan dicari-cari lagi, dan mulailah belajar untuk ikut memberi selamat meski hanya dalam hati.

Semoga 3 cara di atas dapat menambah ilmu kita dalam menyembuhkan penyakit hati. Karena apa-apa yang ada dalam hati kita sekecil apapun, kelak ada perhitungannya dan harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kita harus lebih memperhatikan lagi hati-hati kita supaya tetap bersih dari penyakit hati dan penyakit-penyakit lainnya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.