Belajar Instrumen Musik Sejak Dini: Apakah Efektif ?

Belajar Instrumen Musik Sejak Dini: Apakah Efektif ?

Kini dunia parenting makin mudah diakses oleh para orangtua. Di era digital seperti sekarang, akses ilmu tidak hanya melalui buku. Namun juga melalui berbagai platform internet yang menyediakan akses bacaan sesuai topik yang dicari.

Bahasan mengenai ilmu parenting sungguh tidak akan ada habisnya. Para orangtua tentunya menginginkan anak-anaknya memiliki tumbuh kembang yang baik dalam berbagai aspek. Hal tersebut turut menjadi alasan para orangtua untuk mulai mengenalkan berbagai bidang ilmu sejak dini kepada anak-anak mereka.

Langkah yang cukup banyak dijumpai yaitu mendaftarkan anak pada kursus instrumen musik di lembaga kursus maupun secara privat. Rentang umurnya pun beragam, ada yang sudah mulai didaftarkan sejak umur  3 tahun, atau bahkan baru memulai di umur 12 tahun.

Banyak orangtua yang beranggapan bahwa semakin dini ilmu itu diperkenalkan maka semakin baik. Tapi, apakah proses pembelajarannya akan berjalan dengan efektif?.

(dokumentasi penulis)
(dokumentasi penulis)

Sejatinya, anak-anak memiliki keunikannya masing-masing. Begitupun dengan tumbuh kembangnya, tentu juga akan berbeda. Berdasarkan pengalaman mengajar, observasi, serta mengobrol dengan ahli, ada beberapa kesimpulan mengenai efektifitas pembelajaran instrumen musik sejak dini diantaranya :

Umur Tidak Menentukan Tingkat Fokus Anak

Pembelajaran instrumen musik meminta anak untuk dapat fokus sebagaimana pembelajaran bidang ilmu lainnya seperti matematika, sains, dll. Fokus dibutuhkan agar anak dapat memahami materi yang tengah dipelajari.

Sebagai contoh, dalam mempelajari partitur musik sebelum dimainkan dengan instrument. Anak dituntut untuk fokus mengamati pergerakan not dari garis atau spasi yang digunakan untuk merepresentasikan tinggi-rendahnya nada.

Tidak sedikit anak-anak dengan rentang usia > 6 tahun mengalami gagal fokus dan tidak dapat menelaah ilmu yang disampaikan oleh gurunya. Namun banyak juga, anak-anak dengan rentang usia < 6 tahun dapat fokus dan kondusif selama pembelajaran.

Alangkah baiknya ketika berniat mendaftarkan anak untuk belajar instrumen musik, para orangtua meninjau kembali perkembangan fokus anak dalam belajar.

(dokumentasi penulis)
(dokumentasi penulis)

Orangtua Berperan Penting Dalam Proses Pembelajaran

Setiap bidang ilmu bukanlah hal yang instan untuk dipelajari, hal tersebut juga berlaku ketika mempelajari instrumen musik. Disiplin dalam berlatih menjadi salah satu kiat berhasil dalam bermusik. Seringkali orangtua terlewat untuk memantau dan mendisiplinkan anak dalam berlatih sehingga pembelajaran terhenti ketika dirumah.

Sebaiknya ketika memutuskan untuk memberikan pembelajaran instrumen musik pada anak, orangtua juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam proses belajar anak ketika dirumah.      

(dokumentasi penulis)
(dokumentasi penulis)

Hal-hal diatas patut dijadikan referensi serta pertimbangan dalam memfasilitasi anak untuk belajar berbagai bidang ilmu yang diinginkan, terutama dalam bermusik.

Setiap orangtua pastinya menginginkan semua yang terbaik untuk anaknya, maka menjadi bijak dalam setiap keputusan adalah salah satu langkahnya. Terus semang-art para orangtua!.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Assyifa Granddywa