Belajar Mengikhlaskan Dengan Cara Elegan Lewat Tiga Lagu Tulus (Hati-Hati DI Jalan, Diri, Remedi)


Belajar Mengikhlaskan Dengan Cara Elegan Lewat Tiga Lagu Tulus (Hati-Hati DI Jalan, Diri, Remedi)

Perihal mengikhlaskan bukanlah perkara mudah. terkadang memerlukan proses yang cukup Panjang.

Menurut KBBI mengikhlaskan berarti memberikan atau menyerahkan dengan hati atau merelakan.

terkadang hanya tampak mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan.

Ketika kekasihmu mengkhianatimu dan meninggalkanmu, kamu mungkin bisa berkata bahwa kamu melepasnya bersama orang yang baru.

Namun, apakah keikhlasan itu akan serta merta ada dengan sendirinya? Tentu saja tidak, kamu mungkin akan mengutuknya berkali-kali atau meratap berhari-hari.

Malahan tidak jarang ada yang sampai depresi. Ketika kamu ditinggalkan oleh orang yang kamu sayangi untuk selamanya, kamu mungkin akan berkata bahwa kamu mengikhlaskan kepergiannya.

Namun, semua perlu proses yang cukup lama. Kamu mungkin masih akan menangisinya serta mengenangnya untuk waktu yang lama.

adalah sebuah proses. Proses menerima kenyataan, proses melepaskan, proses merelakan, serta proses untuk bangkit kembali.

Belajar bisa dari mana saja. Salah satunya melalui . Tidak sedikit musisi-musisi tanah air menjadikan sebagai tema untuk mereka.

Hal inilah yang dilakukan penyanyi yang telah meraih banyak penghargaan untuk lagunya.

Dok. Youtube

Dia adalah . Dalam album terbarunya, Manusia, ada tiga buah yang bisa kamu jadikan bahan untuk belajar . Yuk, kita simak ketiga tersebut.

1. Hati-Hati di Jalan

Hati-Hati di Jalan merupakan single terbaru dalam Album Manusia.

Sejak kemunculan video liriknya di kanal Youtube, ini telah ditonton sebanyak 56 juta kali.

Liriknya yang menarik dan nadanya yang easy listening membuat ini menjadi favorit pendengarnya.

ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang kemudian harus berpisah dan memilih jalan masing-masing.

Padahal ada banyak kesamaan yang mereka miliki. bahkan mengibaratkannya bagai asam dan garam yang bertemu di belanga.

Namun, nyatanya mereka tidak dapat bersama. Meski awalnya keduanya merasa yakin bahwa mereka telah saling menemukan.

Dari ini kita bisa belajar bahwa yang tidak ditakdirkan bersama tidak akan bisa bersama.

Dipaksakan pun tidak akan bisa. Maka yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan tersebut dengan ihklas.

Seperti lirik yang dituliskan oleh : “Kau melanjutkan perjalananmu, ku melanjutkan perjalananku.”

Ini bermakna bahwa meski mereka tidak dapat bersama, hidup haruslah tetap berlanjut.

Perjalanan hidup mereka masing-masing tidak berhenti hanya karena mereka terpisah.

Akan ada yang mereka hadapi di masa mendatang dengan jalan hidup masing-masing.

Di akhir , mengajak kita kembali untuk dengan lirik: “Hati-hati di jalan.” Lirik ini menunjukkan bahwa mereka saling merelakan dan mengingatkan.

2. Diri

selanjutnya yang bisa kita dengar untuk belajar berjudul Diri.

Jika lagu sebelumnya fokus kepada sepasang kekasih, lagu Diri lebih kepada diri sendiri yang mengikhlaskan.

Lagu Diri berkisah tentang seseorang yang ingin berdamai dengan dirinya sendiri. Hal yang kadang lebih sulit dilakukan adalah memaafkan diri sendiri.

Ada masanya kita sebagai manusia tidak bisa menerima kekurangan yang ada pada diri kita.

Ketika menghadapi kegagalan tak jarang kita menyalahkan diri kita sendiri secara berlarut-larut.

mengajak kita untuk mengampuni diri sendiri dan memaafkan masa lalu, seperti yang tercermin dalam liriknya: “Kau maafkan, semua salahmu ampuni dirimu.” Tidak jarang pula kita terlalu memaksakan diri sendiri tanpa tahu maknanya cukup.

juga mengajak kita untuk menerima diri kita apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan kita.

Jangan terlalu memaksakan keadaan, dan beristirahatlah di kala lelah. Ikhlas menerima diri sendiri adalah kunci agar kita bisa hidup lebih bahagia.

3. Remedi

Remedi merupakan lagu Tulus yang juga dapat kita dengar untuk belajar ikhlas.

Lagu ini berkisah tentang seseorang yang melepaskan orang yang dicintainya untuk dapat mengejar impian dan harapannya.

Tak jarang kita dihadapkan pada pilihan antara cinta dan impian yang telah lama ingin diwujudkan.

Misalnya ketika orang yang kita cintai harus kuliah di tempat yang jauh dari kita.

Tentu kita akan sedih karena harus terpisah jarak dengan dia yang kita cintai. Namun, kita juga tidak bisa menghalanginya untuk dapat mewujudkan mimpinya.

Kita tidak boleh egois sebab dia pun berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Seperti yang digambarkan Tulus dalam lirik berikut: “Bila ini kesempatan kamu, remedi yang mungkin tak terulang. Kesempatan tuk terang hidupmu.

Aku tak akan menghalangimu. Aku tak mau.” Dari lirik ini tergambar jelas bahwa si aku tidak akan menghalangi keinginan kekasihnya untuk meraih masa depan, meski dia tahu bahwa hal itu akan menjadi begitu berat untuk dijalani.

Sedih sudah pasti akan dihadapi. Namun, kita tentu berharap agar sedih itu hanya sementara.  

Ikhlas memang tidaklah mudah. Dalam hidup kita akan berkali-kali belajar ikhlas.

Sebab roda hidup selalu berputar, kadang senang kadang pula sedih.

Semua kembali pada diri kita untuk dapat mengobati segala luka dan berdamai dengan keadaan. Bagaimana, sudah bisa belajar ikhlas untuk lebih bahagia?

Baca Juga

Exit mobile version