Belajar Online bisa Menimbulkan Mata Lelah? Yuk, kenali gejalanya

Belajar Online bisa Menimbulkan Mata Lelah? Yuk, kenali gejalanya 1

Pembelajaran online berlangsung semenjak adanya pandemi Covid-19. Hal ini telah berlangsung semenjak tahun 2020, saat pemerintah memberikan surat edaran yang mengharuskan adanya  belajar jarak jauh yang dilaksankan di rumah masing-masing. Biasanya belajar online  menggunakan laptop atau handphone dan melalui aplikasi seperti, zoom dan google meet. Belajar online memang menyenangkan bukan? Karena tak perlu cape-cape berangkat ke sekolah. Cukup duduk didepan layar laptop atau handphone, dan belajar melalui aplikasi yang telah disediakan. Lalu mengapa mata terasa lelah saat belajar online? Apakah itu keluhan mata lelah?

Menurut Purnama (2013 ) Mata adalah indera penglihatan pada manusia yang mempunyai reseptor untuk menangkap rangsang cahaya dan warna. Indera penglihatan sangat vital jika dibandingkan dengan indera lainnya. Oleh karena itu kesehatan  mata merupakan hal yang menjadi salah satu perhatian bagi setiap orang. Keluhan kelelahan mata merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia khususnya kesehatan mata yang prevalensinya pada usia sekolah masih cukup tinggi.

Keluhan kelelahan mata tak jarang dirasakan selama pembelajaran online berlangsung. Hal ini dikarenakan aktivitas  belajar yang terus memantau laptop atau handphone dalam kurun waktu yang lama. Selain itu, pencahayaan dan tampilan pada layar laptop atau handphone, pencahayaan pada ruangan, tampilan   dan jarak mata ke layar laptop atau handphone termasuk penyebab utama dari kelelahan mata.

Menurut Grandjean (2000) kelelahan mata merupakan suatu keadaan psikofisiologi berupa lambatan aktifitas motoris, respirasi, perasaan, sakit dan berat pada bola mata, sehingga mempengaruhi kerja fisik maupun mental. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 angka kejadian kelelahan mata (astenopia) berkisar 40% sampai 90%.

 Jika saat belajar mata terasa tak nyaman, dan ada tanda gangguan penglihatan, kemungkinannya itu adalah gejala dari mata lelah.seperti apa gejajal mata lelah? yuk, kenali gejalanya.

Kenali gejala mata lelah 

Gejala yang dapat ditimbulkan berupa ketegangan/kelelahan mata, mata kering, mata merah, iritasi mata, rasa terbakar pada mata, penglihatan kabur, penglihatan ganda, lambat dalam mengubah fokus, perubahan persepsi warna, sekresi air mata yang berlebihan, sensitive cahaya/silau, nyeri kepala dan rasa sakit pada leher, bahu dan punggung. (patil et al., 2019).

Gejala yang ditimbulkan ternyata cukup banyak ya, bahkan bisa sampai merusak kesehatan tubuh. Namun, gejala tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera diatasi. Bahkan jika kondisinya parah harus segera diperiksa kedokter.  Apakah kamu pernah mengalami gejala tersebut? Lalu bagaimana cara mengatasi mata lelah?

Cara mengatasi mata lelah

Menurut Septiansyah (2018) memberikan langkah mudah dalam mengurangi kelelahan mata diantaranya yaitu gunakan pencahayaan yang tepat,sering berkedip, gunakan waktu istirahat dan latihan mata (senam mata) yaitu berpaling dari objek kerja dan menatap objek yang jauh untuk beberapa saat.  Salah satu senam mata yang dapat dilakukan untuk mengurangi kelelahan mata adalah senam yoga mata. (handalas, 20011).

Selain itu, untuk mengatasi gejala mata lelah bisa dengan mengatur pencahayaan ruangan, menjaga pola makan, sering minum air putih/mineral supaya tidak dehidrasi, melakukan peregangan pada badan, dan tak lupa menjaga jarak pandangan terhadap layar laptop atau handphone selama pembelajaran online.

Nah, sekarang sudah kenal dengan gejala mata lelah dan sudah tau cara mengatasinya kan?. Jadi, jaga selalu kesehatan mata kita ya, meski belajar online masih berlangsung. Jangan sampai mata  terus dipaksa bekerja yang menyebabkan mata kita lelah dalam waktu yang panjang.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Annisa Pratami