Belajar Parenting dari Kimbab Family, Keluarga Multikultural Indonesia-Korea

Belajar Parenting dari Kimbab Family, Keluarga Multikultural Indonesia-Korea

Bak jamur damen di musim hujan, pecinta drakor alias drama semakin subur di tengah wabah pandemi yang sebentar lagi anniversary 1 tahun, eitss kali ini bukan anniv yang bahagia layaknya pasangan uwu uwu.

Tak jarang orang yang dulu anti banget sama dan printilannya seperti oplas lah, cowoknya cantik” lah, dan apalah-apalah yang lain, kini terbalik jatuh ke kubangan keindahan yang berflower-flower, termasuk saya sendiri sih.

Yang awalnya bisa dibilang ilfil melihat teman yang demam K-pop kini pun ikut mengelu -elukannya. Benar juga kata nenek saya “ojo gething-gething marang opo wae, mengko ndak seneng awakmu”. Jangan benci-benci sama apa saja nanti kamu suka.

Tak bisa dielak lagi, seratus persen terbukti. Tak hanya drakor saja yang menarik perhatian bahkan merembet ke channel YouTube bahkan ke channel orang yang tinggal di salah satu yang menarik perhatian yaitu Kimbab Family !

Petualangan saya menemukan channel ini pada awalnya melalui video yang mana Bapak Dahlan Iskan, Mantan Direktur PLN membacakan puisi yang berjudul Puisi untuk Gina. Dari situ muncullah buih-buih penasaran dalam diri saya. Siapa sih ini Gina? Keren banget pasti, sampai beliau saja membuatkan puisi dan membacakannya sendiri.

Baca juga  Kapan Indonesia Bisa Bebas dari Corona?

Lalu bertemulah saya dengan channel Kimbab Family. Keluarga Mama Gina, Appa Jay dengan 3 yang kiyowo-kiyowo yaitu Suji, Yunji, dan Jio yang berhasil menarik perhatian banyak orang terbukti dengan banyaknya jumlah followers.

Setelah menonton hampir setengah konten-kontennya saya menyimpulkan beberapa hal poin-poin parenting yang semoga bermanfaat untuk membaca ini. Penasaran apa saja kiat-kiat parenting ala Mama Gina dan Appa Jay? Yuk langsung saja, meluncuurrr !

Melibatkan Dalam Diskusi-Diskusi

Sejak dini - mereka sudah diajari menentukan pilihannya sendiri. Dalam beberapa kontennya terlihat Mama Gina dan Appa Jay mengajak diskusi ketiga anaknya seperti Mau makan apa? Mau beli apa? Adek boleh beli ini apa tidak ? dsb.

Baca juga  A Taxi Driver [2017] Sopir Taksi Yang Menerobos Kerusuhan Tahun 1980

Dimulai dari hal-hal kecil, melibatkan dalam diskusi juga penting agar nantinya bisa memutuskan hal yang berkaitan dengan dirinya berdasarkan apa yang dia suka, tanpa paksaan maupun tuntutan dari siapapun.

Tidak Gengsi Berkata Maaf

tidak selalu salah, pun orangtua juga tidak selalu benar. Terlihat dari beberapa vlognya seringkali Mama Gina maupun Appa Jay meminta maaf apabila ada kesalahan.

Mengajari Merenungi Kesalahan

Apabila anaknya melakukan kesalahan, Mama Gina dan Appa Jay memintanya untuk masuk ke kamar dan merenungi kesalahan. Setelah itu baru dibilangi baik-baik. Dalam vlognya pun tak pernah terlihat keduanya marah-marah. Semuanya disampaikan baik-baik dengan lembut. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan pun akan lebih mudah diterima oleh .

Mengapresiasi Sekecil Apapun yang Dilakukan

Charesso suji, charesso yunji, charesso jio. Begitu ucap Mama Gina dan Appa Jay untuk mengapresiasi ketiga anaknya, yang artinya kerja bagus !. Dengan apresiasi, percaya diri anak juga meningkat.

Baca juga  5 Fakta Perkembangan Podcast di Indonesia

Ketiga anaknya juga demikian, mereka juga saling mengapresiasi kedua orangtuanya. Dalam salah satu vlog berlibur nya, setelah Appa Jay menyetir perjalanan jauh, Suji  si sulung memuji ayahnya dan berterimakasih. Hal kecil yang bahkan tidak pernah saya lakukan di umur yang mulai berkepala dua ini dilakukan anak TK. Luar biasa bukan ?

Toleransi

Karena mereka terlahir dengan orangtua yang berbeda , membuat Suji, Yunji, dan Jio tumbuh dengan toleransi yang tinggi. Mereka terbiasa berbicara dengan bahasa , , bahkan bahasa Sunda. Tak hanya bahasa, terlihat dari vlog-nya setiap tahun mereka juga merayakan 17-an loh. Sangat inspiratif bukan? Walaupun sudah tinggal di lain, tetap cinta .

Itulah beberapa kiat-kiat parenting ala Mama Gina dan Appa Jay. Oh iya Mama Gina dulunya merupakan sekretaris Pak Dahlan, sehingga tak heran jika beliau mengetahui kehebatan-kehebatan Mama Gina. Mama Gina juga pernah mendapatkan beasiswa belajar Mandarin di Tiongkok yang kemudian bertemu Appa Jay.

Hal tersebut menepis julid-an tetangga yang berkata buat apa sekolah tinggi-tinggi, toh ujungnya juga di rumah, mengurus anak. Justru karena mengurus anak itu membutuhkan ilmu makanya mencari ilmu, wahai tetangga julid.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Anna Retno Indrawati

   

Mahasiswa, semoga tahun depan bisa wisuda