Benarkah Menulis Dapat Menjadi Terapi Jiwa?

Benarkah Menulis Dapat Menjadi Terapi Jiwa? 1

Pernyataan mengenai menulis dapat menjadi terapi jiwa, kemungkinan tidak sepenuhnya dapat diterima oleh sebagian orang. Atau malahan, menulis menjadikan seseorang semakin penuh dengan tekanan sehingga mengakibatkan stress.

Perasaan tertekan dalam situasi yang dihadapi akan membuat seseorang kebingungan. Rasa kebingungan yang tidak ada kunjung mendapatkan jawaban dan solusi terbaik, akan menyebabkan seseorang semakin tertekan. Tekanan batin ini yang kemudian membuat seseorang semakin stres dan mengarah kepada depresi.

Jika perasaan stress ini tidak dikelola secara baik, Akan timbul hal yang tidak diharapkan atau malahan membahayakan bagi diri sendiri atau orang lain. Percayalah, setiap orang yang mengalami depresi pasti akan mampu berjuang untuk melawan tekanan batin dan melewati masa depresi tersebut.

Dari pernyataan awal, apa kaitannya perasaan tertekan dengan menulis? Ada yang berpendapat, malahan dengan tulisan membuatnya semakin merasa tertekan. Contohnya dalam penulisan skripsi. Akan tetapi, bukan penulisan model seperti ini yang akan membantu seseorang dapat melewati masa depresinya.

Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi. Semua setuju dengan hal ini. Dengan menulis menjadikan kita bebas mengekspresikan apa saja yang sedang dipikirkan.  

Salah satu cara yang sederhana dapat dilakukan adalah dengan menulis di buku harian (diary). Dalam menulis buku harian ini, tidak perlu memperdulikan cara penulisan apakah baku atau tidak. Menulislah apa saja yang terpikirkan.

Setuju atau tidak setuju, banyak ahli yang sudah membuktikan bahwa menulis merupakan cara alternatif untuk terapi jiwa. Tidak sedikit terapi jiwa dengan menulis ini mengalami keberhasilan dalam seseorang bangkit dari rasa depresinya.

Akan tetapi banyak yang beralasan, bahwa menulis bukanlah bakatnya. Memang menulis bukanlah hal alamiah yang langsung terjadi di diri manusia. Walaupun begitu bakat menulis ini sangat bisa untuk dilatih sehingga menjadi kebiasaan.

Kebiasaan menulis yang dilangsungkan secara berkelanjutan akan mendapatkan banyak manfaat. Salah satunya membantu menyegarkan pikiran kembali. Semua yang dipikirkan dalam kepala akan berkoordinasi dengan tangan, sehingga lancar dalam menuangkan isi pikiran kedalam bentuk tulisan.

Seseorang cenderung akan semakin lega, ketika berhasil meluapkan semua apa yang dipendamnya. Emosi yang memuncak, jika diluapkan secara serampangan akan menghasilkan hal yang negatif. Bahkan dapat merusak hubungan dan sangat berbahaya bagi diri sendiri.

Apalagi ketika seseorang sangat kesulitan untuk meluapkan semua yang dipendam dalam pikiran. Cara yang terbaik untuk meluapkan tekanan mental tersebut adalah dengan menuliskannya. Dengan menulis ini membantu seseorang mendapatkan kelegaan dalam jiwanya.

Kecenderungan manusia lagi adalah, akan sangat senang sekali menceritakan pengalamannya. Walaupun itu pengalaman yang tidak menyenangkan. Dengan menceritakan semuanya, akan sangat membantu seseorang mendapatkan perasaan yang lega dari situasi berat yang dialami sebelumnya.

Tidak ada batasan seseorang mengekspresikan yang dipendam dan dialaminya dalam sebuah media tulisan. Semuanya sangat bebas untuk diluapkan. Hal ini sangat membantu sekali membantu mengurangi tumpukan pikiran.

Dengan menulis juga, tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri. Tulisan positif dari pelajaran berharga yang sudah dialami akan membantu memotivasi orang lain untuk keluar dari rasa depresi yang sama.

Ketika merasakan hal apapun, baik itu sedih, tekanan, atau permasalahan yang tidak kunjung usai, tuliskanlah untuk mengurangi beban. Afirmasi kepada pikiran, bahwa menulis merupakan terapi terbaik untuk jiwa yang bingung.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun