Benarkah Sufi Anti Modernisasi?


Benarkah Sufi Anti Modernisasi? 1

Dunia mengalami kemajuan dengan begitu prestisius, cepat, dan tak terduga. Manusia tidak mau tidak wajib menerimanya dan mustahil rasanya menghindar dari hingar bingar kemajuan tersebut, meskipun kemajuan itu memiliki dua dampak yang saling membelakangi, yaitu positif dan negatif.

Dewasa ini, peradaban modern menghasilkan kehidupan baru yang maju berkat ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi di pihak lain juga mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan yang besar karena penyalahgunaan kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemenuhan nafsu pribadi. Pada dasarnya masyarakat menginginkan perubahan dari keadaan tertentu kearah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan yang lebih maju dan makmur. Namun, tak jarang manusia terjebak ke dalam kemajuan-kemajuan tersebut, sehingga ia mengalami krisis jati diri dan terlantarnya kebutuhan sepiritual sehingga mereka tidak tahu posisi dan hubunganya dengan pencipta alam semesta ini. Maka keberadaan tashawwuf sebagai refleksi pendekatan diri kepada Sang Pencipta semakin dibutuhkan dalam masyarakat modern seperti saat ini.

Benarkah Sufi Anti Modernisasi? 3

Ketika manusia modern telah kehilangan identitas dirinya, maka tashawwuf dapat memberikan pengertian yang telah konfrehensif tentang siapa manusia itu sesungguhnya. Ajaran sufisme meletakkan naluri manusia ke porsi yang sebenarnya. Manusia bukan hanya makhluk fisik, tetapi secara bersamaan ia juga makhluk spiritual, yang jelas memiliki gharizah tadayyun (naluri beragama).

Dengan menyadari bahwa manusia itu juga merupakan makhluk spiritual, disamping fisiknya, maka lebih mungkin manusia akan bertindak lebih bijak dan seimbang dalam bertindak dan memperlakukan diri. Selain itu, dengan mengetahui asal-usul manusia tersebut, baik asal-usul fisik maupun spiritual, maka manusia dapat mengarahkan dirinya secara proporsional, baik untuk kesejahteraan hidup maupun untuk kesejahteraan di akhirat kelak.

Sebagian ahli berprasangka, bahwa kemunduran pradaban Islam disebabkan oleh munculnya tarekat-tarekat sufi sehingga masyarakat sufi dianggap tidak mementingkan urusan duniawiyah yang memiliki implikasi pada kejumudan pola pikir dan pola sikap terhadap perkembangan zaman. Kesufian dianggap sebuah paham yang kontra modernasi. Paham yang mengatur melulu urusan akhirat, sehingga dianggap kaum sufi tak pernah beranjak dari masjid guna bekerja keluar menafkahi keluarga. Padahal pada sebenarnya yang demikian itu dilarang keras dalam sufisme.

Sufisme memadukan antara dunia dan akhirat, dalam artian dunia hanyalah ladang sebagai akhirat. Ajaran sufi memperbolehkan seseorang bertebaran ke muka bumi demi menggapai karunia Allah berupa kekayaan harta dan ketercukupan kebutuhan hidup. Bagi kaum shufiyin, perubahan zaman merupakan sunatullah yang mustahil untuk ditentang. Namun, semuanya bertujuan hanya untuk sebagai jembatan untuk mempermudah jalan menuju akhirat. Singkatnya, theologi sufi tak pernah kontra dengan modernisme dalam segala bidang.

Untuk menopang dua paduan tersebut, ajaran tashawwuf melakukan transformasi pendidikan, sehingga muncul sebuah analogi, “Jika jas dikenakan seorang biduan maka jas tersebut ikut berjoget, sebaliknya manakala dikenakan oleh seorang ahli ibadah maka ikut bersujud.” Demikian juga dengan kemajuan teknologi. Di tangan ahli ibadah, kemajuan teknologi adalah alat menuju taraf mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih baik.

Ali bin Abi Thalib berkata, “Didiklah dan persiapkanlah anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Mereka akan hidup di suatu zaman yang bukan zamanmu.” Menyadari atas realitas tersebut, maka lahirlah seorang ulama yang saintis, dan saintis yang ulama. Maka kemudian, banyak bermunculan di jantung pradaban Islam banyak pakar matematika, sains, dan sebagainya yang shalih seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusydi, Al-Idrisi, Al-Khawarizmi, Ibnu Firnaz, dan sebagainya. Mereka adalah ilmuwan muslim, ulama, sekaligus filosof dan ahli tashawwuf.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Holikin

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments