Berada Di Rumah Membuat Tidak Nyaman? Mungkin Anda Berada Di Keluarga Toxic

Berada Di Rumah Membuat Tidak Nyaman? Mungkin Anda Berada Di Keluarga Toxic 1

Seorang anak tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga kaya atau keluarga miskin. Ia juga tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi ayah dan ibunya. Oleh karena itu kita tidak pernah bisa memilih bagaimana keluarga kita nanti. Apakah harmonis? Apakah penuh kebahagiaan atau sebaliknya. Pada Kenyataannya tidak semua keluarga adalah keluarga cemara. Tidak sedikit yang merasa bahwa ketika berada di rumah ia malah tidak nyaman.  Banyak masyarakat yang merasa bahwa ia merasa hidup di keluarga yang salah. Banyak masalah yang timbul dari sebuah keluarga. Hal ini mengakibatkan munculnya rasa tidak nyaman ketika Anda berada dirumah.

Beberapa ahli mengatakan bahwa alasan timbulnya ketidaknyamanan berada di rumah dan berkumpul bersama keluarga karena keluarga toxic . Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dan sering mendengar sebutan toxic parent atau keluarga toxic. Namun bagi sebagian orang  masih merasa awam dengan keadaan seperti ini. Toxic family adalah keadaan dimana para anggota keluarga saling menyakiti baik lisan maupun verbal. Toxic family ini muncul ketika seorang anggota keluarga bersikap dominan dan menekan pihak lain agar menuruti egonya. Hal ini mengakibatkan seseorang akan merasa sedih, cemas, setres, dan marah ketika berinteraksi dan berhadapan dengan orang tersebut.

Pada konteks orang tua dan anak, seringkali orangtua memaksakan egonya kepada anak. Sikap mengkritik, mencemoh, memberikan sindiran, dan jarang memberikan apresiasi pada prestasi anak adalah bentuk sikap dari toxic family. Padahal setiap orangtua wajib memberikan afeksi kepada anak. Afeksi ini berupa kasih sayang kepada anak yang diwujudkan dalam sikap peduli, khawatir, melindungi sang anak. Inti dari toxic pada orangtua adalah keadaan ketika anak tidak menjadi pusat perhatian dari orang tua, keluarga lebih sering menuntut dan tidak pernah memberi dukungan pada anak, kebutuhan anak tidak terpenuhi, terlalu menekan, mengabaikan dan tidak mempedulikan seorang anak. Hal ini berpotensi munculnya kepribadian buruk pada anak atau mental anak menjadi terganggu. Misalnya rasa tidak percaya pada siapapun, terlalu cemas, tidak percaya diri, overthingking, anak menjadi introvert, stres yang berlebih dan sebagainya.  

Penyebab keluarga toxic adalah :

1. Terjadi Permasalahan Besar Dalam Sebuah Keluarga

Sebagian besar munculnya toxic family ini karena adanya permasalahan dalam sebuah keluarga seperti perceraian, Tentu saja seorang anak akan merasakan dampak dari permasalahan ini. Karena keluarga adalah lingkungan primer bagi anak. Sehingga ketika toxic family ini terjadi yang diakibatkan oleh perceraian pasti akan mempengaruhi kepribadian dan mental seorang anak.

2. Pengaruh Lingkungan Luar

Lingkungan eksternal sangat mempengaruhi kepribadian dan pola pikir seseorang. Orang tua yang sedang mengalami tekanan dari lingkungan luar, baik masalah finansial, pekerjaan dan lainnya memungkinkan munculnya kondisi toxic family.

3. Kurangnya Kedekatan Antara Orang Tua Dan Anak

Komunikasi menjadi kunci dalam keharmonisan sebuah hubungan, terutama dalam keluarga. Kedekatan antara orang tua dan anak bisa dimulai dengan seringnya berinteraksi. Dengan begitu, mereka akan memahami kepribadian dan keinginan satu sama lain.

4. Gangguan Kesehatan

Pada beberapa kondisi keluarga, gangguan kesehatan yang diderita oleh orangtua bisa saja menyebabkan timbulnya perilaku toxic ini. Jika orang tua terlahir dengan mengidap suatu penyakit tertentu, memang dapat menimbulkan kondisi keluarga toxic karena masalah kesehatan mental dan emosi yang tidak stabil.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fitria Anggraini