Berada Di Rumah Membuat Tidak Nyaman? Mungkin Anda Berada Di Keluarga Toxic


Berada Di Rumah Membuat Tidak Nyaman? Mungkin Anda Berada Di Keluarga Toxic

Seorang tidak bisa memilih dilahirkan dari kaya atau miskin. Ia juga tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi ayah dan ibunya. Oleh karena itu kita tidak pernah bisa memilih bagaimana kita nanti. Apakah harmonis? Apakah penuh kebahagiaan atau sebaliknya. Pada Kenyataannya tidak semua adalah cemara. Tidak sedikit yang merasa bahwa ketika berada di rumah ia malah tidak nyaman.  Banyak masyarakat yang merasa bahwa ia merasa hidup di yang salah. Banyak masalah yang timbul dari sebuah . Hal ini mengakibatkan munculnya rasa tidak nyaman ketika Anda berada dirumah.

Beberapa ahli mengatakan bahwa alasan timbulnya ketidaknyamanan berada di rumah dan berkumpul bersama karena . Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dan sering mendengar sebutan toxic parent atau . Namun bagi sebagian orang  masih merasa awam dengan keadaan seperti ini. Toxic family adalah keadaan dimana para anggota saling menyakiti baik lisan maupun verbal. Toxic family ini muncul ketika seorang anggota bersikap dominan dan menekan pihak lain agar menuruti egonya. Hal ini mengakibatkan seseorang akan merasa sedih, cemas, setres, dan marah ketika berinteraksi dan berhadapan dengan orang tersebut.

Pada konteks orang tua dan , seringkali orangtua memaksakan egonya kepada . Sikap mengkritik, mencemoh, memberikan sindiran, dan jarang memberikan apresiasi pada prestasi adalah bentuk sikap dari toxic family. Padahal setiap orangtua wajib memberikan afeksi kepada . Afeksi ini berupa kasih sayang kepada yang diwujudkan dalam sikap peduli, khawatir, melindungi sang . Inti dari toxic pada orangtua adalah keadaan ketika tidak menjadi pusat perhatian dari orang tua, keluarga lebih sering menuntut dan tidak pernah memberi dukungan pada , kebutuhan tidak terpenuhi, terlalu menekan, mengabaikan dan tidak mempedulikan seorang . Hal ini berpotensi munculnya kepribadian buruk pada atau mental menjadi terganggu. Misalnya rasa tidak percaya pada siapapun, terlalu cemas, tidak percaya diri, overthingking, anak menjadi introvert, stres yang berlebih dan sebagainya.  

Penyebab adalah :

1. Terjadi Permasalahan Besar Dalam Sebuah Keluarga

Sebagian besar munculnya toxic family ini karena adanya permasalahan dalam sebuah keluarga seperti perceraian, Tentu saja seorang anak akan merasakan dampak dari permasalahan ini. Karena keluarga adalah lingkungan primer bagi anak. Sehingga ketika toxic family ini terjadi yang diakibatkan oleh perceraian pasti akan mempengaruhi kepribadian dan mental seorang anak.

2. Pengaruh Lingkungan Luar

Lingkungan eksternal sangat mempengaruhi kepribadian dan pola pikir seseorang. Orang tua yang sedang mengalami tekanan dari lingkungan luar, baik masalah finansial, pekerjaan dan lainnya memungkinkan munculnya kondisi toxic family.

3. Kurangnya Kedekatan Antara Orang Tua Dan Anak

Komunikasi menjadi kunci dalam keharmonisan sebuah hubungan, terutama dalam keluarga. Kedekatan antara orang tua dan anak bisa dimulai dengan seringnya berinteraksi. Dengan begitu, mereka akan memahami kepribadian dan keinginan satu sama lain.

4. Gangguan Kesehatan

Pada beberapa kondisi keluarga, gangguan kesehatan yang diderita oleh orangtua bisa saja menyebabkan timbulnya perilaku toxic ini. Jika orang tua terlahir dengan mengidap suatu penyakit tertentu, memang dapat menimbulkan kondisi karena masalah kesehatan mental dan emosi yang tidak stabil.

Baca Juga

Exit mobile version