Berburu Sunrise & Sunset di Jiku Merasa, Pulau Buru

Berburu Sunrise & Sunset di Jiku Merasa, Pulau Buru

Jiku Merasa adalah salah satu desa di Kecamatan Lilialy, Pulau Buru, Maluku. Desa ini telah lama menjadi lokasi wisata andalan Pulau Buru. Selain itu, desa ini juga merupakan salah satu desa tercantik di Pulau Buru, yang dikarenakan panorama alam desa ini berupa pantai jikumerasa, danau, dan bebukitan, menjadi satu paket landscape yang indah dan tiada duanya. Desa Jiku Merasa telah menjadi tujuan wisata semenjak Pulau buru masih menjadi tempat buangan hingga bermekaran menjadi sebuah kabupaten di Maluku. Di Desa ini pula kita dapat menikmati matahari terbit dan tenggelam dalam satu ruang. 

Jika kau merasa penat, mainlah ke Jiku Merasa

Matahari Terbit yang Memukau

Matahari terbit atau sunrise dapat dikatakan sebagai filosofi semangat. Karena ia hadir di pagi hari, dimana pagi adalah waktu memulai selaga aktivitas, termasuk mencari nafkah. Waktu pagi juga memaksa kita untuk terus semangat mencapai tujuan dan impian. 

Sunrise di Jiku Merasa
Sunrise di Jiku Merasa

Di pantai Jiku Merasa, “semangat” itu sangat indah. Mahatari terlihat lebih besar dan bulat dan seolah-olah hadir dari lautan. Pagi yang dingin dan sejuk pun menjadi hangat karena diterpa cahanya matahari kuning muda. yup, marahari pagi Jiku Merasa, hangat dan bikin hati tenang. 

Spot yang dapat dijajaki untuk melihat matahari terbit di Jiku Merasa itu adalah pantai Pasir Putih dan Pantai Baikolet. Hadirlah disana pada pukul 06.00 WIT atau kurang dari itu dan rasakankanlah hangatnya matahari pagi Indonesia Timur menerpa kulit Anda. Di Pagi hari yang tenang dan sepi itu, kita bisa menghirup udara bersih, menyerap sumber vitamin D (sunshine vitamin) untuk memperkuat sistem imun kita, serta merelaksasikan urat-urat syaraf dan otot kita dengan berjalan kaki diatas kerikili dan pasir putih pantai Jiku Merasa.

Area pantai pada pagi hari yang cukup sepi juga dapat dimanfaatkan sebagai area olah raga pagi, seperti: yoga, work out, ataupun jogging bareng. Tentunya, anda bisa langsung berenang di lautan yang tenang pada pagi hari itu, sepuasnya. 

Jangan lupa untuk membawa sarapan Anda dari rumah masing-masing, karena sarapan yang dijual oleh masyarakat di Jiku Merasa pada pagi hari belum memadai. 

Matahari Terbenam : mungkin potensial tapi diabaikan 

Matahari terbenam atau sunset di Jiku Merasa seloah diabaikan dan tak terpantau, bahkan mungkin masyarakat baru tahu jika ada potensi matahari tenggelam di Jiku Merasa melalui tulisan ini. 

Berbeda dengan pantai lainnya di Indonesia, posisi matarari terbenam di Jiku Merasa tidak diatas lautan, namun diatas bukit kayu putih (teletabis) desa tersebut. Walaupun tidak benar-benar terbenam dan cantik seperti layaknya matahari terbenam di atas lautan, menurut saya potensi matahari terbenam di desa Jikumerasa itu unik dan cantik. Ya, karena pemandangan matahari sore di Jiku Merasa adalah matahari yang berada diatas danau dan secara perlahan-lahan terbenam dibalik bukit teletabis (bukit kayu putih).

Untuk menikmati panorama ini, kita harus berada di atas danau menggunakan perahu nelayan, mulai pada pukul 16.00 WIT.

Mengapa matahari sore itu belum dinikmati oleh wisatawan di Pulau Buru? 

Setidaknya, ada beberapa alasan yang menyebabkan masyarakat belum bisa menikamati matahari sore di danau air asin Jiku Merasa itu, yaitu:  pertama, lokasi danau air asin tersebut masih dianggap angker untuk menikmati matahari sore oleh masyarakat setempat. Ini sangat terlihat dari reaksi para pengunjung saat naik perahu pada sore hari. Biasanya pengunjung atau nelayan yang mengendarai perahu langsung menginstruksikan balik secepatnya. Hal ini juga didukung dengan banyaknya cerita mistis yang beredar. Berdasarkan cerita-cerita setempat, danau tersebut ada penunggunya dan pernah ada nelayan yang hilang dan meninggal di danau tersebut. Selain itu, karena masyarakat khawatir masih ada buaya dalam danau tersebur, sehingga berbahaya jika berada di danau tersebut pada sore hari.

Alasan yang kedua adalah belum terbiasanya masyarakat menikmati matahari senja, yang dikarenakan adanya anggapan akan diganggu setan (pamali) dan lainnya. Namun, jika anda adalah orang yang suka tantangan dan berpetualang, cobalah mendaki bukit dan menikmati senja yang cantik dan unik dari kaki bukit yang menyelimuti danau air asin itu. 

Jiku Merasa bukan hanya cerita dan napas wisata Pulau Buru, namun juga adalah sebuah anugrah yang maha kuasa untuk masyarakat setempat dan sekitarnya. Suguhan alam, panorama, dan landscape dalam satu bingkai, menjadikan lokasi ini sebagai andalah pariwisata di Pulau Buru. Tentunya yang harus kamu tahu dan perlu di buru dari lokasi ini adalah sunrise dan sunset-nya yang memukau.  Mungkin anda akan menemukan filosofi-filosofi baru dalam hidup anda melalui fenoma alam nan unik di Jiku Merasa itu. 

Untuk menikmati itu semua, Anda sudah tentu harus ke Pulau Buru terlebih dahulu, jadi, yuk berburu sunrise dan sunset di Pulau Buru! 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Amina Kurniasi Alu