Berguru pada Mas Aik: Dari Sambatan menjadi Cuan

Berguru pada Mas Aik: Dari Sambatan menjadi Cuan 1

Sambat. Orang Jawa pasti sudah familiar dengan kata ini, bahkan yang dari luar Jawa pun mungkin kini sudah mengerti karena sering melihat kata ini di media sosial. Yap, sambat adalah sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti keluhan atau mengeluh. Orang-orang Jawa biasanya menyisipkan sambatan di tengah obrolan-obrolan santai dengan orang lain. Kini, media sosial pun menjadi salah satu sarana alternatif untuk sambat tanpa harus merepotkan orang lain.

Cukup tulis apa yang sedang kita rasakan lalu biarkan saja, “mau orang-orang peduli atau enggak ya bodo amat, yang penting aku udah lega”, begitu kira-kira gambarannya. Di media sosial, kita bisa menemukan berbagai sambatan para penggunanya, mulai dari sambatan tentang kehidupan sehari-hari, pekerjaan, kuliah, hingga urusan asmara. Namun, siapa sangka, dibalik fenomena sambat ini, ada sosok cerdas yang memanfaatkannya menjadi hal-hal positif dan menginspirasi.

Dialah Mas Aik, pemilik akun Twitter dan Instagram Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini  yang kini juga telah menerbitkan buku dengan judul sama. Pria asli Yogyakarta ini membagikan pengalamannya di dunia per-sambat-an dalam salah satu sesi acara Indonesia Writers Festival 2021 yang diselenggarakan IDN Times dengan judul “Jaga Semangat, Jangan Lupa Sambat” pada Jum’at (29/10/2021) kemarin. Dalam acara ini, Mas Aik menceritakan perintisan akun NKSTHI, proses pembuatan konten yang biasa ia lakukan, serta berbagi tips-tips menulis konten dan copywriting.

Mas Aik dalam acara Indonesia Writers Festival 2021, Jum'at (29/10/2021)
Mas Aik dalam acara Indonesia Writers Festival 2021, Jum’at (29/10/2021)

Perjalanan NKSTHI dimulai pada tahun 2018. Saat itu sedang ramai akun Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang telah dibuat versi buku dan film-nya. Mas Aik yang merasa terinspirasi kemudian tertarik mencoba membuat akun serupa namun dengan gaya yang berbeda. Akhirnya dicetuskanlah nama “Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini” yang kemudian langsung dibuatkan akun  media sosial Twitter dan Instagram-nya.

Mas Aik yang memang memiliki hobi menulis dan menggambar mengisi akun ini dengan kata-kata singkat namun ngena bertema sambatan yang ditambahkan ilustrasi sederhana nan lucu. Kala itu, sambat merupakan hal yang tabu dan orang yang melulu sambat di media sosialnya mungkin akan dikritik oleh orang lain, sehingga Mas Aik tertarik membuat konten-konten sambat guna merangkul orang-orang yang merasa sungkan untuk sambat di akunnya dan merasa relate ketika melihat konten-konten NKSTHI.

Tak disangka, akun ini mendapatkan respon positif dari para pengguna media sosial dan memiliki tak kurang dari 1,3 juta pengikut hinga kini. Bahkan meskipun kebanyakan kontennya menggunakan bahasa Jawa, tak sedikit dari para followers yang tidak mengerti bahasa Jawa namun tetap bisa menangkap maksud dari setiap sambatan itu.

Salah satu konten di akun Instagram Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini
Salah satu konten di akun Instagram Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini

Ditanya mengenai proses penulisan setiap kontennya, Mas Aik menceritakan bahwa pertama-tama ia melakukan teknik UGC atau User Generated Content untuk mengamati dan mengumpulkan sambatan-sambatan warganet melalui observasi, survei, dan tanya jawab. Sambatan-sambatan yang terkumpul kemudian dikelompokkan menjadi beberapa kategori, misal tentang cinta, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Selanjutnya adalah yang paling menantang, proses kreatif. Mas Aik mengumpulkan kata kunci dari beberapa sambatan terpilih, kemudian disederhanakan menjadi kalimat efektif dalam bahasa Indonesia. Baru kemudian dijadikan kalimat final dengan mix & match Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia yang disertai visualisasi yang menarik.

Dalam acara ini, Mas Aik juga membagikan tips-tips menulis konten dan copywriting agar bisa menghasilkan kalimat-kalimat simpel namun relatable. Berikut adalah beberapa tips menulis yang dibagikan Mas Aik:

1. Perbanyak referensi

Penulis yang baik tentunya memilik referensi yang banyak. Mas Aik tak memungkiri bahwa membaca adalah kunci utama agar bisa menulis dengan baik. Terkhusus untuk belajar copywriting, Mas Aik menyarankan kita untuk sering melihat iklan. Sebuah iklan dibuat oleh para ahli di bidang copywriting dan telah melalui proses panjang sebelum akhirnya dipublikasikan. Dari iklan, kita bisa belajar seperti apa mengolah kata-kata menjadi kalimat yang efektif dan menarik para konsumen. Ilmu ini tentunya juga bisa diterapkan untuk membuat konten tulisan yang menarik dan relatable.

2. Menulis efektif

Dalam belajar menulis, Mas Aik menyarankan untuk menggunakan platform sesuai kegunaannya. Jika ingin belajar menulis artikel panjang kita bisa menggunakan platform seperti Facebook, Tumblr, dan blog. Namun, jika ingin belajar menulis efektif ala copywriting maka kita bisa menggunakan Twitter. Hal ini juga yang dipraktekkan Mas Aik sejak dulu. Dengan jumlah karakter yang terbatas, ia ditantang untuk menggunakan kreativitasnya dalam menciptakan kalimat-kalimat pendek yang to the point dan ngena bagi para pembacanya.

3. Olah kata

Perbendaharaan kata yang melimpah tentunya menjadi faktor utama dalam kemampuan membuat kalimat-kalimat yang menarik. Selain itu, variasi bentuk kata yang digunakan juga bisa menambah sisi estetika dalam sebuah tulisan. Hal ini bisa dikembangkan dengan melihat sinonim-sinonim dari sebuah kata dan mencari bentuk terbaiknya. Mas Aik menambahkan sebuah kalimat juga bisa lebih menarik jika memiliki memiliki rima tertentu.

Tak bisa dipungkiri, sambat merupakan hal yang manusiawi dan dilakukan hampir semua orang untuk melepaskan beban yang dirasakan. Problemnya adalah bagaimana kita menyalurkan sambatan-sambatan kita tanpa mengganggu dan merugikan orang lain, serta sebisa mungkin mengarahkannya pada hal-hal positif. Belajar dari Mas Aik, konten sambat yang awalnya ia buat hanya karena iseng ternyata malah disambut positif dan menginspirasi banyak orang. Ia pun kini telah melebarkan sayap NKSTHI dengan memproduksi merchandise dan memiliki sebuah warung bernama Warung Mbah Sambat.

Siapa yang menyangka bahwa tulisan-tulisan sambat yang dulunya dicap negatif oleh banyak orang ternyata kini malah populer dan digemari kalangan anak muda. Bukan tidak mungkin kita juga bisa menemukan inovasi-inovasi baru dengan melihat sisi lain sebuah fenomena sesuai passion kita. Kuncinya adalah konsistensi untuk mengembangkan hobi dan tidak mudah puas dengan sebuah pencapaian. Jadi gimana, sudah siap menjadi hebat sambil tetap sambat?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Kirom Madas