Berita

30 Narapidana Pemeluk Agama Konghucu Dapat Remisi Saat Imlek

Hari Raya Imlek 2019 yang jatuh pasa Selasa (5/2/2019) kemarin, menjadi saat yang penting bagi para pemeluk Agama konghucu. Tak terkecuali pemeluk agama Konghucu yang mendekam di balik jeruji besi. Kementerian Hukum dan HAM (kemenkumham) memberikan remisi kepada 30 narapidana dari total 65 narapidana pemeluk agama Konghucu, yang tersebar di seluruh wilayah kantor kemenkumham di Indonesia.

Kantor wilayah kemenkumham Bangka Belitung, menjadi penerima remisi khusus paling banyak, yakni sebanyak 17 narapidana. Sementara selebihnya tersebar di berbagai wilayah hukum kemenkumham seluruh indonesia. Di antaranya, kanwil kemenkumhan Kepulauan Riau, Sumatra Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementriqn Hukum dan HAM, Sri Puguh Utami, menuturkan ada 30 nara pidana yang diberikan Remisi Khusus (RK) saat perayaan Imlek 2019. Remisi yang diberikan pengurangan sebagian atau RK 1.

“Dari 30 narapidana penerima RK Hari Raya Imlek 2019, seluruhnya mendapat remisi pengurangan sebagian atau RK I, dengan rincian, 8 orang mendapat remisi 15 hari, 18 orang mendapat remisi 1 bulan dan 4 orang mendapat remisi 1bulan 15 hari. Ujar Utami. Dilansir cnnindonesia.com.

Dari pemberian remisi kepada 30 narapidana tersebut, diklaim mengurangi pengeluarn anggaran negara sebesar Rp. 12.348.000. Dengan catatan biaya makan napi perhari rata-rata Rp. 14.700.

Pemberian remisi sendiri berjalan dengan lancar dan cepat karena menggunakan secara online dengan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Diharapkan dengan pemberian remisi khusus di Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili ini, nara oidana bisa menjadi lebih baik dan religius. (AF)

Baca juga  Destinasi Wisata Baru Untuk Warga Jakarta di Kemayoran
Related posts
Budaya

8 Hal yang biasanya dilakukan oleh orang Tionghoa pada saat Imlek