Berkendara di Jalan Raya Jaman Now, Sekolah Kesabaran Gratis

Berkendara di Jalan Raya Jaman Now, Sekolah Kesabaran Gratis

Pagi-pagi tadi seperti biasa menuju kantor. Di depan gang, beberapa sepeda motor nyelonong dengan kecepatan tinggi. Untung sudah antisipasi karena biasa memang begitu.

Sebentar kemudian, di ada lagi seorang mbak-mbak, keluar dari gang sebelah kiri, tanpa menoleh, tanpa berhenti dulu langsung masuk .

Spontan aku bunyikan klakson dengan sedikit emosi dan kusalip dengan kecepatan lebih tinggi. Eh… malah dia yang menampilkan gesture marah dengan menyalip balik.  

Rasanya pengen kukejar lagi. Tapi ah.. sudahlah. Siapa yang gila nanti jadinya. Astaghfirullah….

Baca juga  Menanggapi Kasus Anak 10 Tahun Mengikuti Challenge TikTok Berujung Meninggal Dunia, Orang Tua Gugat Platform Tiktok
via pixabay.com
via pixabay.com

Memang begitulah kondisi jalanan sekarang. Penuh sesak, salip-salipan, semua mengejar waktu dengan dada bergemuruh dan emosi memuncak.

Ada pengguna jalan lain melakukan sedikit kesalahan langsung main semprot, klakson panjang, dan respon negatif lain.

Sebenarnya, waktu tidak sedang sensitif, kondisi yang seperti itu bisa dijadikan ajang untuk melatih kesabaran. Menggembleng diri untuk bersikap lebih bijaksana. Caranya?

1. Mengalah   

Secara teori, mengalah memang lebih baik. Tetapi praktiknya itu sangat sulit. Ada celah sedikit saja, pengendara sepeda motor akan menerobos bahkan kadang sedikit menyenggol tidak masalah.

Baca juga  Mari Menyelami Manusia Korporat

Jika semua orang mau mengalah, suasana semrawut di akan lebih adem. 

2. Memberi jalan ke orang lain

Saat di jalur utama, banyak yang merasa lebih berhak menggunakan jalan tanpa melihat orang lain mau belok, atau mau nyebrang, atau mau putar balik.

Mungkin kadang-kadang kita berhenti sejenak untuk memberikan mereka kesempatan. Toh nggak butuh waktu lama. Anggap saja sedekah jalan. Maksudnya memberi kesempatan orang lain jalan dulu.

Baca juga  Masa Depan Electronic Dance Music (EDM) & Budaya Indonesia

3. Tidak mengambil jalur pengendara lain

Perilaku secara zig zag bagi yang sudah trampil memang tidak masalah. Tetapi itu akan sangat membahayakan orang lain.

Dengan belajar tidak mengambil jalur pengendara lain, itu sudah merupakan usaha untuk belajar sabar.

Indahnya keteraturan di jalan raya
Indahnya keteraturan di

Jika semua orang sedikit banyak merubah diri dengan belajar sambar, suasana panas di mungkin akan sedikit lebih adem.

Sabar adalah akhlak yang baik. Sabar di butuh dilatih. Latihannya tidak sebentar dan tidak harus secepatnya berhasil. Semangat!!!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Tri Astuti Ari Winarti