Bertemu “Oppa” Lokal Indonesia

Bertemu "Oppa" Lokal Indonesia

Hai, namaku Agisti Noviyanti. Umurku 16 tahun menginjak kelas 2 SMA. Aku bersekolah disalah satu sekolah menengah di . Sampai saat ini aku teringat pada hari itu, hari dimana aku bertemu dengan “” lokal indonesia.

Hari itu aku benar – benar melihat dengan mataku sendiri bahwa ada “” nyasar sampai ke . Dan aku pun terheran, masa sih? korea sampai nyasar ke daerah terpencil ditempatku ini.

Apakah memangnya ada sebuah shooting yang diadakan disini? Ataukah memang dia beneran nyasar? Lebih baik aku tanya saja, kasihan kalau dia sampai ditipu orang yang jahat.

“Permisi tuan, apakah kamu berasal dari ?” Kataku bertanya kepadanya.

“Eumm, tidak. Aku kesini hanya untuk berwisata saja” Katanya tersenyum manis.

“Eumm, bagaimana kalau saya menawarkan diri sebagai pemandu anda tuan?” Kataku menawarkan diri kepadanya.

“Oh, tentu. Saya sangat dengan senang hati menerimanya” Katanya tersenyum gembira.

Pertama – tama, aku pun mulai mengenalkan tentang diriku dan sedikit bercerita singkat tentang . Oh iya, dia juga memperkenalkan dirinya dan ku tahu namanya adalah Jeong Jung Yong/Haris Maulana. Ternyata ia, keturunan korea – indonesia campur jawa gaes.

Baca juga  10 Kota Teraman di Dunia

Whoaa, hebat yah kak haris ini hampir mirip sama artis korea yang sering kulihat di tv. Jadi makin gak sabar buat memperkenalkan budaya khas sunda ke kak haris ini alias lokal.

Aku pun memulai tur kami dengan mendatangi salah satu yang terkenal didaerahku, yaitu Binuangen.

Bertemu "Oppa" Lokal Indonesia

ini sangat cocok didaerahku dikarenakan sunsetnya yang cantik ketika senja sudah datang.

Baca juga  Antara Dua Pilihan

Lalu, aku pun lanjut mendatangi Negeri diatas awan. Negeri yang banyak sekali awannya, serasa kita lagi diatas langit.

Kemudian, aku pun mulai mengajaknya ke sawarna, bukit padi dan yang terakhir adalah anyer.

Tak terasa, hari sudah menjelang sore. Kami pun balik ke tempat pertemuan kami sebelumnya. Disaat kami menuju pulang, Kak Haris mampir mengajakku untuk membeli jajanan malam dan beberapa pernak pernik yang dijual di pinggir jalan.

Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di tempat pertemuan kami, aku pun turun dari bis. Dan berkata

“Kak haris, gimana hari ini? Enak gak? Kalau bisa kapan – kapan kakak berwisata kesini lagi yah kak” Kataku gembira dan semangat.

“Iya dek, kakak juga hari ini mau checkout mau balik ke . Soalnya kakak juga harus balik ke korea lagi. Oh iya, ini ada oleh – oleh dari ku sebuah gelang dan topi rajut untukmu” Katanya sambil memberiku sebuah tas belanjaan.

“Eh kak, gak usah. Aku niatnya hanya ingin memperkenalkam kakak alam saja tidak ada maksud tertentu” Kataku menolak halus.

“Tidak apa – apa dek, ambil saja pemberian kakak. Anggapa saja ini kenangan dari kakak” Katanya sedikit memaksa.

Akhirnya aku pun menerimanya dengam senang hati, dan ia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju penginapannya.

Baca juga  Pro-Kontra Naiknya Harga Tiket Borobudur

Aku pun berbalik arah menuju pulang sambil bersenandung ria. Hahh, senangnya hari ini bisa bertemu korea “lokal” indonesia.

Semoga kelak, aku bisa bertemu dengan kak haris/ Jung di kemudian hari. Terima kasih, ( Lokal ) Indonesia.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nofi Agustina