Beruntung Atau Tidakkah Dalam Mendapatkan Pasangan, Cermati 3 Hal Ini


Beruntung Atau Tidakkah Dalam Mendapatkan Pasangan, Cermati 3 Hal Ini 1

“Beruntung sekali ya kamu dapat pasangan seperti dia.” Kata seperti ini secara spontan terlontar dari kebanyakan orang. Kata beruntung mendapatkan pasangan juga sering berseliweran di media sosial. Secara sadar atau tidak sadar banyak orang yang berucap akan hal tersebut.

Dalam memilih pasangan bukanlah perkara yang gampang. Butuh proses yang penjang sehingga mengambil keputusan besar bagi pria dan wanita ketika memutuskan untuk menjalin ikatan pernikahan.

Beberapa hal mungkin kita cermati pernyataan mengenai kata beruntung ketika mendapatkan pasangan.

1. Arti Beruntung

Hal yang pertama harus kita mengerti mungkin persepsi mengenai beruntung. Dalam KBBI pengertian dari beruntung adalah mendapatkan laba, bernasib baik, mujur, bahagia, dan berhasil. Kata beruntung memang banyak dipergunakan dalam berdagang. Beruntung juga bisa dikaitkan dengan nasib baik.

Menurut saya beruntung itu konsepnya bisa didapat secara tiba-tiba dan tidak terduga kita dapatkan. Contohnya seperti ada seorang bapak ingin mencari buah dan susah menemukannya saat itu. Buah ini sangat dibutuhkan untuk membantu anaknya makan supaya lancar. Bapak ini melihat ada sebuah warung menjual jeruk peras. Dia kemudian meminta jeruk itu satu atau dua buah dan akan dibayar. Pemilik warung itu memberikan jeruk itu secara cuma-Cuma dan tidak perlu dibayar. Nah, bapak ini beruntung mendapatkan jeruk gratis.

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa proses beruntung itu didapatkan secara tidak terduga.

2. Proses Memilih Pasangan

Memutuskan untuk menjadi pasangan dalam ikatan pernikahan bukanlah perkara yang simple. Tidak mungkin kenal baru semenit langsung diajak nikah.

Proses menjadi pasangan itu butuh pengenalan satu sama lain. Dari sini akan mengenal karakter masing-masing. Dari pengenalan karakter ini akan mengenal baik dan buruknya dari pasangan tersebut.

Bahkan orang yang mengenal lama sekalipun, ketika menjadi pasangan menemukan hal-hal baru dari karakter dan sifat dan mungkin itu hal yang tidak terduga.

Dari sini kita melihat bahwa dalam memilih pasangan ini bukanlah didapatkan secara tidak terduga. Masing-masing dari pasangan itu secara sadar menetapkan pilihannya masing-masing. 

Jadi, melihat dari penjelasan sebelumnya dapat dikatakan bahwa mendapatkan pasangan itu bukanlah hal yang beruntung.

3. Tidak Membandingkan Pasangan

Kata beruntung ini juga dapat menimbulkan masalah berlanjut secara tidak sengaja jika diucapkan. Kata beruntung dapat menjadi ajang perbandingan ke pasangan sendiri. Merasa pasangan orang lain lebih baik dan tidak terlalu bersyukur dengan pasangan sendiri.

Membandingkan pasangan itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Setiap pasangan sudah punya plus dan minus. Yang terlihat orang hanya sedikit dan yang melihat secara keseluruhan adalah pasangan itu sendiri. Semuanya sudah ada porsinya masing-masing.

Ketika sudah menetapkan pilihan dengan proses pengenalan akan mengurangi dalam membandingkan pasangan ke pasangan lain. Cukup menerima apa adanya dari pasangan kita.

Ternyata pernyataan beruntung ini tidak sepenuhnya bisa bermakna positif. Ada hal yang perlu kita waspadai dengan pernyataan ini. Sangat tidak diharapkan karena pernyataan ini menjadi sumber perpecahan dalam pasangan. Untuk itu lebih bijaklah kita dalam berkata mengenai pernyataan ini.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap