Biarkan Aku Berada Pada Jalanku


Biarkan Aku Berada Pada Jalanku 1

Masa – masa yang cukup melelahkan telah Rani jalani. Saatnya memasuki lelah selanjutnya yang pastinya masih belum terlihat akan seperti apa kejadiannya. Ya, Rani berkuliah di kampus swasta di Pekanbaru dengan jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Akan memasuki semester 4.

Namun, sebenarnya semakin ke atas tentunya semakin susah untuk dijalani. Cobaan pun pastinya semakin beragam saja bentuknya. Apalagi Rani adalah anak rantau, yang tentunya semakin sering diuji.

Seperti dari keluarga, dia sangat sering diremehkan mengenai jurusannya saat ini.

“Hahaha. Ngapa Rani pilih jurusan itu? Jurusan itu sepi, tak heboh kawan – kawannya. Mana enak kuliah kayak gitu. Terus tak asik lah jurusannya, apa yang dipelajari? Ngajari anak kecil? Itu nanti kalau dia mau buang air, mau aja tu Rani bersihkan? Memanglah kamu Rani.” Ujar tantenya kepada Rani.

Rani hanya bisa terdiam. Awalnya dia mengira yang dikatakan antenya itu benar adanya. Namun, pada kenyataannya jurusan yang dia pilihlah yang paling bising. Karena jurusan tersebut dituntut untuk bisa banyak berbicara, apalagi jika akhirnya sudah berhadapan dengan anak – anak. Harus pandai sekali menarik segala perhatian agar dia tidak rewel lagi. Rani pun baru menyadari ketika dia sudah masuk perkuliahan.

Teman – teman yang dikatakan antenya tidak heboh. Nyatanya salah besar, jurusannya tersebut membuat mahasiswanya menjadi lebih banyak berbicara. Jadi, bukan hanya ketika belajar saja aktif namun di luar itu lebih sangat aktif lagi. Malahan terkadang Rani sempat saja sakit hati dengan salah satu temannya akibat perkataannya. Namun, Rani mencoba untuk memahami karena jurusannya tersebut pastinya banyak saja hal yang dibicarakan bahkan curhat pun bisa sangat lama sampai lawan bicara yang bukan satu jurusan pun tidak berkesempatan untuk bicara.

Jadi, Rani merasa sudah terjawab akan perkataan – perkataan orang lain. Semuanya tidak benar adanya. Nyatanya sampai sekarang dia bertahan saja dan nyaman saja dengan jurusan maupun kampusnya sekarang ini. Apalagi ditambah dengan teman – teman yang selalu ada dikala senang maupun susah, membuatnya semakin bertambah senang dan nyaman.

Juga, dia sering dibandingkan dengan sepupunya karena berkuliah di negeri dan menurut keluarga itu lebih keren. Apalagi setiap dia datang, dia sangat disambut dengan kebahagiaan. Sampai Rani terlupakan. Pernah suatu kejadian di waktu kumpul keluarga, tantenya membeli minuman. Namun, ketika minuman itu sudah ada di rumah, yang hanya ada minuman untuk sepupunya. Rani terlupakan. Tantenya mengatakan dia lupa akan Rani.

Rani hanya bisa terdiam. Dia juga tidak mau melawan. Dia tetap tersenyum agar kejadian yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Walaupun seperti itu, dia tetap yakin pada dirinya sendiri. Dia akan bisa sukses dengan pilihannya saat ini dan bisa membanggakan orang tuanya. Walaupun cobaan terus menghampiri dirinya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rewina Dianti

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap