Boby Tince memilih hijrah sebagai langkah besar untuk mengubah arah hidupnya secara total. Keputusan ini menandai titik balik signifikan bagi sosok aktor sebelumnya sangat populer di panggung hiburan Indonesia dengan persona feminin yang khas. Langkah ini bukan sekadar pergantian gaya hidup. Akan tetapi, sebuah komitmen spiritual untuk menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip yang diyakini.
Alasan di Balik Keputusan Boby Tince Memilih Hijrah
Perjalanan Boby Tince memilih hijrah ini dipicu oleh berbagai peristiwa mendalam. Termasuk dinamika ekonomi saat bisnis travel yang dikelola mengalami kerugian besar hingga miliaran rupiah. Namun, di balik faktor materi tersebut, terdapat dorongan batin yang kuat untuk mencari ketenangan. Menetap di kawasan pedesaan di Bogor menjadi pilihan strategis untuk menjauh dari hiruk-pikuk ibu kota yang penuh godaan.
Kini, kehidupan dijalani dengan penuh kesederhanaan. Fokus utama bukan lagi pada pengakuan publik atau popularitas. Akan tetapi, pada proses memperbaiki diri dan konsistensi dalam beribadah. Perubahan lingkungan dari Jakarta ke Bogor turut membantu dalam menjaga ritme hidup yang lebih tenang dan terarah.
Keteguhan Hati Menolak Tawaran Bernilai Fantastis
Salah satu ujian terberat dalam proses transisi ini adalah godaan finansial. Ia memang telah menyatakan diri mundur dari karakter lama. Akan tetapi, tawaran pekerjaan untuk kembali berpenampilan feminin masih terus berdatangan. Bahkan, nilai kontraknya sangat menggiurkan.
Saat Boby Tince memilih hijrah, ia mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan honor yang sangat mencolok. Bahkan mencapai angka 90%, antara tampil sebagai pria bersahaja dengan tampil mengenakan busana perempuan.
“Hati kayak nolak. Kalau tawaran mah masih ada terus masuk. Cuman ketika dikasih harga tinggi untuk jadi perempuan, nggak mau. Saya kan membatasi diri saya,” ungkap Boby Tince saat ditemui di Jakarta Selatan.
Baginya, menolak bayaran tinggi adalah bentuk nyata dari membatasi diri agar tidak terjerumus kembali ke masa lalu. Prinsip ini dipegang teguh meskipun secara hitungan ekonomi terlihat merugikan.
Menemukan Makna Cukup dalam Kesederhanaan
Keteguhan hati Boby Tince memilih hijrah dan tetap tampil apa adanya dengan busana pria seperti blazer, merupakan pembuktian atas integritas proses hijrah yang dijalani. Meskipun, honor yang ia terima tidaklah sebanding dengan peran sebelumnya. Keyakinan bahwa rezeki telah diatur oleh Sang Pencipta menjadi landasan utama untuk tidak merasa kekurangan.
Keputusan Boby Tince memilih hijrah menunjukkan bahwa ketenangan batin seringkali membutuhkan pengorbanan material yang besar. Dengan memilih hidup sederhana di Bogor dan konsisten menolak peran lama, jalan baru yang ditempuh diharapkan membawa keberkahan sekaligus kemantapan hati dalam menjalani sisa usia.























