Body Shaming: Singkat, Padat dan Bikin Insecure


Body Shaming: Singkat, Padat dan Bikin Insecure 1

Eh kok kamu gendutan ya sekarang, dulu langsing banget loh.” “Jerawat kamu banyak banget jarang cuci muka ya? Atau jarang bersihin muka abis make up?” “Jangan pakai baju warna cerah enggak cocok sama warna kulit kamu yang gelap.” “Coba deh berat badannya ditambah lagi pasti lebih cocok.

Perkataan tersebut sering dilontarkan oleh teman lama atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Terdengar biasa memang, tetapi bagi mereka yang menjadi objek pasti merasa minder. Mengumpulkan rasa percaya diri tidak semudah mengumpulkan batu di sungai.

Body shaming, istilah ini digunakan ketika seseorang berkomentar mengenai bentuk tubuh atau penampilan orang lain. Baru-baru ini gencar sekali kampanye mengenai setop body shaming. Namun, hanya beberapa orang saja yang memahaminya.

Apa itu Body Shaming?

Merupakan perilaku mengomentari bahkan menjelek-jelekkan fisik seseorang. Ada beberapa alasan mengapa melakukan hal tersebut, mulai dari hanya ingin memecahkan suasana agar menjadi lebih riang, sebagai candaan atau memang dengan tujuan menghina. Sehingga dapat dikatakan sebagai tindakan bullying.

Tubuh atau penampilan seseorang memang objek pertama yang dilihat. Berat badan, warna kulit, kondisi wajah (berjerawat atau tidak), pakaian yang dikenakan dan bentuk dari anggota tubuh paling sering dikomentari. Mungkin ada beberapa orang yang menganggapnya hanyalah sebuah pengingat agar senantiasa menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan tidak semua orang menyampaikannya dengan sopan.

Banyak yang merasa insecure dan minder ketika bertemu dengan banyak orang. Mengubah penampilan menjadi jalan yang ditempuh agar terhindar dari celaan atau ejekan. Bahkan agar memiliki standar seperti orang lain dengan tampilan yang menawan serta ideal. Meskipun terkadang sedikit menyiksa diri sendiri. 

Dampak Terhadap Mental

Depresi menjadi dampak yang paling banyak menimpa pada korban body shaming. Mereka tidak fokus pada apa yang dikerjakan dan terlalu memikirkan ucapan orang lain mengenai dirinya. Kondisi ini tidak bisa hanya disembuhkan melalui obat-obatan. Korban akan merasa menjadi manusia paling buruk di muka bumi hanya dengan satu deret kalimat.

Insecure atau lebih dikenal sebagai ketidakpercayaan diri membuat korban tidak semangat untuk mengembangkan dirinya. Segala bakat dan kemampuan yang dimilikinya hanya disimpan sendiri tanpa mau diperlihatkan. Mereka lebih sering menyendiri daripada harus berbaur. Tingkat percaya diri semakin menurun meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin karena yang dilihat adalah penilaian dari orang lain dari luarnya saja.

Menyakiti diri sendiri bisa dalam bentuk diet ketat dengan mematok turun sekian kilogram satu bulan atau minggu. Diet memang baik untuk kesehatan, tetapi harus diperhatikan karena setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda-beda. Lagipula ada banyak tips diet bertebaran di internet, tentunya lebih sehat. Pada dasanya diet bukanlah mengurangi porsi makan menjadi sedikit. Namun, menggantinya dengan makanan sehat serta kaya serat.

Melakukan apa saja untuk memperbaiki fisik termasuk dengan olahraga lebih banyak dari biasanya. Bisa berjam-jam di tempat kebugaran atau gym demi tubuh ideal dengan berkurangnya lemak. Sebenarnya jumlah waktu berolahraga setiap orang juga berbeda. Ada yang satu hingga dua jam atau mungkin hanya bisa 30 menit saja. Olahraga paling murah adalah jogging, naik turun tangga atau mungkin workout di rumah. Setiap gerakan memiliki manfaat untuk anggota tubuh.

Penerimaan Terhadap Diri Sendiri

Lantas bagaimana menerima ucapan-ucapan tersebut? Terlebih dari mereka yang meresa dekat dengan kita. Karena memiliki hubungan sedekat apapun jika tidak bisa saling menghargai rasanya hambar sekali.

Cobalah berdamai dengan diri sendiri kurang dan lebih yang dimilikinya. Jangan pernah menyalahkan keadaan hanya karena tidak sama seperti orang lain. Percayalah dengan perbedaan tidak akan memecah apapun, justru itu yang membuat hubungan semakin erat. Pahamilah apa yang sebenarnya dibutuhkan diri sendiri saat ini, besok dan masa yang akan datang. Ingat, jangan asal ikut-ikutan saja.

Setiap orang memiliki kecantikan versi masing-masing. Standar kecantikan bukan soal kulit putih dan badan langsing, bukan? Jadi untuk apa merasa insecure. Kamu cantik dan menawan versi dirimu sendiri.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Devi Nur

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap