Brawn GP Kisah Dongeng One Season Wonder di Formula 1


Brawn GP Kisah Dongeng One Season Wonder di Formula 1 1

Kisah dongeng jarang terjadi di musim balap Formula 1. Tim besar dengan budget dengan sejarah panjang cenderung tetap berada di atas dan sulit untuk digoyahkan. Kecuali untuk satu musim, 2009. Pada musim ini sebuah anomali terjadi. Brawn GP, sebuah tim yang hampir gulung tikar membawa keajaiban dengan menjadi juara dunia Formula 1.

Sebelum 2009, Formula 1 dikuasai oleh 2 tim papan atas, Mclaren & Ferrari, hanya sedikit tim lain seperti Renault dan Williams yang mampu bersaing dengan mereka. 2009 menjadi sebuah tahun yang signifikan, dimana dominasi 2 tim tersebut runtuh dan digantikan oleh tim-tim baru;.

Ini dia perjalanan Brawn GP menjadi juara dunia Formula 1

Hampir bangkrut!

Ross Brawn. Sumber: Formula1
Ross Brawn. Sumber: Formula1

Pada alternate universe Brawn GP mungkin tidak akan pernah ada. Pada akhir musim 2008, tim ini terancam bubar karena penyuplai mesin dan sponsor utama Honda memilih untuk keluar meninggalkan Formula 1.  Hanya 23 hari dari musim balap dimulai, tim masih belum memiliki pembeli. Pada akhirnya principle tim Ross Brawn memilih untuk membeli tim itu sendiri, seharga 1 poundsterling (20 ribu rupiah).

Waktu terus berpacu, balapan akan segera dimulai. Ross Brawn berhasil mendapatkan supplier mesin baru dari Mercedes. Tidak punya waktu banyak untuk memilih nama, tim itu dinamakan Brawn GP, sesuai dengan nama sang bos.

Double Diffuser

Double Diffuser Brawn GP. Sumber: F1beat
Double Diffuser Brawn GP. Sumber: F1beat

Pada tahun 2009, muncul banyak regulasi di Formula 1, salah satu regulasi baru tersebut adalah tentang aerodinamika. Dalam aturan baru tersebut, beberapa tim (Toyota, Williams, dan Brawn) menemukan celah untuk membuat double diffuser, dengan Brawn GP yang dapat membuat desain chassis paling efektif. Inovasi ini membuat Brawn GP memiliki downforce terbaik dibanding mobil-mobil rival mereka.

Hasil dari inovasi ini adalah Brawn GP di luar dugaan mampu mendapatkan pole position 1-2 di kualifikasi Melbourne. Bahkan Jenson Button mampu unggul sejauh 0.6 detik dari pembalap Red Bull, Sebastian Vettel.

Juara Dunia

Jenson Button. Sumber: Motor1
Jenson Button. Sumber: Motor1

Dominan, Jenson Button menjuarai 6 dari 7 balapan di awal musim balap 2009. Tim lain hanya bisa menatap dari kejauhan, tidak mampu bersaing dengan Brawn GP di awal musim.

Pada pertengahan musim, Red Bull dengan pembalap muda Sebastian Vettel mulai dapat beradaptasi dengan regulasi baru Formula 1. Dengan budget terbatas, Brawn GP yang mulai ketinggaln di akhir musim berusaha untuk mencari poin untuk menghadang laju Red Bull dan Sebastian Vettel.

Pada akhirnya, kisah dongeng ini berakhir indah bagi Brawn GP. Mereka menjadi satu-satunya tim yang menjadi juara dunia (pembalap dan konstruktor) di musim pertama.

Meruntuhkan dominasi Mclaren – Ferrari

Team F1 Mercedes. Sumber: Formula1
Team F1 Mercedes. Sumber: Formula1

Mclaren dan Ferrari merupakan 2 tim besar yang terus berada di puncak Formula 1 sejak 3 dekade lalu. Musim 2009 menjadi akhir dari dominasi kedua tim ini. Ross Brawn akhirnya menjual Brawn GP senilai 175 juta dolar kepada tim yang akan mendominasi Formula 1 untuk satu dekade ke depan, Mercedes. Saingan terbesar Brawn GP, Red Bull juga menjadi tim yang menjadi juara dunia 4 tahun berikutnya (2010, 2011, 2012, 2013).


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bintang Nindya Sangaji

   

Kembali menulis.

Interest pada Olahraga, Korea News, Musik, E-sports dan gaming.

Silahkan kontak twitter @tang__kira jika ingin ada yang dibicarakan dengan tulisan yang saya tulis

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap