Budidaya Hewan Menggelikan Yang Mampu Menghasilkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Perbulan

Budidaya Hewan Menggelikan Yang Mampu Menghasilkan Omzet Puluhan Juta Rupiah Perbulan 1

Dimasa pandemi seperti sekarang ini banyak orang yang ingin mencari penghasilan tambahan untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, diantaranya adalah budidaya hewan ternak yang saat ini banyak diminati masyarakat.

Berikut ini adalah budidaya hewan ternak yang mulai banyak diminati masyarakat, walaupun hewan ini tergolong membuat orang geli bahkan menjijikkan, namun ternyata mampu menhasilkan omzet puluhan juta per bulannya.

Cacing tanah

Sumber : https://pixabay.com/zoosnow
Sumber : https://pixabay.com/zoosnow

Cacing tanah yang mempunyai nama latin Lumbricina saat ini mulai banyak dibudidayakan dikarenakan banyaknya permintaan pasar, cacing tanah banyak digunakan sebagai bahan baku obat, umpan pancing, ataupun sebagai makanan hewan ternak seperti ikan dan ayam. 

Budidaya cacing tanah tergolong mudah dan membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, hanya membutuhkan bibit, pakan berupa buah-buahan atau sayuran sisa, kotoran hewan, media bisa berupa tanah, cocopeat, atau serbuk gergaji limbah baglog jamur.

Cacing tanah hasil budidaya sudah bisa dipanen sekitar 3 bulan pemeliharaan, Harga cacing tanah dipasaran berkisar antara Rp. 60.000 sampai dengan Rp. 300.000 per kilogramnya menyesuaikan ukuran dan kualitas dari cacing tersebut.

Ulat Hongkong

Sumber : https://foto.bisnis.com/Abdullah azzam
Sumber : https://foto.bisnis.com/Abdullah azzam

Ulat hongkong (Tenebrio molitor) juga sering di sebut dengan meal worm adalah salah satu jenis ulat yang banyak dipakai sebagai pakan burung, ayam, dan juga ikan. Dengan makin banyaknya peng hoby  burung, pembudidaya ayam dan ikan maka permintaan ulat hongkong juga meningkat, dengan demikian budidaya ulat hongkong mempunyai prospek yang bagus.

Pemeliharaan ulat hongkong inipun sangat mudah, yaitu dengan sebuah wadah dan diberi makan berupa daun-daunan hijau, ulat hongkong ini bisa dipanen setelah 50 hari. Harga jual di pasaran sekitar Rp. 30.000 per kilogramnya.

Cacing Sutera

Sumber : https://aquamania.co.uk
Sumber : https://aquamania.co.uk

Bagi pembudidaya ikan hias dan pemijahan ikan lainnya pasti tidak asing dengan cacing sutera yang mempunyai nama latin Tubifex sp, karena kandungan nutrisinya sangat bagus bagi pertumbuhan ikan. Dikarenakan cacing sutera dipasaran masih banyak diperoleh dari alam yang terbatas, sehingga budidaya cacing ini masih sangat menjanjikan.

Cacing sutera ini dapat dipelihara dikolam dengan air yang sedikit mengalir dengan pemberian pakan berupa lumpur halus. Harga cacing sutera ini berkisar Rp. 50.000 sampai Rp. 60.000 per liter.

Maggot Lalat BSF

Sumber : https://katalog.or.id
Sumber : https://katalog.or.id

Maggot / larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly) bisa menjadi alternatif pakan hewan ternak yang mengandung banyak nutrisi, lalat BSF yang mempunyai nama latin Hermetia illucens banyak dibudidaya untuk diambil larvanya. Satu lalat BSF mampu menghasilkan ratusan sampai ribuan telur yang nantinya berubah menjadi maggot yang siap dipanen.

Lalat BSF bisa dibudidaya dalam sebuah kelambu sampai bertelur, kemudian setelah telurnya menetas diberi makan berupa sisa sayuran hijau. setelah 2 – 3 minggu maggot lalat BSF sudah bisa dipanen. Harga maggot lalat BSF mencapai Rp. 10.000 per kilogram, sedangkan maggot yang prepupa dibanderol harga Rp. 100.000 per kilogramnya.

Kecoa Madagaskar

Sumber : https://pixabay.com/Dicksonleroy
Sumber : https://pixabay.com/Dicksonleroy

Berbeda dari kecoa biasanya, kecoa madagaskar yang diberi nama latin Gromphadorhina portentosa memiliki bentuk yang jumbo, panjangnya bisa mencapai 9 – 13 cm. Kecoa ini biasanya dipelihara untuk dipakai sebagai pakan hewan reptil, ikan, dan tarantula. ada juga yang menjadikan kecoa madagaskar sebagai hewan peliharaan dirumah layaknya kucing atau anjing.

Usaha budidaya kecoa madagaskan juga cukup menjanjikan, karena harga kecoa ini dipasaran sekitar Rp. 60.000 sampai Rp.75.000 per pasang kecoa. Budidayanya pun cukup mudah, hanya dengan ditempatkan pada sebuah wadah dan diberi makan pelet, juga diberi kayu sebagai tempat bersembunyi. Namun masa pemeliharaan kecoa ini cukup lama sekitar 6 – 8 bulan.

Katak Lembu

Sumber : https://pixabay.com/Brett_Hondow
Sumber : https://pixabay.com/Brett_Hondow

Katak lembu (Lithobates catesbeianus) merupakan jenis katak yang banyak dibudidaya untuk diambil dagingnya sebagai bahan makanan kuliner. Saat ini banyak warung makan dan restoran yang menyediakan menu olahan dari katak lembu. Katak lembu atau sering disebut sebagai bullfrog memiliki postur yang besar dan memiliki daging banyak serta rasanya yang lezat.

Budidaya katak lembu dapat dilakukan didalam sebuah kolam dan diberi pakan berupa serangga seperti jangkrik atau cacing. Harga katak lembu ini dipasaran sekitar Rp 45.000 per kilogramnya.

Lintah Medis

Sumber : https://pixabay.com/Stones
Sumber : https://pixabay.com/Stones

Lintah medis (Hirudo medicinalis) saat ini mulai dilirik banyak orang karena permintaan pasar yang besar dan produksinya yang masih minim. Lintah medis ini biasa dipakai sebagai media pengobatan alternatif.

Budidaya lintah medis ini bisa dilakukan disebuah kolam dan diberi kayu atau akar tumbuhan untuk menempel dengan diberi pakan berupa hewan air yang memiliki tubuh licin seperti belut dan lele, masa panen bisa dilakukan sekitar 6 bulan. Lintah medis ini dijual dengan harga sekitar Rp. 5000 per ekor.

Itulah beberapa hewan budidaya yang walaupun menjijikkan dan membuat geli, namun memiliki peluang yang sangat menjanjikan karena merupakan komoditas ekspor yang saat ini permintaannya masih sangat besar. Apabila ditekuni maka pasti akan memberikan penghasilan dengan omset yang besar sampai puluhan juta per bulannya. Apakah anda tertarik ?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

BUDI RAHARJO