Bukan Ferarri atau Mercedes, ini Supplier Mesin Mobil Balap LMP2 World Endurance Championship

Bukan Ferarri atau Mercedes, ini Supplier Mesin Mobil Balap LMP2 World Endurance Championship 1

Musim ke-9 World Endurance Championship akan segera dimulai. Bagi yang belum familiar dengan World Endurance Championship, World Endurance Championship atau biasa disingkat WEC ini merupakan balap adu ketahanan (endurance racing) yang balapannya mulai dari empat jam hingga dua puluh empat jam non-stop! Satu mobil biasanya akan terdiri dari 2 atau 3 pembalap.

World Endurance Championship. thecheckeredflag.co.uk
World Endurance Championship. thecheckeredflag.co.uk

WEC terdiri dari empat kelas berbeda namun berlomba pada satu sirkuit yang sama pada saat bersamaan. Singkatnya ini adalah balapan 4 in 1. Keempat kelas ini adalah LMPH, LMP2, GTE Pro dan GTE Am. Secara singkat LMH (Le Mans Hypercar, dulunya bernama LMP1:  Le Mans Prototype 1) merupakan kelas yang diisi oleh mobil prototype atau mobil yang dibangun dari nol khusus untuk balap dan bukan berbasis mobil produksi masal. Kelas ini merupakan kelas yang paling tinggi di balap WEC. Yang kedua adalah LMP2 (Le Mans Prototype 2) yang merupakan kelas di bawah LMPH. Berbeda dengan LMPH dimana tim dapat membangun mobil dengan mesin dan sasis bikinan meraka sendiri, tim di LMP2 hanya dapat memilih sasis dan mesin dari pabrikan yang ditentukan oleh Federation de ‘Automobili (FIA) yang merupakan regulator WEC. Kelas ketiga adalah LMGTE Pro (Le Mans Grand Touring Endurance Profesional), pada kelas ini  mobil yang digunakan berbasis mobil produksi masal (Grand Touring) dan drivernya merupakan pembalap yang yang memiliki kategoti pro. Sedangkan LMGTE Am (Le Mans Grand Touring Endurance Amateur) merupakan kelas dibawah LMGTE Pro dengan kategori pembalap yang lebih rendah. Mobil Pro dan Am hanya sedikit berbeda, biasanya LMGTE Am menggunakan mobil LMGTE Pro pada tahun sebelumnya.

LMP2 2021

Nah kali kita akan membahas LMP2 karena menurut saya ada yang menarik disini. LMP2 merupakan kelas dengan jumlah peserta terbanyak di WEC. Pada musim 2021 ini LMP2 diikuti oleh 14 mobil dan 42, hal ini membuat kompetisi di kelas LMP2 sangat dan paling ramai. Yang menarik adalah seluruh mobil di kelas LMP2 memiliki mesin yang sama yaitu G-428 yang diproduksi oleh Gibson Technology. Mungkin sebagian masih asing dengan namanya, namun bagi yang menyukai dunia balap pasti sudah tidak asing lagi. Siapakan mereka ini?

Gibson Technology merupakan perusahaan produsen mesin balap yang berbasis di Inggris. Awalnya perusahaan ini bernama Zytek dan memproduksi engine management system untuk balap motorsport. Zytek mensuplai sistem manajemen mesin full elektrik yang pertama di Formula 1, di mobil Toleman-Hart yang dikemudikan oleh Ayrton Senna muda.

Baru pada tahun 1987 Zytek mulai membangun mesinnya sendiri. Bahkan pada debutnya mesin milik Zytek memborong posisi pertama, kedua, dan ketiga di ajang Le Mans 24 Jam. Zytek juga membantu berbagai tim menjuarai beberapa ajang balap lain seperti International Formula 3000, FR3.5, AutoGP, A1GP, dan  Le Mans Series.

Image credit: hucherback6
Image credit: hucherback6

Kemudian pada tahun 2009 Zytek mebuat mobl LMPnya yang pertama dengan menggunakan mesin Q10 Hybrid dan melakukan debut pertama pada seri kelima European Le Mans Series di Sirkuit Lime Rock Park, Connecticut. Kesuksesan Zytek di motorsport membawa mereka masuk ke bisnis mobil jalanan bekerja sama dengan beberapa brand mobil berperforma seperti Aston Martin, Jaguar, Rolls Royce, Bentley, dan juga Dodge.

Mobil Le Mans Prototype buatan Zytek. autoblog.com
Mobil Le Mans Prototype buatan Zytek. autoblog.com

Perkembangan dan potensi Zytek menarik minat Motorola untuk memiliki 19% saham Zytek Group. Zytek Group sendiri terdiri dari Zytek Automotive yang berbasis di Staffordside dan Zytek Engineering yang berbasis di Repton.  Kemudian pada 2006 kepemilikan ini beralih ke Continental AG yang membeli Divisi Otomotif Motorola. Continental kemudian meningkatkan kepemilikannya di Zyrek Automotive menjadi 50%.

Pada tahun 2014 Continental membeli lagi 50% saham Zyrek Automotive sehingga menjadi pemilik penuh. Sedangkan Zyrek Engineering masih menjadi milik Bill Gibson. Selanjutnya untuk memperjelas pemisahan perusahaan, Zyrek Engineering berganti nama menjadi Gibson Technology Limited.

Tim Gibson Technologi. gibsontech.co.uk
Tim Gibson Technologi. gibsontech.co.uk

The Sole Engine Supplier

Soal menjadi pemasok tunggal sebetulnya bukan hal baru bagi Gibson. Sebelumnya pada  tahun 1996 mereka merupakan pemasok mesin satu-satunya untuk International Formula 3000 selama sembilan tahun. Kemudian pada tahun 2005 mereka memperoleh kontrak untuk menyediakan mesin dan elektronik untuk A1GP Championship selama 3 tahun.

Gibson juga bukan orang baru di LMP2. Sebelum menjadi pemasok tunggal, Gibson sudah sejak tahun 2004 menyediakan mesin untuk tim-tim di kelas LMP2 yang berkompetisi di ajang Le Mans Endurance Racing, American Le Mans Series dan 24 Hours of Le Mans. Mereka juga berpartner dengan Nissan mengembangkan Nissan VK45DE yang sukses menjadi juara di Le Mans 24 Hours kelas LMP2 tahun 2011 dan 2014, dan European Le Mans Series 2016. Oleh karena itu sudah lebih dari 10 tahun Gibson menyediakan mesin dan menjadi langganan tim-tim LMP2 untuk berkompetisi di berbagai ajang Enduranace Racing di seluruh dunia, seperti ajang FIA WEC, European Le Mans Series, dan IMSA Weathertech Series.

Mobil Tim United Autosport yang berkompetisi di kelas LMP2 World Endurance Championship dengan menggunakan mesin dari Gibson. sportscarglobal.com
Mobil Tim United Autosport yang berkompetisi di kelas LMP2 World Endurance Championship dengan menggunakan mesin dari Gibson. sportscarglobal.com

Nah baru kemudian pada tahun 2017 Gibson mendapat kontrak eksklusif menjadi suplier tunggal mesin GK428 untuk seluruh tim LMP2 yang berkompetisi di FIA WEC, ELMS, dan Le Mans 24 Jam yang sangat bergengsi. Gibson juga menyediakan mesin untuk tim-tim di IMSA Weathertech Sports Car Championship.

Apakah Gibson berhenti sampai disini? Tentu tidak. Pada 2018 Gibson juga menyediakan mesin GK458 untuk tim Dragon Speed dan Rebellion di LMP1. Semoga dengan berada di level tertinggi endurance racing, Gibson akan semakin menunjukkan daya tahan dan kesuksesannya. Nah kita nantikan bagaimana perkembangan Gibson Techology di masa datang.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hamzah Prasetyo