Bunda, Stop Memarahi Anak!


Bunda, Stop Memarahi Anak! 1

Mengurus anak kecil memang menyenangkan namun juga gampang-gampang susah, ya Bun. Emosi anak kecil masih sering labil sehingga berpengaruh kepada apa yang dilakukan. Tindakan dan tingkah anak-anak sering kali mengundang kemarahan orang tua. Sudah diingatkan masih diulang, sudah diberi tahu masih nekat.

Ya, begitulah anak-anak. Marah kepada anak bukanlah solusi yang tepat. Bunda sering merasa bersalah setelah memarahi anak sehingga bisa mengganggu perasaan bunda. Memarahi anak ternyata berakibat sangat berbahaya dan dapat  berdampak sampai dewasa. Berikut beberapa dampak memarahi anak:

1. Anak jadi pemberontak

Anak cenderung melawan ketika menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan. Ketika anak dimarahi, jiwa anak akan memberontak. Secara spontan akan mempunyai perasaan untuk melawan. Jika hal ini terjadi sampai dewasa, akan mengganggu perkembangan mental si anak.

2. Anak menjadi penakut dan pendiam

Membentak dan memarahi anak akan membuat kurang rasa percaya diri, merasa tidak dihargai dan merasa selalu salah. Akibat yang ditimbulkan adalah anak akan takut melakukan tindakan-tindakan yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Sedangkan masa anak-anak seharusnya menjadi masa banyak melakukan eksperimen untuk mendapat pengetahuan dan pengalaman. Karena penakut, anak akan cenderung diam dan tidak mau melakukan hal-hal baru. Ini akan berdampak terhadap pendidikannya. Juga akan berdampak buruk terhadap ketenangan jiwanya. Anak akan kehilangan rasa aman dan kehilangan rasa nyaman ketika dekat dengan orang tua yang sering memarahinya. Anak yang sering dimarahi juga akan menjadi pendiam dan kurang bergaul. Tentu hal ini kurang baik bagi perkembangan psikisnya.

3. Risiko penyakit jantung

Nada tinggi orang tua ketika memarahi anak akan membuat jantung bekerja lebih cepat. Hal ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan jantung. Rasa berdebar yang ditimbulkan juga akan mengganggu kerja organ tubuh yang lain. Akibatnya, anak yang sering dimarahi akan mudah terserang penyakit jantung.

4. Stres

Seringnya mendapat perlakuan tidak mengenakkan ketika orang tua marah akan membuat anak tertekan dan merasa stres. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi anak akan berubah menakutkan. Stres yang dialami akan berdampak pada kesehatan fisik dan psikis. Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan juga akan membuat tidak dapat tidur dengan nyenyak. Hal ini akan semakin menambah dampak buruk bagi anak.

5. Risiko penyakit asam lambung

Akibat stres produksi asam pada lambung akan terganggu. Ini akan berdampak pada nafsu makan dan menimbulkan penyakit maag. Kondisi kesehatan tubuh yang tidak baik akan berakibat turunnya konsentrasi ketika belajar. Hal ini akan menyebabkan prestasi akademik anak menjadi rendah.

6. Anak menjadi mudah marah

Anak adalah peniru yang ulung. Ketika melihat orang tua yang berlaku lembut, dia akan meniru. Begitu juga ketika melihat orang tua yang mudah marah, maka akan membuat anak menjadi pemarah juga. Dampaknya adalah anak menjadi emosional. Sikap anak yang mudah marah juga akan mengganggu hubungannya dengan teman-teman. Bisa jadi anak kita akan dijauhi oleh temannya karena hal ini.

7. Mengganggu perkembangan otak

Ketik anak dimarahi, bagian otak yang memproses suara dan bahasa akan terganggu. Otak dapat menjadi “tumpul” karena sering memproses informasi negatif akibat dimarahi. Otak anak yang sering dimarahi akan terhambat untuk berkembang sehingga ukurannya menjadi kecil.

Bunda, begitu banyak akibat negatif dari memarahi anak. Memarahi anak bukanlah solusi yang tepat. Ada baiknya bunda mulai mencari cara untuk menghadapi anak dengan lebih lembut. Hal ini bukan hanya untuk menyelesaikan masalah saat ini, namun juga agar anak tidak mengalami masalah di kemudian hari.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap