Cara Bijak Mengelola Penghasilan “UMR”

Cara Bijak Mengelola Penghasilan "UMR"

Mengatur keuangan memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, bagi setiap orang yang memiliki pekerjaan dan .

Ditambah lagi bagi anda yang mungkin masih bergaji “”.

Hal ini tentu menjadi sesuatu yang harus benar-benar diperhatikan. Salah perhitungan bisa berujung dengan “puasa” di akhir bulan, atau berujung dengan hutang sana hutang sini.

Berikut beberapa cara mengatur keuangan bagi kamu yang masih berpenghasilan .

1. Catat rincian pengeluaranmu

Dengan penghasilanmu yang belum begitu besar, maka sangat penting bagimu mencatat segala detail pengeluaran dan pemasukkanmu.

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui item-item yang membutuhkan biaya yang besar, serta kebutuhannya tidak dapat ditunda.

Dengan demikian, untuk kedepannya kamu akan mampu menentukkan strategi pengeluaran uangmu, berdasarkan harga dan urgensi kebutuhanmu.

Baca juga  Filsafat : Sarana menjadi bijak

2. Selalu sisihkan uang di awal

Menyisihkan uang bagi kamu yang berpenghasilan memang bukan hal yang mudah. Jangankan untuk memiliki tabungan, terkadang untuk tetap survive sampai akhir bulan saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

Namun, menyisihkan uang disini bukan berarti harus dalam jumlah yang besar, melainkan yang penting harus rutin dan tetap konsisten.

Selain itu, uang yang disisihkan ini nantinya akan menjadi darurat, atau dana yang akan dikeluarkan saat ada sesuatu hal yang tak terduga, seperti musibah sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya.

3. dalam berhutang

Adakalanya dalam situasi tertentu, bagi kamu dengan , harus melakukan hal ini.

Baca juga  Udah Menerapkan 7 Aturan Ini? Bagus, Kamu Orang Bijak!

Meski banyak orang yang tidak setuju untuk berhutang, namun penulis merasa bahwa ada situasi darurat dimana kita harus “terpaksa” berhutang. Kondisi darurat setiap orang tentunya berbeda-beda.

Bagi yang sudah berkeluarga mungkin biaya pendidikan dan  kesehatan keluarganya adalah sesuatu yang darurat.

Bagi masih single mungkin biaya kuliah dan praktikum adalah sesuatu yang darurat. Intinya kamu harus mampu memilih hal-hal penting yang memang pembayarannya tidak dapat ditunda.

Daripada menyebabkan sesuatu yang lebih buruk, maka boleh saja kamu berhutang, selama kamu merasa masih mampu untuk membayarnya.

Dan ingat, harus ke lembaga resmi, atau paling tidak ke kerabat dekatmu.

4. Usahakan cari pendapatan tambahan

Kita harus realistis, bahwa dengan kebutuhan hidup yang sekarang, gaji hanya untuk menutupi kebutuhan pokokmu saja, seperti makan dan biaya kontrakan.

Baca juga  Mengenal Surat Keterangan Penghasilan & tujuannya 

Artinya, kamu tidak dapat terlalu lama bertahan dalam kondisi tersebut. Apalagi bagi kamu yang sudah atau akan berumah tangga.

Kamu harus jeli mencari peluang untuk mencari tambahan.

Selama tidak mengganggu pekerjaan utamamu, dan masih dalam koridor peraturan agama dan , maka sah-sah saja bagi seorang berpenghasilan untuk mencari pendapatan sampingan diluar sana.

Demikianlah beberapa cara mengatur keuangan bagi kamu yang berpenghasilan .

Intinya adalah, kamu harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginanmu.

Kebutuhan harus kamu perjuangkan, sedangkan keinginan harus mampu kamu tahan. Semoga bermanfaat..

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Muhammad Taufiq Alamsyah