Cara Hidup TENANG dengan Diam! Sudahkah kalian melakukannya?

Cara Hidup TENANG dengan Diam! Sudahkah kalian melakukannya? 1

Hallo, pembaca yang budiman. Kali ini penulis akan membagikan artikel menarik seputar ‘Diam itu emas asal tahu dimana emasnya’ seperti biasanya saya tidak akan membuat point-point khusus, sebaliknya saya akan buat artikel ini layaknya narasi. Karna itu bacalah disetiap katanya. Akan ada hal-hal luar biasa yang  saya tuang’kan disana itu pun tak lepas dari ijin Tuhan semesta raya. Langsung saja …

Bagi sebagian orang yang mengerti keemasan dari ‘Diam’ mereka akan lebih memilih untuk menyedikitkan berbicara namun sebaliknya saat seseorang tidak paham dimana letak emasnya kalimat ‘Diam’ maka ia sama sekali tidak akan berpikir ‘Diam’ itu emas malah sebaliknya. Pasti kalian sering mendengar beberapa kalimat seperti ini,

 jika kalian tidak tahu apa – apa sebaiknya diam dari pada, Sok tahu. 

Jika kamu berkata akan menyakiti hati orang lain. Lebih baik kau diam membisu seribu bahasa.

Diam adalah emas, tapi bicara baik adalah berlian maka berbuat baiklah.

Diantara kata dan kalimat diatas pernah kah kalian mendengar salah satunya? Jika ia bagus! Karna kalian mengerti sedikit tentang emasnya diam meski diri kalian masih belum menyadari betul keistimewaan dari sifat ‘Diam’ itu. Oke. kita akan mulai membahasnya. Silahkan! Bagi kalian yang ingin menyiapkan teh, atau kopi sebagai teman membaca kalian. Bisa di ambil saat ini juga agar semakin santai dan nyaman untuk membaca artikel saya ini.

Kita mulai dengan apa itu Diam? hayoo… jika saya tanya seperti ini pada kalian. Apa yang kalian pikirkan? Hmm… pastinya kalian berpikir jika diam itu tidak melakukan apa-apa dan tidak berbicara apa-apa, apa kah ini yang terlintas dibenak kalian? Jika ia, maka benar itu pun yang terlintas dibenak saya saat ini.  dan itu benar. Jika kita hanya mengartikan diam itu apa? maka jawaban dia atas sudah mewakili dari jawaban yang  benar. Namun jika ditanya Diam emas itu apa? maka inilah pertanyaan yang akan memiliki jawaban yang berbeda dari pertanyaan sebebelumnya meski pada garis besarnya hanya menannyakan kalimat ‘Diam’

Coba saat ini jika saya tanya Diam emas itu apa? mungkin beberapa dari kalian akan diam memikirkan sejenak, dan bertanya pada diri kalian,  apa itu diam emas? Selanjutnya kalian akan bingung sendiri karna tidak menemukan jawabanya. Karna dibenak kalian diantara diam biasa dan diam emas itu merupakan sesuatu yang sama. Yang belum kalian tahu apa perbedaaannya. Jika ia, maka itu pun sama dengan saya. Saat saya pertama kali mendapat pertanyaan semacam itu. apa itu diam emas? Saya terdiam tidak mengerti. Saya pikir diam emas itu sama dengan diam biasanya. Namun ternyata ada perbedaan sangat besar diantar keduanya. saya sangat terkagum-kagum saat mendengar jawaban yang memukai dari seorang motivator saya. Dan disitu juga kali pertama saya tahu akan kalimat ‘Diam itu emas’

Diam emas itu sangatlah berbeda dari diam biasanya. Pasalnya jika diam biasanya orang-orang hanya akan menyedikitkan bicaranya namun membiarkan jiwanya kosong sehingga yang harusnya diam itu menjadi emas malah berakhir sebaliknya, diamnya malah akan menjadi bencana? Dan kalian tahu tidak jika tidak semua orang diam itu emas karna sebagian ornag masih banyak yang diam karna suatu alasan yang memaksanya untuk diam. ada orang diam karna merasa tidak percaya diri, pemalu. Bahkan ada yang rendah diri. Dan semua dilatar belakangi oleh masa lalu dan trauma mereka. sama halnya seperti saya dulu,  saya pun pernah menjadi orang pendiam bahkan untuk berbicara sangat sulit, kalau pun dipaksa suara saya tidak pernah naik satu oktaf pun, dan saat saya bersama teman-teman saya pun saya tidak banyak melakukan interaksi dengan mereka, saya hanya memilih diam karna rasa percaya diri yang hilang.  Namun disitu diam yang saya lakukan itu diam yang salah bukan diam emas.

Diam emas itu adalah saat dimana kita menyedikitkan bicara namun membiarkan jiwa terisi. Pertanyaanya terisi oleh apa?  jawabanya : terisi oleh energi positif. Pertanyaan berikutnya pun pasti keluar dibenak kalian. Bagiamana cara melakukannya? Jawabannya : dengan mengisi waktu diam mu dengan memuji-muji kuasa tuhan, bagi yang muslim mungkin bisa dengan Dzikir menyebut nama-nama Tuhan semesta alam dengan sadar sesadar-sadarnya berkali-kali. Dan memfokuskan pikiran dan hati untuk berpacu pada satu poros yaitu dzikir yang kamu lakukan. ada satu cara lagi selain dzikir yaitu dengan berfokus pada sensasi keluar dan masuknya nafas pada hidung kita. Sebetulnya cara yang sebenarnya saya berikan ini bertujuan untuk mempertahan kebugaran jiwa dan jasad lewat kesadaran jiwa dalam meliaht sekitar. Dan saat kalian melakukan itu dan berfokus yang pada cara yang saya berikan maka perasaan aneh-aneh yang ada didada kamu akan hilang perlahan-lahan. Dan tubuh kalian akan lebih nyaman melakukan kegiatan apapun itu. dan lebih hebatnya kalian akan mengerjakan sesuatu dengan baik.

Selanjutnya batasan kita diam sampai mana, Sih? Masa kita terus diam meski ada yang menindas kita?

Batasan dalam diam sebetulnya terletak pada hak dan harga diri(kehormatan diri). Seandainya saat kamu ditindas atau dihinakan dan itu menyangkut hak dan harga dirimu maka kamu berhak berbicara. dan perlu kalian tahu disinilah bagian terpentingnya. Seandainya disuatu waktu kalian mendapatkan perlakukan buruk dari sesorang lantas hak kalian tidak terpenuhi, maka kalian berhak menuntutnya meski hanya 1000 rupiah, karna ingat jika kita tidak menuntut hak kita dan membiarkannya begitu saja dengan diam. maka disitu juga kita akan menempatkan diri kita menjadi orang yang akan dimanfaatkan yang pada akhirnya kita tidak dihargai orang lain. Karna itu jadilah orang yang Diam tapi Emas! Bukan, sekedar Diam! mengerti?

Diam emas itu Diam dengan memporoskan hati pada sang kholik lalu menjaga harga dirinya dan haknya. Mengambil apa yang sudah menjadi hak kita bukan diam membiarkan orang lain memanfaatkan kita. Karna disitu kita akan menempatkan diri untuk tidak dihargaii oleh orang lain.

Selanjutnya saya akan mengkutip berapa kalimat-kalimat emas yang saya dapat dari internet yang biasa kalian pelajari jika ingin mendalami keemasan dari Diam.

Adakalanya lebih baik diam ketimbang menyembutkan masalahmu, sebab kamu tahu sebagian orang hanya penasaran, bukan karena mereka peduli …

Apabila lebih bagus membisu ketimbang mengatakan sesuatu yang tanpa kau sadari membuat seluruh orang tahu kebodohanmu …

Orang banyak bicara itu memuakkan, orang pendiam itu menenengakan…

Siapa yang beriman kepada Allah, dan pada hari akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam ,’- HR Bukhari.

Jadilah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berpikir,’-Imam Syafii.

Diam bukan berarti lemah, terkadang kita tahu apa yang harus kita katakana tapi kita tidak ingin melukai perasaan seseorang…

Dan kata-kata terakhir yang selalu memotivasi hidup saya.

Diam itu kedewasaan yang besimbol sikap tenang dan berwibawa asalkan kita tahu dimana letak kemasan dari sikap diam yaitu dengan mengisi jiwa dan menjaga hak dan hargi diri…

Inilah kunci hidup yang bisa merubah saya menjadi pribadi yang lebih kuat. Karna pada akhirnya kita tidak akan lepas dengan apa yang kita pikirkan. Karna itu kata-kata terakhir saya untuk kalian merupakan kesimpulan akhir yang bisa saya bagiakan pada kalian.

Terima kasih untuk kalian yang sudah mau membaca artikel saya, karna pada akhirnya kalian yang membaca artikel saya bukanlah orang sebarangan meliankan orang pilihan yang mungkin ini yang saat ini kalian butuhkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Ingatlah apapun yang hadir dalam hidup kalian semua itu tidak ada yang kebetulan semua sudah ada jalannya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sylvyana