Cara Mengatasi Rendahnya Minat Membaca Buku pada Generasi Milenial

Cara Mengatasi Rendahnya Minat Membaca Buku pada Generasi Milenial 1

Di zaman sekarang ini atau biasa disebut generasi milenial, sangat sulit menemukan orang yang suka membaca buku. Terlebih lagi adanya HP, membuat orang – orang semakin malas untuk membaca buku. Padahal seperti yang kita ketahui buku adalah sumber ilmu.

Kebanyakan generasi milenial sekarang ini, sangat tahan berlama – lama memainkan HP mereka. Dengan membuka instragram, facebook, game online, dan lain sebagainya. Sehingga buku pelajaran mulai ditinggalkan begitu saja.

Serta, ada sesuatu hal yang sangat disayangkan di generasi milenial ini, yaitu telah banyak membeli buku namun tidak dibaca. Sehingga hasil yang didapat tidak sesuai ekspetasi orang tua. Pastinya orang tua mengira, jika anaknya telah dibelikan buku, maka dia akan mempelajarinya dengan baik. Namun, kenyataannya hanya sebagian orang saja yang mau membaca buku.

Penyebab yang paling bisa kita tebak mengenai kurangnya minat membaca buku di generasi milenial ini adalah lebih menariknya sosial media dibanding dengan buku. Seperti yang kita ketahui sosial media ini banyak segi hiburannya, dibanding dengan buku yang kebanyakan gaya penulisannya formal.

Walaupun demikian, ada juga buku yang tidak formal seperti novel, kumpulan puisi, dan lain sebagainya. Namun, tetap saja banyak ditemukan tanggapan mereka bahwa novel sama saja seperti buku pelajaran yang ada di sekolah. Persamaannya terletak pada “membosankan”.

Hal itu memang benar, bahwa membaca buku memang sangat membosankan dan membuat kita lebih cepat mengantuk. Namun, sebenarnya kita bisa melawan rasa malas kita. Sesuatu hal yang dilakukan dengan sungguh – sungguh, pasti akan membuahkan hasil yang baik pula bukan? Jadi, dalam hal ini kita harus memaksakan untuk bisa rutin membaca buku.

Cara yang paling sederhana agar kita tidak malas membaca buku, yaitu kita tetapkan untuk dalam satu hari membaca buku hingga 5 menit saja untuk permulaan. Selanjutnya, hari kedua kita tambah menjadi 10 menit. Hingga seterusnya.

Lama kelamaan kita akan terbiasa dengan setiap harinya diisi dengan membaca buku. Walaupun kita hanya bisa beberapa menit saja membaca buku, namun kita ada tambahan ilmu di hari itu, maka dalam sehari kita mendapatkan sesuatu hal yang bermanfaat. Jadi, terlihat kecil namun manfaatnya sungguh luar biasa.

Cara lain yang dapat ditempuh jika kita malas dalam membaca buku dan lebih tertarik dengan adanya sosial media, yaitu jangan terlalu mengikuti gaya yang kekinian namun tidak ada manfaatnya. Sebenarnya, mengikuti gaya anak muda sekarang ini sah saja. Namun, jika itu menyimpang usahakan untuk menghindar.

Jadi, sebaiknya jangan terlalu sering melihat aktivitas orang – orang yang kita rasa dapat membuat dampak negatif. Sebenarnya, dari hal – hal yang kecil saja bisa membuat kita mudah terpengaruh, seperti melihat mereka sering nongkrong di cafe dan masih banyak lagi. Tentu hal ini membuat kita ingin seperti mereka. Pastinya kita ingin dianggap kekinian oleh lingkungan sekitar kita dahulu. Selebihnya kita mulai berpikir untuk terkenal oleh seluruh dunia dengan gaya kita yang banyak segi negatifnya. Sehingga waktu terbuang percuma.

Jadi, pilihlah orang – orang yang dapat memberi kita motivasi untuk selalu berpikir dan melakukan hal yang positif, misalnya membaca buku. Banyak sekali akun – akun yang memberi kita motivasi untuk menjadi lebih baik lagi, tinggal kita yang memilihnya yang mana kita sukai. Walaupun pada akhirnya kita dianggap ketinggalan zaman, namun tentunya kita tidak ketinggalan ilmu.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rewina Dianti