Cara Menghilangkan Rasa Malas Ketika Ingin Belajar


Cara Menghilangkan Rasa Malas Ketika Ingin Belajar 1

Hai, bertemu lagi dengan saya di artikel kedua yang judulnya Cara Menghilangkan Rasa Malas Ketika Ingin Belajar. Wah, pasti bukan cuman saya pernah mengalami ini, ya, kan? Tentu di antara kalian yang sedang membacanya sedang mengangguk, atau paling tidak tersenyum. Iya, enggak, sih? Jujur, yuk. Apa Anda pernah merasakan malas gerak kala mau belajar? Hasratnya terus-terusan kepengin rebahan, nonton YouTube, scroll beranda sosial media, dan lain-lain.

Anda tahu tidak, kalau hasil dari malas-malasan yang unfaedah itu adalah penyesalan?

Sudah menjalani yang namanya galau ketika berpikir, “Kemarin aku buang-buang waktu secara percuma, padahal ada agenda belajar yang sudah dibuat dulu. Namun, karena lagi-lagi rasa malas menyerangku akhirnya enggak belajar. Argh, nyesal. Astagfirullahaladzim.” Sempat, pernah, kadang-kadang, sering, atau selalu? Ayo, kudu jujur, lho, Teman-teman. Enggak baik kalau memendam, nanti lama kelamaan menumpuk, bagaimana? Jawab dalam hati saja, ya.

Okay, jika memang pernah. Apa yang kamu rasakan? Penyesalan? Kalau begitu kita sama. Sangat-sangat sama, bahkan selalu menyesal di setiap waktu semisal ada sesuatu yang tidak kulakukan sesuai jadwal yang telah dibuat.

But, calm down. Di sini saya akan memberikan beberapa cara menghilangkan rasa malas untuk belajar. Hm, mungkin bukan hanya sekali dua kali Anda membaca tentang cara-cara dalam menghilangkan rasa malas belajar, sudah sering pasti, ya? Atau selalu nonton motivasi di beberapa channel YouTube yang selalu meng-update cara, tips, maupun trik dalam menghadapi masalah tersebut. Namun, yang harus Anda tahu itu, setiap orang tentu berbeda dalam cara penyampainnya, termasuk saya.

Benar, kan?

Baiklah, daripada menunggu lama-lama, yuk, dibaca, dipahami, serta dicerna baik-baik apa yang telah saya tulis.

Niat

Lah? Artikel pertama juga ada niat, masa di artikel kedua juga ada? Kok selalu pake niat? Memangnya penting, ya? Nah, sangat penting, Teman-teman. Kenapa? Sebab, segala sesuatu itu harus diawali dengan niat. Niat Anda belajar untuk apa, sih? Karena mau pintar? Dapat peringkat di kelas? Atau malah ingin dapat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi? Mm, boleh, sih. Boleh banget malah, hanya saja pernah kah Anda berpikir jika karena niat macam hal tersebut, Anda sering merasa malas? Merasa sudah lebih pintar, makanya sudah enggak mau belajar lagi.

Hal macam itu harus kita musnahkan dari pikiran, dengan cara ubah niat Anda. Niatkan karena Allah, perbaiki dari awal kemauan juga. Jangan sampai akibat dari niat yang mau lebih tinggi dari yang lain, hingga menerbitkan jiwa-jiwa malas tumbuh secara perlahan. Harus diubah, ya.

Jadi ingat, niat Anda harus diperbaiki lagi.

 

Ingat Perjuangan Orang Tua

Poin paling penting setelah niat. Coba-coba, deh, sekali-kali bayangkan wajah kedua orang tua saat mereka dengan susah payahnya mencari biaya untuk menyekolahkanmu hingga detik ini. Dari pagi sampai sore, mereka banting tulang mencari uang demi mewujudkan impian anaknya masuk sekolah atau di universitas yang dia mau. Mereka enggak kenal lelah, terik matahari yang menerpa kulit, itu semua karena apa? Karena kita; sebagai anaknya yang sangat disayangi.

Apalagi jikalau orang tua sudah berharap anaknya di rumah belajar dengan rajin eh justru sebaliknya; asik rebahan, main gadget, nonton, apa enggak ada rasa kasihan sama mereka? Orang tua tahu, niscaya mereka akan sedih. Apakah kita tega melihat orang tua yang sudah mulai menua bersedih karena diri sendiri? Enggak, kan? Makanya, lawan rasa malas. Paksakan, lama-lama akan jadi kebiasaan, in syaa Allah.

 

Harapan

Harapannya apa? Misalnya, belajar agar ke depannya bisa mengerjakan tugas-tugas tanpa bantuan orang lain. Istilahnya pengin mandiri. Bisa banget. Boleh juga, supaya ilmu yang sudah kita dapat bisa bermanfaat buat orang lain, inimah berpahala banget. Banyak harapan setiap orang seumpama ada keinginan untuk belajar.

Nah, kemudian harapan yang sudah Anda pikirkan itu silakan ditulis lalu ditempel di tempat yang sering kamu kunjungi dan perhatiin. Contohnya; meja belajar, dinding kamar, wallpaper ponsel juga bisa. Supaya ketika rasa mala situ menyerang Anda, bisa langsung dilihat tuh list-list harapan yang ingin diwujudkan. Agar rasa malas yang tumbuh, bisa segera hilang.

 

Atur Jadwal

Sekolah dan kuliah ada jadwal. Begitu pun belajar saat berada di rumah, tentu Anda harus panda-pandai dalam mengatur jadwal belajar agar tidak saling bertabrakan dengan agenda yang lain. Se-detail apa pun itu, harus diatur secara rapi. Jangan bilang, “Kan hanya belajar di rumah, enggak harus pake jadwal, lah. Suka-suka hati saja.” Pertanyaan balik ke Anda, hasilnya juga mau suka-suka sesuai usahamu, gitu? Pasti enggak mau, bukan?

Hasil tergantung dengan usaha, ingat dan tanamkan dalam diri masing-masing.

 

Paksakan

Sudah ada jadwal, berarti belajar itu mesti kudu ada yang namanya dipaksa. Awal-awal memang sangat sulit, namun perlahan-lahan Anda akan terbiasa juga, kok. Dengan cara seperti ini, hari demi hari yang akan dilalui akan terasa biasa saja jika sudah melewati fase yang berat. Ujung-ujungnya Anda akan merasa nyaman dengan keseharian yang telah beberapa hari digeluti.

Tidak ada istilah susah, tanamkan dalam diri Anda untuk tetap belajar memaksakan diri. Ya, ini demi masa depan Anda juga, bukan orang lain. Sebab, andaikata itu gagal Anda justru merasa menyesal di kemudian hari. Ingat, ya, bukan penyesalan yang berada di depan, tetapi hambatan. Untuk melewati hambatan tersebut, ada banyak cara mengatasinya.

 

Berdoa

Kelima poin di atas sudah Anda terapkan, sisanya berdoa dan serahkan kepada Allah hasilnya seperti apa. Entah itu mengecewakan, membuahkan hasil, Anda tetap bersyukur. Bisa jadi, di antara kelima poin sebelumnya ada yang masih setengah-setengah dilakukan.

Yang terpenting, jangan lelah untuk berdoa, dan berusaha. Usaha tanpa doa tidak ada akan bisa. Maka dari itu barengi kedua hal tersebut.

Oh, iya. Ada satu saran lagi ini supaya Anda bisa terbiasa belajar. Tips dari temanku yang jauh di sana, yaitu; adakan hukuman untuk diri sendiri. Contohnya, kalau Anda tidak belajar berarti ada hukumannya. Terserah, hukuman seperti apa, entah itu dalam hal makanan, kebiasaan, atau lain-lain yang tidak bisa kita menjauhinya kecuali dilakukan tantangannya.

Semoga bermanfaat, ya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurmalasari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap