Cara Menjadi Pendengar yang Baik, Supaya Tidak Salah Paham!

Cara Menjadi Pendengar yang Baik, Supaya Tidak Salah Paham! 1

Dari anda pasti ada yang pernah mengalami di titik terendah dalam hidup. Ketika anda berada di kondisi tersebut, tentu yang anda pesan adalah seorang pendengar yang siap mendengarkan keluh kesah untuk berbagi lelah. Tidak menghakimi atau menghujat, cukup mendengarkan saja.

Sebelum meminta orang lain menjadi pendengar yang baik, akan lebih bagus lagi kalo anda dulu belajar menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan orang lain bicara adalah salah satu bentuk komunikasi. Jika mendengarkannya saja salah, timbal balik yang anda berikan juga akan keliru. Darisitulah cikal bakal berkepanjangan. Mulai dari, hingga timbul sosial yang melibatkan masyarakat yang besar dan luas. Berikut, ini Cara-cara Menjadi Pendengar yang Baik Supaya tidak Salah Paham.

Fokus

Seperti mendengarkan guru atau dosen ketika menjelaskan pelajaran, kefokusan dalam hal ini juga sangat paling utama. Terima terlebih dahulu apa yang lawan bicara anda sampaikan atau ungkapkan, jangan langsung menilainya. Hal ini juga sedikit dapat mengurangi kemungkinan timbul yang tidak mengenakan.

Bukan hanya Sekedar Mendengarkan

Ingat lagi bahwa tujuan menjadi pendengar yang baik adalah jalan menciptakan komunikasi yang baik pula. Komunikasi terjalin jika terjadi timbal balik antar lawan bicara. Jika hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, akan terasa kurang memuaskan dalam menciptakan suatu timbal baik yang baik pula.

Kontak Mata

Anda juga pasti sadar, saat berbicara dengan orang tersebut, namun orang tersebut tidak melihat atau memberikan perhatian, pasti akan terasa seolah-olah anda tidak dihiraukan. Lawan bicara akan merasa bahwa sia-sia saja terasa berbicara sendiri padahal ada orang lain di hadapan kita.

Stop Menyepelekan Lawan Bicara

Salah satu alasan kenapa seseorang tidak bisa menjadi pendengar yang baik adalah karena dia sering menyepelekan orang yang menjadi lawan bicaranya. Biasanya hal ini terjadi ketika dia berhadapan dengan orang-orang tertentu. Dan sayangnya seringkali alasannya sedikit diskirminatif.

Evaluasi dan Proses Informasi tetapi Jangan Diungkapkan Terlebih Dahulu

Setelah didengarkan dengan baik, proses, dan evaluasi informasi yang anda peroleh. Putuskan bagaimana anda akan bereaksi sesuai dengan reaksi yang diinginkan lawan bicara anda. Sampai langkah ini, cukup simpan terlebih dahulu saran maupun komentar atau pertanyaan anda sendiri.

Tanyakan Reaksi seperti Apa yang Lawan Bicara Anda Inginkan

Kadang-kadang ada beberapa jenis orang yang hanya ingin didengarkan saja, tanpa menginnginkan feedback bahkan ditanya-tanya. Tanyakan kepada teman anda, reaksi seperti apa yang dia harapkan dari anda sebagai pendengar ceritanya. Hanya mendengarkan saja, atau butuh saran dan masukan berkelanjutan.

Mengambil Tindakan

Setelah memperoleh informasi, memutuskan untuk bereaksi, dan sudah tahu seperti apa bentuk timbal balik yang mereka inginkan. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan reaksi yang sudah kita tentukan. Misalnya mulai saat teman bercerita tentang masalah keluarganya, dan ia menginnginkan timbal balik berupa saran dari anda, maka aksi dari anda adalah memberi saran yang anda anggap baik kepadanya.

Demikian, cara menjadi pendengar yang baik supaya tidak salah paham, setidaknya mulai dari mendengarkan orang dengan baik, bertanya agar tidak salah reaksi atau salah paham, dan berpikir sebelum melakukan tindakan. Hal tersebut cenderung mengarah kepada tujuan dari komunikasi yang efektif.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

rohman

   

penulis yang masih dibantu dengan keyboard