Cerita harian, pesan untuk para orang tua cintai kami karena kami berharga


Cerita harian, pesan untuk para orang tua cintai kami karena kami berharga 1

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun terkadang mereka lupa jika anak adalah manusia yang juga perlu untuk dihargai, anak bukan alat untuk mencapai suatu tujuan juga bukan benda yang bisa dibuang di kala tidak lagi diharapkan.

Anak itu bukan aset yang bisa dijual belikan juga bukan barang yang bisa diganti sesuka hati. Anak adalah manusia yang memiliki perasaan dan menginginkan kebahagiaan, anak juga merupakan titipan tuhan yang tiada duanya mengapa para orang tua begitu bangga dengan keberhasilan anak orang lain tetapi lupa dengan pencapaian anaknya sendiri mengapa para orang tua begitu ingin anaknya menjadi sama seperti anak orang lain tanpa pernah melihat betapa istimewanya anak yang dia miliki.

Kepada ibu atau ayah yang ada diluar sana jika anda membaca tulisan ini tolong jangan abaikan karena anak anda ingin anda mengerti betapa mereka ingin anda mencintainya dengan apa adanya dia. tahukah anda jika putri kecil kalian sering menangis didalam kamarnya dengan ditemani oleh keheningan malam dan pelukan dari mereka yang tidak terlihat, pernahkah kalian bertanya kenapa putra kalian yang sudah dewasa masih sering duduk merenung sembari mengingat masa kecilnya?.

Ayah bunda kalian adalah pelindung bagi buah hati kalian. Bukan hanya tentang bagaimana kalian melindungi fisiknya dan memenuhi kebutuhannya tetapi juga tentang bagaimana kalian melindungi hatinya, tahukah kalian seberapa rapuhnya kami? Kami mungkin terlihat biasa saja ketika kalian mengatakan coba saja kamu seperti si dia yang selalu jadi juara pertama.

Ayah bunda anak kalian mungkin tidak pandai dalam pelajaran matematika tapi bisa saja dia pandai dalam pelajaran bahasa indonesia. Ayah bunda kami mungkin tidak pandai sehingga kami tidak bisa menempati peringkat pertama di sekolah tetapi sebagian dari kami pandai dalam olah fisik, dan sudah pasti kami semua pandai dalam bersandiwara.

Bukankah akting kami begitu bagus sampai kalian pun tidak menyadari jika sebenarnya kami berpura-pura baik-baik saja setiap kali kalian memuji kehebatan anak lain dihadapan kami tanpa pernah memikirkan perasaan kami. Setiap kali kalian berkata jika mereka lebih baik dari pada kami dalam segala hal pernahkah kalian ingat betapa kami juga sering melakukan hal yang luar biasa hanya saja kalian tidak pernah menghargainya, apa ayah ingat saat anak perempuan ayah untuk pertama kalinya memasak dan tanpa sengaja memotong ujung jarinya sendiri? Apa ayah bunda masih ingat?.

Saat itu apa yang ayah bunda katakan? ” kamu ngapain mainan di dapur bikin susah aja nanti siapa coba yang mau bersihkan kamu itu bisanya cuma berantakin tidak bisa bantu orang tua setidaknya jangan bikin susah orang tua” pasti seperti ini kan? Atau kalian mengatakan ha lain tapi dengan tujuan yang sama yaitu menyalahkan anak kalian. 

Ayah bunda setiap kalimat yang kalian ucapkan adalah doa. Kami sadar betul dengan hal itu makanya kami sering bertanya kepada sang malam yang selalu diam kenapa ucapan kalian terhadap kami begitu menyakitkan? Tidakkah ada cinta dihati kalian untuk kami? Kenapa kalian selalu bersembunyi dibalik kata “motivasi” dan “dorongan”. Ayah bunda cara untuk memotivasi anak adalah dengan mengajari dan memberikan contoh bukan dengan merendahkan apalagi membandingkan kemampuan anak sendiri dengan anak orang lain.

Pernahkah kalian berfikir jika setiap anak memiliki kemampuan dan zona nyaman nya sendiri?. Memang tidak salah jika ayah bunda ingin kami menjadi orang yang sukses dan menjadi contoh baik bagi banyak orang tetapi cara kalian lah yang salah.

Jika kalian ingin kami sukses maka tolong biarkan kami tumbuh. Biarkan kami tumbuh menjadi diri kami sendiri izinkan kami mengembangkan bakat kami dan mencari jalan kami sendiri, jangan kalian selalu menekan kami untuk menjadi seperti orang lain atau menjadi seperti yang kalian inginkan karena kami juga memiliki takdir kami sendiri. Jika kalian khawatir jika kami akan mengambil jalan yang salah maka bantu kami untuk menemukan jalan kami dengan cinta bukan dengan tekanan, perbandingan, atau pembenaran.

Ayah bunda jika kalian selalu berfikir jika kami sebagai anak hanya membutuhkan uang atau ekonomi maka kalian salah. Karena kami juga membutuhkan cinta dan kasih sayang kesederhanaan pun akan menjadi indah disaat ada kehangatan keluarga dan cinta orang tua, tetapi apalah gunanya jika bergelimang harta tetapi tidak ada cinta?.

Ayah bunda tolong ingat ini ya, dua tahun lalu ada sepasang suami istri yang menangis diatas makam anak mereka. Saya menyapa mereka dan bertanya kenapa mereka menangis dan mereka mengatakan jika mereka sangat menyesal karena sudah menyakiti hati anak mereka, perbuatan mereka membuat anak mereka memilih untuk menjadi anak yang pendam, tidak mau bergaul dengan teman sebayanya, dan sering mengurung diri didalam kamar mereka sering marah pada sang anak karena begitu pendiam bahkan enggan keluar dari kamarnya tetapi mereka tidak pernah bertanya pada sang anak kenapa dia melakukan hal itu suatu hari sang ibu marah besar karena sudah hampir jam 12 siang tapi sang anak masih tidur ibu itupun berjalan menuju kamar si anak sambil marah-marah untuk membangunkan sang anak tapi setelah berusaha membangunkan sang anak ibu itu sadar jika anaknya sudah tidak bernafas lagi.

Pasangan itu membawa anaknya ke rumah sakit tapi dokter mengatakan jika sang anak sudah meninggal sekitar 8 jam lalu. Sang anak meninggal karena kanker yang ia derita dokter juga mengatakan jika kemungkinan selama ini sang anak tidak menjalani pengobatan dalam bentuk apapun untuk menangani penyakitnya sehingga itu menjadi penyebab sel kanker tersebut berkembang dengan sangat cepat dan merenggut nyawa anak itu.

Itu memang benar bahkan selama ini orang tuanya saja juga tidak tau jika sang anak sakit dan sekarat. Setelah hari pemakaman kedua orang tua itu membersihkan kamar anaknya mereka menemukan catatan harian sang anak, disana tertulis banyak memori sang anak tentang bagaimana sikap orang tuanya yang sering berkata kasar kepadanya, membandingkan dia dengan anak tetangga, memarahi nya disaat dia melakukan hobi yang juga adalah bakatnya bahkan memarahi nya hanya karena dia ingin belajar memasak di hari ulang tahun ibunya. Saat si anak sudah tiada mereka baru sadar betapa berharganya anak mereka.

Itu membuat mereka sadar dengan kesalahan mereka namun sayangnya saat itu semuanya sudah terlambat. Mereka sangat menyesali perbuatannya dan merasa gagal menjadi orang tua, tetapi apalah arti sebuah penyesalan jika maut sudah memisahkan? Ayah bunda tahu hal apa yang paling di inginkan oleh anak itu sebelum dia meninggal? Di buku harian itu tertulis jika dia sangat ingin sekali ayah ibunya memeluk dia dan berkata “sayang kamu hebat” sekali saja tetapi itupun tidak dia dapatkan hingga akhir hayatnya.

Ayah bunda terkadang hal yang kalian anggap sederhana itu sebenarnya sangat berarti bagi kami. Bahkan hal yang terkadang kalian anggap tidak berguna sebenarnya sangat berharga bagi kami, jadi tolong hargai kami, kasihi, dan sayangi kami karena kami mencintai kalian dengan se tulus hati kami.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Niken Agustiani

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap