Cerpen “Ardi: Apa Kabarmu Ra?”


Cerpen "Ardi: Apa Kabarmu Ra?" 1

Ardi, seorang pemuda yang berasal dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Perawakannya tinggi, kulitnya sawo matang, hidung mancung, bibir tipis, dan rambut lurus belah pinggir. Ardi seorang pemuda urban yang sukses, setiap pulang kampung ke kotanya para tetangga selalu berdecak kagum dengan penampilannya yang rapi, kemejanya yang bermerk, jam tangan puluhan juta, dan ponsel keluaran terbaru.

Ardi sangat puas dengan dirinya sekarang, wanita mana yang tidak bisa dipikatnya. Namun, Ardi tidak seperti pemuda seumurannya yang gonta ganti pacar cuma untuk tes pasar. Ardi hanya punya satu tujuan, yaitu Lara. 

Lara wanita yang dipacarinya ketika masih di bangku kuliah. Lara yang cantik, idola kampusnya, mau dengan Ardi yang saat itu kumal, masa depan tidak jelas, uang kuliah sering nunggak.

Tiga tahun Ardi dan Lara menjalani hubungan, dimulai ketika tahun kedua kuliah dan berakhir satu tahun setelah lulus kuliah. Hanya karena pertengkaran kecil dan ego masing-masing. Hanya karena saat itu Lara sudah bekerja, dan Ardi belum mendapat pekerjaan. Membuat Ardi rendah diri, dan mulai membuat masalah-masalah karena Ardi stress dalam mencari kerja. Belum lagi ketika ngapel ke rumah Lara, bertemu dengan Ayah Lara, tak sanggup Ardi menatap mata Ayah Lara. Semua serba tidak enak di hati Ardi. Maka suatu ketika Ardi dan Lara bertengkar untuk kesekian kalinya, hanya perkara Lara membayar lagi makanan mereka di sebuah warung bebek Lamongan di pinggir jalan kota saat malam minggu, sebuah kata dari mulut Ardi meluncur, “Aku mau kita putus Ra, aku sudah tidak tahan denganmu!” Lara terkejut, Lara menangis, dan hubungan Lara dan Ardi selesai malam itu.

Seusai putus, tidak ada keberanian Ardi untuk minta maaf, untuk kembali lagi pada Lara. Ardi merasa tidak pantas, dan menahan segala keinginannya untuk kembali memeluk Lara. Ardi mulai membenahi hidupnya, dengan satu tujuan, saat sukses nanti, Ardi akan menemui Lara lagi.

Hari ini, tepat lima tahun setelah perpisahan malam itu, Ardi bertekad menghubungi Lara. Walaupun sudah berpisah lama, Ardi masih memantau Lara, menjadi follower instagram Lara dengan fake account, menanyakan kabar Lara ke sahabat-sahabat Lara, Ardi tahu Lara belum menikah walaupun sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa laki-laki. Dan yang terakhir Ardi tahu, Lara menjalin hubungan 3 tahun dengan seorang laki-laki bernama Yuda.

Ardi sempat khawatir apakah Lara akan segera menikah dengan Yuda, “tapi kalau tidak dicoba, jangan kalah sebelum bertanding,” pikir Ardi. Ardi mulai memencet tombol mengetik nama Lara dan mulai menelepon. Lalu seketika dia mematikannya, “Ah, kalau langsung telepon pasti dikira sales kartu kredit.” Ardi membuka aplikasi whatsapp, mengetik “Hai Ra, ini aku Ardi.”, dan tidak lama kemudian tertanda dua centang biru yang berarti Lara sudah menerima dan membacanya. Ardi mengetik lagi, “Ra, kamu apa kabar?”, “Lama enggak ketemu, kita bisa ketemu?” centang satu, Ardi penasaran. Ardi mencoba menelepon dan terdengar “Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi”. “Aaaahh, Lara berarti langsung mematikan ponselnya. Lara benci aku?Lara tidak mau aku hubungi?”Ardi bingung dan galau.

Dan malam itu terasa sangat panjang

Ardi tidak sabar menunggu pagi tiba, dia akan pergi menemui Lara, seperti suatu hal yang tidak bisa ditunda lagi, sekarang atau semua akan terlambat.

Sementara di sana, Lara mengobrak-abrik tasnya, lemari, untuk mencari harapan, dan harapan itu bernama charger ponsel

Bersambung


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Cherry Ann Rose

   

Menulis adalah cara menyampaikan rasa yang tak sanggup terucap

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap