Cinta itu bukan memenjarakan


Cinta itu bukan memenjarakan 1

jujur, sebelum mata ini terlelap bersamaan dengan gelapnya malam, setiap malam aku tidak bisa tidur, aku dihantui oleh wajahmu itu, letupan-letupan kecil tentang senyummu yang merona, membuatku percaya bahwa ciptaan tuhan lebih dari kata sempurna, otakku memberontak selalu saja memikirkan kenangan-kenangan bersamamu, dan terkadang bibir ini tertawa sendiri, mengingat kenangan kita yang telah kita gapai di hamparan jagat raya ini, aku rindu itu..

aku rindu disaat kita telvonan entah apa yang dibicarakan sampai-sampai kita larut dalam gelapnya malam, dan itu sebenarnya merupakan cara-cara bodohku agar aku lebih lama denganmu..

aku rindu disaat kita jalan bersama, tanganku berjabat erat denganmu, pundakku menyangga dagumu, sehingga kita seperti dua anak manusia yang paling romantis disetiap sejarah yang tercipta..

aku rindu kata semangat yang keluar dari bibir merahmu.. sungguh aku rindu..

fotomu itu salah satu obat penawar ketika engkau merajai segala rindu..

sayang..

tetaplah bersamaku, tidak perlu ada yang dipermasalahkan, karena masalah yang muncul sebenarnya menjadikan kita lebih dewasa, aku akui dari sejak kita merajut sebuah komitmen sebenarnya banyak kesalah pahaman diantara kita, dan tuhan sengaja agar kita memperbaiki bersama, tanpa salah satu diantara kita terbang mengangkasa..

sayang..

kau tahu? cinta itu bukan memenjarakan, melainkan ia menjaga agar hatimu tidak diambil orang.. setakut itu

sayang..

maaf mungkin hari-hari ini aku tidak terlalu sering memberikan kabar sesering kemaren-kemarennya, harapan terbesarku, aku harap kau mengerti, akupun begitu, aku sibuk dengan akademikku, dan sebenarnya kamu juga sibuk dengan pekerjaanmu, ini tidak lain melatih kita untuk saling percaya diantara kita, saling menjadi diri sendiri menemukan cara-cara arti hidup, tanpa ketergantungan kepada siapapun, karena dibalik cinta yang bahagia sebenarnya engkau mampu menerima apa adanya, atas takdir yang maha kuasa.

sayang..

ketahuilah, dibalik aku yang mempunyai waktu sedikit tuk mengabarimu , sebenarnya tidak berkurang sedikitpun cintaku terhadapmu.. sungguh.. aku sering membayangkan  bersamamu dimasa depan, betapa bahagianya aku, ketika kelak kita makan bersama,  masak bersama-sama, berjamaah bersama-sama, aku imammu, sedangkau adalah makmum ku, rumahmu-rumahku, tangismu-tangisku,  

sayang..

terimakasih telah mewarnai hari-hariku, hari dimana jika aku tidak mendengar tentangmu, telingaku terasa bising, dunia terasa hening, hatiku luluh lantah ke ka khawatiran perihal dirimu yang berwajah ayu.

Aku bersyukur telah dimiliki kamu..

Aku bahagia bisa bersanding denganmu..

Awalnya aku tidak percaya, bahwa rasaku bersatu dalam bahagia yang menjadi cinta

Hingga pada akhirnya..

Tuhan menakdirkan kita bersama, semoga saja tuhan telah juga menakdirkan..

Kamu adalah wanita dunia akhiratku, sedangkan aku adalah lelaki yang menjagamu sampai akhirat itu..

percayalah sayang, akan ada disuatu saat, rindu tak lagi mengamini temu, temu tak lagi menagih restu, karena kita telah menyatu. seromantis itu..

@ketikaengkaumerajaisegalarindu
@ketikaengkaumerajaisegalarindu


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Abdul Ghoni

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap