Cinta Kandas Berujung Gangguan Mental


Cinta Kandas Berujung Gangguan Mental

Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Jatuh cinta adalah hal terindah yang pernah dirasakan oleh manusia. Khususnya dimasa remaja, banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah. Masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Masa dimana setiap orang berusaha mencari identitasnya masing-masing. Para ilmuwan mengatakan bahwa seseorang mengalami masa remaja mulai dari umur 10 tahun hingga 24 tahun.

Pada masa ini remaja mengalami hal-hal yang baru dalam hidupnya. Pegalaman menyenangkan maupun yang menyedihkan, bermain dengan teman maupun merasakan yang namanya jatuh cinta. Saat jatuh cinta seseorang akan merasa sangat bahagia. Menemukan orang lain yang bisa mengerti dirinya sendiri membuat dunia serasa di Negeri Sakura. Apalagi jika jatuh cinta dibangku SMA. Putih abu-abu memang masa yang sangat tepat untuk merasakan yang namanya jatuh cinta, serasa dunia milik berdua.

Faktanya jatuh cinta memberikan energi yang sangat positif. Kedua pihak yang sedang jatuh cinta akan lebih bersemangat untuk menjalani hari-harinya juga memiliki emosi yang lebih stabil. Namun tidak sedikit pula yang merasakan patah hati karena hubungan yang kandas atau putus. Saat ditinggal oleh orang yang sangat kita cintai tentu saja kita akan sangat merasa kehilangan.

Seperti yang kita ketahui pada masa transisi ini remaja kerap mengalami ketidakstabilan emosi dan sering disebut labil. Hal ini lah yang membuat remaja menjadi lebih mudah marah dan sulit diatur. Saat mengalami patah hati, keadaan psikis seseorang dapat terganggu. Terutama bagi kaum remaja yang emosinya belum stabil. Patah hati dapat menyebapkan stress, hilangnya nafsu makan, sulit tidur, melemahkan sistem kekebalan tubuh, bahkan menyebapkan permasalahan pada kulit wajah (berjerawat). Namun dari semua itu yang harus diperhatikan lebih adalah patah hati dapat menyebapkan stress.

Untuk menghindari stress akibat patah hati. Mulailah dengan berdamai dengan diri sendiri dan berusaha untuk merelakannya pergi, karena kita tidak dapat menahan seseorang yang ingin pergi. Kemudian tingkatkan rasa cinta kepada diri sendiri. Tetaplah bertahan dan perlahan-perlahan mulai bangkit lagi demi orang-orang disekitar anda. Jika anda tetap mengalami kesulitan, carilah seorang professional seperti psikolog.

Baca Juga

Exit mobile version