Ciri-Ciri Ransel Jelek Buat Bertualang


Ciri-Ciri Ransel Jelek Buat Bertualang 1

Pernah di suatu masa, kita berkesempatan memiliki barang yang menjadi impian. Buat para pendaki gunung, mungkin tak ada yang paling diinginkan, selain memiliki carrier atau ransel besar sendiri.

Bisa sampai terbawa-bawa mimpi, masalah carrier pribadi ini. Bahkan ada yang sampai usaha mati-matian buat memilikinya. Dari yang usaha utang kesana-kemari, sampau pura-pura pinjem carrier terus nggak dipulangkan lagi ke pemiliknya.

Buat yang akhirnya bakal kesampean punya carrier, diucapkan selamet sebesar-besarnya. Karena anda melangkah lebih dekat pada predikat petualang sejati. Saya hanya bisa memberikan informasi, tentang ciri-ciri carrier yang tak pantas dibeli. Tak lain agar nilai petualangan yang akan dilalui akan makin menantang.

Warna Tak Cocok

Biasanya kalau mau memilih tas, saya akan memperhatikan dulu semua deretan tas yang dipajang. Bukan untuk mencoba menerka isi tas, namun mencari warna yang cocok.

Warna menjadi indikator pertama untuk memilih. Mungkin juga saya tipe yang percaya pada cinta pandangan pertama. Jadi begitu juga saat memilih ransel. Begitu menemukan tas dengan warna yang cocok baru akan melihat lebih dekat.

Begitu pula kalau ingin mencari tas ransel paling jelek. Berarti pilih warna yang tak sesuai dengan keinginan. Bahkan kalau perlu pilih tas dengan warna paling norak, atau warna yang nggak nyambung satu sama lain.

Ciri-Ciri Ransel Jelek Buat Bertualang 3

Jahitan Rusak

Langkah selanjutnya setelah warna cocok, biasanya melihat kualitas jahitan pada ransel. Jahitan yang baik adalah yang terlihat rapih. Selain itu dibagian yang sekiranya terbeban lebih berat, seperti bahu dan bawah ransel, jahitan biasanya didobel dua kali.

Sementara kalau cari ransel yang jelek, pilih saja yang jahitannya tak rapih. Semrawut kesana-kemari. Jahitan juga kadang terputus tak jelas. Sementara dibagian penting, cuma dijahit sekadarnya.

Urusan jahitan ini juga bisa menjadi runyam, bila kejadian tersebut terjadi saat melakukan aktivitas. Sehingga niatnya ingin merasakan perjalanan yang nyaman dengan peralatan memadai, jadi tak terlaksana karena ransel rusak dan menyakiti tubuh. 

Merk Abal-Abal

Ini sering terjadi, kita menemukan merk ransel mendaki gunung abal-abal. Yang dimaksud abal-abal disini bukan merk tak terkenal, tapi merk yang dimodifikasi sedemikian rupa agar mirip dengan merk ternama.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi. Banyak produsen di negara dunia ketiga, sering tak memperdulikan masalah hak paten. Maunya hanya untung saja, banyak cara kemudian digunakan. Salahsatunya dengan mencontek merk terkenal yang ada.

Kalau memang niat membeli tas carrier yang jelek, direkomendasikan membeli barang dengan merk abal-abal seperti ini. Pasti ditanggung kualitasnya tak memuaskan.

Ciri-Ciri Ransel Jelek Buat Bertualang 4

Teknologi Kuno

Carrier yang jelek juga bisa dilihat dari teknologi tas pendaki gunung yang ketinggalan zaman. Misalnya masih memakai besi rangka penyangga diluar, seperti zaman Rano Karno mendaki gunung.

Sementara yang ada sekarang, bahkan sudah pake sistem ventilasi dipunggung. Alias ransel diberikan sedikit ruang dipunggung, agar punggung bisa bernafas. Tujuannya agar tubuh tak cepat lelah.

Demikian setidaknya tiga ciri-ciri memilih tas ransel atau carrier yang buruk dibawa untuk bertualang. Ditanggung dengan membawa ransel tersebut kita akan cepat sakit bahu dan pinggang. Bahkan mungkin juga tangan jadi sulit digerakan, karena bahu terlalu sering terbeban ransel berat.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sulung

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap