Covid 19 Dan Lahirnya Generasi Murid Digital

Covid 19 Dan Lahirnya Generasi Murid Digital 1

Sudah setahun lebih Covid 19 menjangkiti dan menyerang umat manusia. Jutaan orang telah terinfeksi dan jutaan lainnya meninggal dunia. Setiap harinya covid 19 masih terus menginfeksi manusia dengan jumlah yang masih terus meningkat. selain itu dampak yang ditimbulkan secara ekonomi masih sangat terasa. Bahkan selama satu tahun ini covid 19 telah memberi dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan. Metode belajar jarak jauh kini menjadi trend atau alat satunya agar anak-anak dapat mengakses pendidikan.

Jika sebelum adanya covid 19 setiap pagi anak-anak beramai-ramai untuk berangkat ke sekolah bersama-sama, maka pandemi ini membuat kebiasaan itu hilang. Kegiatan belajar dan mengajar harus ditiadakan untuk mengatasi penularan virus ini. Kemudian kegiatan belajar-mengajar model baru tercipta dengan sendirinya. Internet menjadi penolong dengan menjadi penghubung antara siswa dengan guru-gurunya.

Whatsapp menjadi tempat bertemu antara murid dan Guru

Covid 19 Dan Lahirnya Generasi Murid Digital 3

Whatsapp merupakan aplikasi chat kekinian yang saat ini diinstal di sebagian besar smartphone. Aplikasi ini pada mulanya hanya menjadi sarana komunikasi dengan rekan atau keluarga. Dan dalam peran yang lebih penting, whatsapp menjadi sarana bisnis untuk menghubungkan dengan rekan kerja, pelanggan atau pembeli. Akan tetapi ketika covid 19 mulai meluas dan kegiatan belajar mengajar dihentikan, whatsapp seolah-olah menjadi ruang kelas bagi guru dan murid.

Tugas-tugas sekolah yang sebelumnya disampaikan secara langsung saat ini disampaikan melalui pesan suara, pesan teks atau video di whatsapp. Cara semacam ini mungkin saja efektif bagi siswa yang telah mampu memahami teknologi. Mereka mungkin telah terbiasa dengan smarthpone yang mungkin juga mereka miliki sebelum pandemi covid. Artinya, bagi mereka yang telah sedikit memahami penggunaannya tentu hanya bergantung pada niat belajar dari anak tersebut. Jika ia memang memiliki semangat belajar maka cara belajar dengan metode ini bukan suatu hambatan yang berarti.

Persoalan lain tentu bagi anak-anak yang belum memahami penggunaan penggunaan teknologi whatsapp atau aplikasi lainya. Kondisi ini terutama pada anak-anak yang saat ini masih di kelas-kelas awal sekolah dasar. Hampir saat tahun ajaran di mulai, mereka sama sekali belum pernah bertemu langsung dengan Gurunya. Jika bertemu, itu pun dalam waktu yang singkat. Sedangkan untuk menerima pelajaran melalui whatsapp, mungkin masih sangat sulit karena memang belum mampu.

Orang tua menentukan mampu tidaknya siswa menerima pelajaran sekolah

Covid 19 Dan Lahirnya Generasi Murid Digital 4

Tahun pandemi ini memang berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, pengawasan orang tua mungkin tidak sampai ke teknis pelajaran sekolah. Namun saat ini, segala teknis pelajaran tersebut harus mereka ketahui untuk mengetahui sejauh mana anak mereka dalam menyerap pelajaran. Atau mereka akan menjadi tempat bertanya dari anak-anaknya. Kondisi semacam ini kembali lagi lebih banyak terjadi pada anak-anak sekolah dasar awal. Peran orang tua tentu sangat menentukan dalam pendidikan di era pandemi ini.

Bagi orang tua dengan pendidikan yang baik, tentu bukan menjadi persoalan yang sangat serius. Meskipun mereka juga harus bernostalgia dengan pelajaran sekolah pada masanya dulu. Akan tetapi, kadang pun menjadi persoalan karena perbedaan kurikulum waktu dulu dan saat ini sangat signifikan.Berbeda lagi jika orang tua tersebut dengan pendidikan yang pas-pasan. Dan masih beruntung jika ia dapat membaca dan menulis dan mengajakan kepada anak-anaknya.

Lahir kelompok anak-anak pencari jaringan seluler

Covid 19 Dan Lahirnya Generasi Murid Digital 5

Layanan internet di Indonesia memang belum bisa dikatakan baik. Di berbagai wilayah, terutama di pedesaan, jaringan internet masih sangat susah. Padahal setiap harinya jaringan internet itulah yang menjadi penolong mereka untuk belajar. Oleh karena itu mereka mencari-cari tempat di mana disitu jaringan internet cukup baik untuk mereka gunakan.

Persoalannya tentu bukan hanya bagaimana menemukan jaringan internet. Bagi mereka yang mampu dan telah memiliki ponsel, tentu itu hanya tinggal soal mencari tempat dengan jaringan internet yang baik. Akan tetapi bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu, mereka mesti berusaha untuk mendapatkan smartphone yang dapat digunakan oleh anak-anak mereka. Sedangkan kondisi ekonomi saat ini sedang tidak bagus bagi semua kalangan.

Bagaimanapun juga pandemi ini telah menciptakan berbagai perubahan baru yang sebelumnya tak pernah terjadi. Penggunaan teknologi mau tak mau memang harus diikuti. Akan tetapi pada waktu ini negeri ini tidak bisa dikatakan siap jika telah menggunakan media digital untuk belajar dan mengajar. Namun, karena situasi yang sangat mendesak, maka itulah hal yang dapat dilakukan. Sebagai dampaknya mungkin baru akan terasa dalam beberapa tahun mendatang dengan melihat hasil kualitas anak-anak digital tersebut. Mari kita berdoa semoga mereka menjadi anak-anak yang benar-benar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Serta mereka menjadi anak-anak yang berkualitas meski harus belajar dalam kondisi yang tidak baik.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Elang

   

Semenjak lama suka menulis, kemudian mencoba untuk menuangkannya melalui media sosial atau blog. Sekarang sedang merawat blog di http://tanimillenial.com