COVID-19 di antara Krisis Ekonomi dan Problem Kuliah Daring

COVID-19 di antara Krisis Ekonomi dan Problem Kuliah Daring

-19 bukan lagi hal yang awam untuk seluruh masyarakat di dunia, termasuk . Masalah-masalah yang kini merajela menjadi sebuah dilema dan tantangan tersendiri baik bagi aparatur negara maupun rakyat. Setidaknya dari sekian juta penduduk , beberapa diantaranya harus merelakan kondisi mereka yang mulanya berjalan lancar dan semestinya kini menjadi tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak? Penyebaran yang semakin ganas membuat menerapkan sistem social distancing dimana jarak dari satu orang dengan orang lainnya perlu diperhatikan untuk mecegah penularan -19. Secara sadar, hal ini memaksa para pekerja, seperti pedagang, pengusaha, dan pegawai harus menghadapi bisnis yang melambat, minimnya pesanan barang, pekerjaan menjadi beralih di rumah atau Work From Home, bahkan ada pula yang sampai gulung tikar.

COVID-19 di antara Krisis Ekonomi dan Problem Kuliah Daring

Krisis nampaknya menjadi masalah serius yang mestinya perlu ditangani secara menyeluruh. Apalagi jumlah penduduk atau pekerja di banyak dengan kebutuhan setiap individu yang kompleks pula. Tentunya hal ini cukup menjadi tantangan dan tamparan, baik bagi maupun masyarakat sendiri. Bantuan pun mulai turun sana-sini, keinginan berbagi banyak terealisasi. Semakin ke sini, menariknya, sistem jual beli secara online mendadak menjadi alternatif yang diserbu oleh banyak orang. Agaknya physical distancing bukan lagi hambatan yang besar, sebab kegiatan jual beli bisa dilakukan hanya melalui sebuah teknologi canggih yang akrab dengan tangan masyarakat, yaitu ponsel android.

Baca juga  Membuat Pembersih Tangan Alami

Semakin ke sini, bukan saja krisis yang menjadi tantangan bagi masyarakat, tetapi bidang pendidikan juga terkena imbasnya. Dampak dari -19 yang semakin mengerikan membuat banyak Perguruan Tinggi membuat pembelajaran daring. Mau tidak mau, hal ini menjadi sebuah alternatif selama masa berlangsung. Sebab tidak ada pilihan lain yang lebih mendukung. Jika kuliah diliburkan tentu saja akan menjadi sangat aneh, oleh karena itu mencari sistem atau cara untuk mengurangi pertemuan tetapi pembelajaran masih tetap bisa dilaksanakan. Namun, realitanya pembelajaran seolah membuat internet dan jaringan adalah nyawa bagi mahasiswa.

Baca juga  New Normal Indonesia, Siapkah? Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Pembelajaran daring menuntut kecepatan akses. Seorang mahasiswa dituntut untuk memiliki ponsel atau laptop dengan jaringan internet yang memadai. Persoalan sinyal bukan lagi hal yang asing bagi mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Bahkan ada satu kisah mahasiswa yang tinggal di Dusun Malaka, Desa Cenrana Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang harus naik ke pegunungan yang berjarak dua kilometer dari perkampungan warga untuk mencari jaringan internet. Sebab, hanya di lokasi tinggi ini sinyal internet bisa diperoleh sehingga mereka bisa belajar online. Hal ini tentunya menjadi sebuah harapan yang besar bagi para mahasiswa dalam mendapatkan jasa layanan telekomunikasi dan kuota gratis dari untuk menunjang kegiatan kuliah secara daring.

Baca juga  Coba Lakukan Cara Ini Sebagai Moodbooster Kamu Ketika

Seiring berjalannya waktu, mestinya kini makin membaik, dengan statistika kesembuhan yang menaik. Tapi nyatanya terbalik, segala tampak mengecewakan. Ruang edukasi tak kunjung dibuka, hingga mahasiswa rela belajar tanpa tatap muka. Area wisata banyak dibuka, hingga slogan physical distancing seolah tak lagi ada. Jalanan tampak riuh oleh manusia yang berlalu lalang, hingga musibah yang terjadi seolah bukan apa-apa. Seharusnya ini menjadi tamparan berat untuk dalam memulai era baru selama dan setelah masa . Namun, krisis nampaknya bisa dialihkan dengan alternatif lain yang bisa mengugah kembali kegiatan bisnis dan perekonomian dalam negeri. Pembelajaran daring kiranya semakin membuat mahasiswa maupun dosen melek akan kecanggihan teknologi di zaman milenial.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Syifa Khoirul Hafidz