COVID-19 Pada Ibu Hamil

COVID-19 Pada Ibu Hamil

Coronavirusndisease 2019 (-19) adalah penyakit yang sedang mewabah hanmpirndi seluruh dunia saat ini, dengan nama VirusnSevere Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV2). Infeksi VirusnSARS -19 pertama kali ditemukan di Bulan Desember 2019 di Muhan China, kemudiannWHO mengumumkan -19 sebagai wabah dunia pada Bulan Januari 2020, sedangkanndi Indonesi sendiri pertama kali dilaporkan adanya -19  yaitu pada bulan maret 2020. Kepala BadannNasional Penanggulangan Bencana melalui Keputusan nomor 9 A Tahun 2020ndiperpanjang melalui Keputusan nomor 13 A tahun 2020 menyatakan Status KeadaannTertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di .

Di sisi lain, setiap harinyansekitar 830 wanita di dunia meninggal karena komplikasi kehamilan dannpersalinan. Penyebab utama kematian ibu melahirkan adalah perdarahan, penyakitntidak menular seperti hipertensi, DM dan Jantung, serta penyebab tidak langsungnterutama karena adanya interaksi antara kehamilannya dengan kondisi medis yangnsudah ada sebelumnya.

Selama ini masih sangatnjarang ditemukan kasus kematian Ibu atau bersalin yang diakibatkannCOVID-19, namun wanita lebih berpotensi dirawat di RS dan lebih berisikonuntuk masuk ICU sebesar 1,5% dibandingkan dengan wanita tidak , tetapinrisiko terjadi kematiannya serupa. Penyakit -19 pada Ibu bisanmenimbulkan gejala yang ringan, sedang, sampe dengan berat. Gejala ringannterjadi pada ibu   dengan imun yangnbaik, sedangkan gejala berat seperti Pnemonia atau sesak nafas berat terjadi padanibu yang mempunyai komorbid (penyakit penyerta) seperti Hipertensi, DM,nGinjal dan sebagainya. Sehingga disarankan pada ibu pada kelompok rentan ataunyang mempunyai komorbid untuk lebih waspada.

Baca juga  Tim Misi Kemanusiaan Berbagi Ditengah Pandemi

Prinsip-prinsip pencegahannCOVID-19 pada ibu , ibu nifas dan bayi baru lahir di masyarakat meliputi universal precaution dengan selalu cucintangan memakai sabun selama 20 detik atau handnsatitizer, pemakaian alat pelindung diri, menjaga kondisi tubuh dengannrajin olah raga dan istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dannmempraktikan etika batuk-bersin.

Sedangkan prinsip-prinsipnmanajemen -19 di fasilitas kesehatan adalah isolasi awal, prosedurnpencegahan infeksi sesuai standar, terapi oksigen, hindari kelebihan cairan,npemberian antibiotik empiris (mempertimbangkan risiko sekunder akibat infeksinbakteri), pemeriksaan -19 dan pemeriksaan infeksi penyerta yang lain,npemantauan janin dan kontraksi uterus, ventilasi mekanis lebih dini apabilanterjadi gangguan pernafasan yang progesif, perencanaan persalinan berdasarkannpendekatan individual / indikasi obstetri, dan pendekatan berbasis tim dengannmultidisiplin.

Upaya-upaya pencegahan umumnyang dapat dilakukan oleh Ibu :

  • Cuci tangann dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik. Gunakan hand satitizer berbasis alcoholn yang setidaknya mengandung alcohol 70%, jika air dan sabun tidak tersedia.n Cuci tangan terutama setelah buang air besar (BAB) dan buang air keciln (BAK), dan sebelum makan.
  • Hindarin menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Sebisa mungkinn hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
  • Gunakan maskern medis saat sakit. Tetap tinggal di rumah saat sakit atau segera ken fasilitas kesehatan yang sesuai, jangan banyak beraktivitas di luar.
  • Tutupi mulut dann hidung saat batuk atau bersin dengan tissue,n lakukan batuk sesuai etika batuk.
Baca juga  Pahami Kesehatan Mental Anak dan Usia Lanjut di Sekitarmu

Upaya-upayanpemantauan kesehatan kehamilan pada masa -19.

1.    Untuknjadwal pemeriksaan Ibu ke fasilitas kesehatan,  disesuaikan dengan rekomdasi POGI DIY sesuainkolom dibawah ini:

COVID-19 Pada Ibu Hamil

2. Pemeriksaannhamil pertama kali, buat janji dengan dokter agar tidak menunggu lama. Selamanperjalanan ke fasyankes ibu hamil tetap melakukan pencegahan penularan -19nsecara umum.

3. Untuknkunjungan kehamilan pada umur kehamilan 23 – 36 minggu bisa dilakukan melaluintele-konsultasi kepada tenaga kesehatan selama tidak ada tanda-tanda bahayankehamilan.

4. Pengisiannstiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dipandunbidan/perawat/dokter melalui media komunikasi.

5. Pelajarinbuku KIA dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Ibunhamil harus memeriksa kondisi dirinya sendiri dan gerakan janinnya. Jikanterdapat risiko / tanda bahaya (tercantum dalam buku KIA), maka periksakan dirinke tenaga kesehatan.

7.  Pastikanngerakan janin diawali usia kehamilan 20 minggu dan setelah usia kehamilan 28nminggu hitung gerakan janin (minimal 10 gerakan per 2 jam).

Baca juga  Strategi Menjaga Eksistensi Biro Haji, Umroh dan Wisata Religi di Tengah Pendemi Covid-19

8. Ibunhamil diharapkan senantiasa menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanannbergizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan tetap mempraktikan aktivitasnfisik berupa senam hamil / yoga / pilates / peregangan secara mandiri dirumahnagar ibu tetap bugar dan sehat.

9. Ibunhamil tetap minum tablet tambah darah sesuai dosis yang diberikan oleh tenagankesehatan.

10. Kelasnibu hamil bisa dilakukan secara virtual atau bisa ditunda pelaksanaanya sampainkondisi bebas dari -19.

Sampai saat ini belum pernahnditemukan adanya COVID-19  didalam cairannketuban ataupun kemampuan virus menembus saluran plasenta, jadi infeksi atauntransmisi vertikal dari ibu ke bayi tidak akan terjadi pada saat kehamilan,nnamun infeksi bisa terjadi pada saat post natal atau persalinan lebih ke arahnkontak langsung pada saat persalinan.

COVID-19 tidak menularkanndari ibu ke janin sehingga cara persalinan baik secara Sectio Caesarea (SC)nataupun secara normal adalah sama, dan belum ada penelitian bahwa persalinannsecara SC bisa mencegah penularan dari Ibu ke Bayi. Namun demikian, persalinannSC pada Ibu hamil yang hasil Rapid Test reaktif atau positif COVID-19 tetapndianjurkan dan diutamakan sebagai upaya untuk mencegah penularan  dan mengurangi pemaparan terlalu lama antarantenaga kesehatan dengan ibu bersalin yang mempunyai hasil Rapid reaktif ataunpositif COVID-19 .

Ana Amalia Rizqi, Amd.Keb. S.K.M

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ana Amalia R