DAMKAR Seluma, dari Unit Satpol PP hingga Jadi Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri

Benedicta Tjandra

DAMKAR Seluma

Bencana bisa terjadi kapan saja, termasuk peristiwa kebakaran. Dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran layanan pemadam kebakaran menjadi sangat penting. Di Kabupaten Seluma, peran pemadam kebakaran begitu vital untuk memberikan respons cepat sekaligus penanganan tepat. DAMKAR Seluma juga aktif menjaga keamanan masyarakat dari kondisi darurat lainnya.

DAMKAR Seluma dan Sejarah Berdirinya

Seluma adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu, Indonesia, dengan ibu kota di Pasar Tais. Wilayahnya terbentuk sekitar tahun 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Secara geografis, Seluma berada di pesisir barat Pulau Sumatra serta memiliki wilayah cukup luas dengan beragam kondisi permukiman.

Seiring dengan berkembangnya wilayah dan meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap layanan keselamatan kian meningkat. Pemerintah daerah menyadari bahwa kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan kerugian besar. Apalagi jika tidak langsung tertangani secara profesional.

Pada masa awal berdirinya Seluma, penanganan kebakaran masih tradisional. Warga biasanya bergotong-royong memadamkan api menggunakan peralatan sederhana seperti ember, karung basah, maupun pompa manual. Meski membantu, namun seringkali kurang efektif untuk menghadapi kebakaran yang lebih besar.

Melihat kondisi tersebut, PEMDA Seluma mulai membentuk Unit Pemadam Kebakaran di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tugasnya yakni menangani kebakaran di wilayah pusat kabupaten dan daerah sekitarnya. Meski saat itu sumber daya masih terbatas, keberadaan unit ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelayanan darurat.

Seiring berjalannya waktu, kehadiran pelayanan pemadam kebakaran pun menunjukkan kabar baik. Hal itu juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah pusat melalui UU No 23 Tahun 2014. Dalam undang-undang ini dijelaskan bahwa urusan pemadam kebakaran merupakan salah satu hal wajib.

Menindaklanjuti ketentuan tersebut, PEMKAB kemudian menetapkan pembentukan DAMKAR Seluma. Dengan status kelembagaan yang lebih jelas, dinas ini memiliki kewenangan, struktur organisasi, serta dukungan anggaran. Pembentukan DAMKAR menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kesiapsiagaan, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Tugas dan Fungsi Pokok

Dinas Pemadam Kebakaran Seluma tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran. Lebih dari itu, dalam menjalankan tugasnya, tim turut serta menangani penyelamatan atau rescue. Khususnya di berbagai kondisi darurat yang tengah masyarakat hadapi. Beberapa diantaranya meliputi:

1. Evakuasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Salah satu tugas penting DAMKAR Seluma adalah membantu proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas. Dalam beberapa kasus, korban kecelakaan seringkali terjebak di kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Tim dengan peralatan khusus hadir guna membantu membuka bagian kendaraan sekaligus mengevakuasi korban. Tentunya secara aman sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

2. Penyelamatan Warga

Petugas DAMKAR Seluma juga sering melakukan operasi penyelamatan warga yang berada dalam situasi berbahaya. Misalnya ketika seseorang terjatuh ke dalam sumur, terjebak di bangunan runtuh, atau berada di lokasi tinggi yang sulit terjangkau. Dengan keterampilan dan peralatan memadai, petugas dapat melakukan evakuasi secara cepat serta aman.

3. Evakuasi Hewan Liar atau Berbisa

Selain menyelamatkan manusia, pemadam kebakaran Seluma juga menangani evakuasi hewan liar atau berbisa. Khususnya yang masuk ke lingkungan pemukiman warga. Kehadiran hewan seperti ular atau spesies berbahaya lainnya dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, petugas membantu mengevakuasi hewan tersebut agar tidak membahayakan warga.

4. Penanganan Kedaruratan

Dalam situasi bencana seperti banjir, angin puting beliung, maupun tanah longsor, DAMKAR Seluma juga turut terlibat. Petugas membantu proses evakuasi warga, pengamanan lokasi, serta berbagai upaya penyelamatan selama bencana berlangsung.

5. Aktif Sosialisasi

Di samping melakukan penanganan darurat, Dinas Pemadam Kebakaran Seluma juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini bisa melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta simulasi kebakaran di sekolah maupun instansi pemerintah. Dengan begitu masyarakat semakin paham mengenai risiko kebakaran dan cara penanggulangannya.

Sementara itu, masyarakat desa juga dilibatkan menjadi Relawan Siaga Api. Keterlibatan masyarakat bertujuan untuk memperluas pengendalian kebakaran hingga menjangkau tingkat desa. Harapannya respon awal terhadap kejadian kebakaran dapat berlangsung dengan lebih cepat sebelum petugas tiba di lokasi.

Keberadaan DAMKAR Seluma sangatlah penting dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran maupun berbagai situasi darurat. Melalui peningkatan layanan, penguatan sumber daya, serta keterlibatan masyarakat, tim terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas kerja. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai layanan, program, maupun kegiatan, masyarakat dapat mengunjungi situs damkarseluma.com