Dampak Buruk dari Kecanduan Bermain Video Game


Dampak Buruk dari Kecanduan Bermain Video Game 1

Pada dasarnya bermain video game bukanlah merupakan suatu masalah jika pelakunya dapat membatasi dan mengontrolnya dengan baik, karena bermain video game nyatanya mampu menghilangkan stress, selain itu di masa-masa sekarang justru seseorang mampu memperoleh uang dengan bermain video game.Video game sudah seperti kebutuhan gaya hidup,  anak-anak hingga dewasa banyak yang kecanduan. Menurut penelitian, hal itu akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik, psikologis dan gangguan otak.

Dampak Buruk dari Kecanduan Bermain Video Game 3
Kecanduan game juga merambah di kalangan Anak-anak

Banyak yang belum memahami apa dampak bermain video game secara berlebihan bagi kesehatan pelakunya, Walaupun begitu juga ada yang menyadarinya namun tidak peduli bahkan menganggapnya merupakan hal sepele. Justru pemikiran-pemikiran seperti ini salah. Dapat kita lihat bahwa di masa sekarang anak-anak mulai meninggalkan permainan-permainan tradisional dan lebih memilih bermain video game, hal ini merupakan sebuah kekhawatiran bagi kesehatan fisik, psikologis dan gangguan otak. Selain dari kalangan anak-anak, bermain video game juga merambah ke kalangan remaja bahkan dewasa, terlebih lagi di masa pandemi ini yang hampir semua orang tidak bisa lepas dari gadget, komputer ataupun perangkat elektronik lainnya. Oleh karena itu apabila seseorang ingin bermain video game alangkah baiknya dapat membatasi waktu bermainnya dengan lebih baik.

Pada prinsipnya, bermain video game jenis apapun ada batasannya. Tidak boleh lebih dari sekian jam agar otak tidak bekerja berlebihan. Selain itu dianjurkan melakukan peregangan agar badan tidak kaku, tidur yang cukup dan jangan main game di waktu tidur sebab otak butuh istirahat.

Kenapa bermain bermain game berlebihan mampu merusak tubuh bahkan otak?  Karena yang memainkannya lupa waktu untuk beristirahat. Artinya karena terlalu keasikan bermain video game dia lupa untuk mengontrol kesehatannya, segala waktunya baik itu pagi, siang, malam dia habiskan untuk bermain game justru bahkan sampai lupa waktu makan hal ini justru berdampak buruk pada kerja tubuh jika terus menerus dilakukan. Pada nyatanya otak butuh istirahat untuk memperbaiki metabolisme tubuh.

Dua profesor bernama Gregory dan Veronique Bohbot dari Université de Montréal dan McGill University, melakukan penelitian pada usia 18-30 tahun dan membagi dalam dua bagian, yaitu menggunakan ingatan spasial untuk menavigasi dan menggunakan inti nukleus dalam otak yang memiliki fungsi untuk membentuk kebiasaan.

Alhasil 85 persen dari mereka yang bermain lebih dari enam jam seminggu, mengalami peningkatan pada inti nukleus atau kebiasaan, sekaligus penurunan pada materi hippocampus atau ingatan jangka panjang. Artinya, secara esensial bermain FPS menurunkan kemampuan mengingat sehingga mempengaruhi perilaku.

Bagi mereka yang mengalami penurunan materi abu-abu dalam hippocamus, memiliki risiko tinggi mengalami peningkatan post-traumatic disorder (PTSD). Apalagi pada usia muda, kecenderungan akan mengalami depresi dan masa tuanya nanti akan mengalami Alzhaimer, mengalami kerusakan otak yang parah.

Kebiasaan menggunakan inti nukleus membuat pemain menjadi auto pilot learning yang tentu tidak baik. Sebagian besar peta FPS relatif kecil dengan beberapa titik penting untuk menembak, penyergapan dan sejenisnya.

Kebanyakan pemain akan berusaha mengakses salah satu titik secepat mungkin dengan melatih otak untuk menavigasi di dalam ruangan virtual yang kecil, inilah yang akan menimbulkan kerusakan otak.

Mengutip Geek, dampak kecanduan bermain game juga tidak hanya saat itu saja, namun saat sudah tua kecenderungan manusia yang sedikit bergerak, sehingga secara perlahan akan memakan inti nukleus dan hippocampus menyusut dan pada akhirnya akan mempengaruhi area memori.

Jika otak dipaksa terus menerus untuk bermain video game dengan berlebihan, akan menyebabkan fungsi otaknya menurun seperti fokusnya berkurang, mengganggu fungsi daya ingat, mood terganggu dan Sulit berpikir, penurunan konsentrasi belajar, memicu autism, atrofi/penyusutan otak, kelainan neurotransmitter dopamine, memicu halusinasi, gangguan sirkulasi seperti pusing kepala, migrain atau vertigo

Dampak Buruk dari Kecanduan Bermain Video Game 4
kelamaan bermain game kadang menimbulkan sakit kepala

Selain berdampak bagi otak, video game juga berdampak pada psikologis, seperti kelainan perilaku atau perubahan sikap diri, mudah cemas, dan frustasi, sulit diatur, kesulitan mengontrol emosi, insomnia, seseorang cenderung agresif dan bahkan agitatif, sering berbohong dan pintar memanipulasi keadaan, kesulitan dalam bersosialisasi, tidak mampu menjalankan  kewajibanya dengan baik seperti sekolah, kuliah atau bekerja.

Bahkan game online juga merusak organ tubuh bagian dalam seperti mata merah dan mudah berair akibat diterpa sinar radiasi dari perangkat computer, efek penggunaan  headset, pendengaran rusak, jika volume dengan keras dan dalam jangka waktu yang lama, jika bermain game di warnet dengan sirkulasi yang tidak baik dengan asap rokok, masalah pencernaanm karena menunda makan atau tidak teratur dan menu yang tidak sehat yang memicu penyakit maag, luka pada usus, hingga wasir/ambeien, masalah pada otak, radiasi yang diterima dari mata yang sampai di otak akan mempengaruhi sistem neurotransmitter sehingga akan mempengaruhi fungsi hormon, fungsi saraf dan lain lain, akan mengalami kesulitan berpikir dan tidak konsentrasi di sekolah.

Demikian paparan dari penulis tentang dampak negatif dari kecanduan bermain video game, pada hakikatnya segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan pasti akan menimbulkan dampak negatif bagi pelakunya begitu juga halnya dengan bermain video game ini  terlebih lagi di masa-masa pandemi ini yang hampir semua orang tidak bisa lepas dari gadget, komputer, dan lain-lain.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Noerinformation

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments