Daya Pikat Dari Cashback

Daya Pikat Dari Cashback

Saya sangat gembira telepon pintar saya baru saja berbunyi, karena adanya notifikasi bahwa saya mendapatkan poin dari pembelian produk seminggu yang lalu. Teknologi semakin berkembang di era modern seperti sekarang ini, sehingga banyak kemudahan yang ditawarkan namun, setiap manusia dituntut untuk cerdas dan mampu dalam menggunakan setiap teknologi yang ada.

Inovasi-inovasi terbaru muncul akibat adanya keresahan dan kesulitan yang dialami masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu inovasi terbaru adalah terciptanya sistem pembayaran menggunakan uang elektronik. Di era modern saat ini, banyak masyarakat terutama kaum millennial yang beralih menggunakan uang elektronik dalam transaksi pembayaran.

 Keberadaan uang elektronik semakin eksis, karena banyaknya perusahaan startup yang menciptakan inovasi baru dalam transaksi pembayaran yaitu, dompet digital. Contoh dari dompet digital tersebut adalah adalah shopeepay yang dimiliki oleh Shopee, Gopay yang dimiliki oleh Go-jek, OVO yang dimiliki oleh Grab, dll.

Selain lebih efisien, alasan masyarakat lebih memilih menggunakan uang elektronik dalam transaksi pembayaran adalah adanya cashback. Cashback yang diberikan dalam pembelian barang atau jasa sangat beragam, tergantung program cashback yang ditawarkan oleh perusahaan start up yang menyediakan layanan jual beli barang ataupun jasa. Tidak hanya pembelian barang atau jasa, cashback juga bisa kita dapatkan dalam pembelian makanan.

Cashback memiliki daya pikat cukup tinggi, hingga membuat masyarakat beralih menggunakan uang elektronik atau dompet digital. Cashback berbeda dengan diskon, diskon hanya berupa potongan harga, sedangkan cashback berupa pengembalian uang dalam bentuk uang digital dan juga dapat berupa poin, koin, ataupun voucher yang bisa digunakan untuk pembelian produk selanjutnya.

Program cashback merupakan salah satu teknik marketing untuk menarik para konsumen dalam meningkatkan minat beli suatu barang atau jasa. Terkadang saya sendiri tidak berniat untuk membeli suatu produk, namun adanya cashback dalam pembelian produk tersebut membuat saya tergiur untuk membelinya, sekalipun produk tersebut tidak saya perlukan dan alasan saya membeli hanya untuk mendapatkan cashback.  

Cashback tidak hanya diperuntukan untuk pembelian barang atau jasa secara online saja, toko offline atau toko fisik seperti toko sembako, restoran, toko alat tulis, distro, dll juga memberikan cashback dalam transaksi pembeliannya, namun cashback yang diberikan hanya untuk pembayaran menggunakan dompet digital.

Jika kita dapat mengelola pengeluaran dengan baik, cashback cukup menghemat pengeluaran kita, karena cashback yang kita kumpulkan dapat kita gunakan untuk pembelian produk berikutnya sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membayar produk yang kita beli, jika harga produk tersebut sesuai dengan jumlah poin ataupun koin yang kita miliki. 

Program cashback tidak hanya memberikan keuntungan pada konsumen tetapi juga memberikan keuntungan pada toko online maupun aplikasi dompet digital. Cashback yang diterima oleh konsumen membuat konsumen akan kembali berbelanja produk pada aplikasi toko online sebelumnya dan kembali melakukan pembayaran menggunakan aplikasi dompet digital yang sama dimana cashback tersebut diberikan pada pembelian produk sebelumnya.

Dengan munculnya beragam aplikasi dompet digital membuat kita menjadi lebih boros, karena hampir semua aplikasi tersebut menawarkan cashback sehingga ketika aplikasi dompet digital menawarkan promo cashback di waktu yang bersamaan akan memancing kita untuk melakukan pembelian beragam produk dengan menggunakan aplikasi dompet digital yang berbed-beda.

Daya pikat yang dimiliki cashback jangan sampai membuat kita terlena hingga tidak dapat mengontrol pengeluaran keuangan, karena daya pikat cashback dapat membuat seseorang menjadi boros. Kita harus menjadi konsumen yang pintar, sehingga dapat melihat keuntungan cashback dengan tepat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sarah Ivana