Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah


Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah 1

Tak hanya Toba, Simalungun juga kaya akan kuliner khas. Dayok nabinatur adalah salah satu kuliner yang paling popular. Makanan ini memiliki filosofi yang amat dalam bagi masyarakat Simalungun. Dayok sendiri berarti ayam, dan Nabinatur artinya diatur. Jika diterjemahkan maka Dayok nabinatur berarti Ayam yang dimasak kemudian disajikan secara teratur.

Masyarakat Simalungun terus mewariskan kuliner ini dari generasi ke generasi, maka takĀ  heran seorang Simalungun yang berada di perantauan pun masih mengetahui cara menyajikan Dayok nabinatur dan paham dengan petuah-petuahnya.

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah 3

Pengerjaan kuliner ini harus dilakukan dengan cermat, runut, dan teratur sejak proses pemotongannya yang dilakukan dengan mengikuti alur anatomi ayam, sampai penghidangannya daging ayam disusun secara teratur di atas sebuah talam dan ditata menyerupai wujud ayam ketika hidup.

Pada zaman kerajaan Simalungun, kuliner ini hanya disajikan untuk para raja dan kaum bangsawan. Pemasaknya juga harus dari golongan laki-laki. Namun, seiring perkembangan zaman, makanan ini sudah bisa dinikmati oleh golongan masyarakat biasa dan para wanita pun sudah bisa memasaknya.

Dayok nabinatur dipercaya oleh masyarakat Simalungun sebagai sarana penyampaian doa berkat. Filosofisnya, orang-orang yang menikmati dayok nabinatur ini akan menerima berkat dan menemukan keteraturan hidup. Orangtua yang menyerahkan dayok nabinatur menyertainya dengan doa dan harapan juga petuah-petuah agar si anak menjunjung kesantunan dan etika di tanah rantau.

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah 4

Petuah dari dayok nabinatur amat berharga bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Di dalamnya termasuk pula petuah untuk memahami posisi serta tanggungjawab sebagai bapak, ibu, anak, orangtua, mertua, sahabat, petani, pedagang, pegawai, buruh, dan profesi lainnya. Orang harus bisa bersinergi dan berkoordinasi dalam menjalankan profesinya. Itu sebabnya, saat proses pemotongan ayam dan proses memasaknya, tidak boleh bersifat kemaruk. Orang yang memotong dan memasak dayok nabinatur harus jujur pada dirinya sendiri. Diharamkan menyicipinya saat masih dimasak dan tidak boleh menyembunyikan sepotong daging pun dari dayok nabinatur.

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah 5

Jika diimplementasikan terhadap kehidupan saat ini, pemberian dayok nabinatur mengajarkan kita untuk tidak saling fitnah dan menyebar kepalsuan (hoax), agar hidup teratur, maka kita harus saling membantu dan saling menghargai dan jailah manusia yang jujur.

Jika berkunjung ke Simalungun, cobalah untuk merasakan dayok nabinatur dan rasakan juga kehangatan masyarakatnya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Afnii

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap