Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah

Tak hanya Toba, juga kaya akan khas. adalah salah satu yang paling popular. ini memiliki filosofi yang amat dalam bagi masyarakat . Dayok sendiri berarti ayam, dan Nabinatur artinya diatur. Jika diterjemahkan maka berarti Ayam yang dimasak kemudian disajikan secara teratur.

Masyarakat terus mewariskan ini dari generasi ke generasi, maka takĀ  heran seorang yang berada di perantauan pun masih mengetahui cara menyajikan dan paham dengan -petuahnya.

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah

Pengerjaan ini harus dilakukan dengan cermat, runut, dan teratur sejak proses pemotongannya yang dilakukan dengan mengikuti alur anatomi ayam, sampai penghidangannya daging ayam disusun secara teratur di atas sebuah talam dan ditata menyerupai wujud ayam ketika hidup.

Baca juga  Bono Sang Ombak Dulu Ditakuti Sekarang Diminati

Pada zaman kerajaan , ini hanya disajikan untuk para raja dan kaum bangsawan. Pemasaknya juga harus dari golongan laki-laki. Namun, seiring perkembangan zaman, ini sudah bisa dinikmati oleh golongan masyarakat biasa dan para wanita pun sudah bisa memasaknya.

dipercaya oleh masyarakat sebagai sarana penyampaian doa berkat. Filosofisnya, orang-orang yang menikmati ini akan menerima berkat dan menemukan keteraturan hidup. Orangtua yang menyerahkan menyertainya dengan doa dan harapan juga - agar si anak menjunjung kesantunan dan etika di tanah rantau.

Baca juga  6 Tempat Wisata di Sumatera Utara dengan Suguhan Sensasi yang Luar Biasa

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah

dari amat berharga bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Di dalamnya termasuk pula untuk memahami posisi serta tanggungjawab sebagai bapak, ibu, anak, orangtua, mertua, sahabat, petani, pedagang, pegawai, buruh, dan profesi lainnya. Orang harus bisa bersinergi dan berkoordinasi dalam menjalankan profesinya. Itu sebabnya, saat proses pemotongan ayam dan proses memasaknya, tidak boleh bersifat kemaruk. Orang yang memotong dan memasak harus jujur pada dirinya sendiri. Diharamkan menyicipinya saat masih dimasak dan tidak boleh menyembunyikan sepotong daging pun dari .

Dayok Nabinatur: Petuah dan Sejarah

Jika diimplementasikan terhadap kehidupan saat ini, pemberian mengajarkan kita untuk tidak saling fitnah dan menyebar kepalsuan (hoax), agar hidup teratur, maka kita harus saling membantu dan saling menghargai dan jailah manusia yang jujur.

Baca juga  Perburuan (Angka) Narsistik

Jika berkunjung ke , cobalah untuk merasakan dayok nabinatur dan rasakan juga kehangatan masyarakatnya.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Afnii_