Debu Itu Sel Kulit Mati?


Debu Itu Sel Kulit Mati? 1

Saat akhir pekan, kamu pasti menyempatkan waktu untuk membersihkan ruangan seperti kamar, ruang tamu, dan lain-lain lalu menemukan debu dimana-mana, itu sangat menjengkelkan. Tapi benarkah 70-80% debu tersebut merupakan kulit mati kita?

Sebelum kita bahas apakah itu benar atau tidak, ada baiknya kita mengenal arti dari debu itu, simak terus ya!

Apa itu debu?

Debu Itu Sel Kulit Mati? 3
Debu

Debu adalah partikel apapun yang berdiameter kurang dari 100-500 mikrometer. Perbandingannya, bakteri terbesar yang pernah ditemukan yaitu Thiomargarita Namibiensis berukuran 750 mikrometer.

Sel kulit manusia rata-rata memiliki diameter sekitar 30 mikrometer yang artinya dapat dihitung sebagai debu. Jika sudah paham, mari kita lanjut!

Berapa banyak sel kulit mati kita?

Ada banyak sekali spekulasi tentang berapa banyak sel kulit mati yang kita buang setiap harinya, mari kita ambil salah satunya saja. Beberapa ilmuwan percaya bahwa setiap jam manusia membuat sekitar 20 juta sel kulit baru, sel kulit yang lama atau yang sudah tua akan naik melalui lapisan epidermis dan terus naik hingga sampai di permukaan terluar dari kulit lalu mengeras dan akhirnya lepas, itulah yang kita sebut sebagai sel kulit mati.

Berarti, manusia membuang sekitar 20 juta sel kulit mati setiap jam dan setengah miliar setiap hari yang beratnya antara 1 atau 2 gram, masih kurang dari berat uang 500 rupiah tahun 2016. Selain itu, dalam 1 tahun, kita membuang sekitar 180 miliar sel kulit mati. Jika sudah paham, kembali ke pertanyaan!

Apakah sebagian besar debu yang ada di rumah kita merupakan sel kulit mati?

Singkatnya, TIDAK. Memang benar sel kulit mati merupakan bagian dari debu, tetapi tidak sebagian besar. Begini, kebanyakan sel kulit mati menempel di baju lalu kamu masukkannya ke mesin cuci atau kamu berada di luar rumah, apakah sel kulit matinya menjadi debu yang ada di rumah? tentu saja tidak.

Debu Itu Sel Kulit Mati? 4

Kita ambil contoh lainnya, mengapa bangunan yang sudah tua dan tidak dihuni berdebu, padahal tidak ada manusia disana, nah itu bisa menjadi bukti bahwa sebagian besar debu rumah tangga bukan dari sel kulit mati.

Jadi, dari mana debu-debu rumah tangga tersebut berasal?

Debu-debu tersebut mungkin berasal dari dua tempat, yaitu di dalam dan di luar ruangan.

  • Debu dalam ruangan:
    Merupakan debu yang dapat ditemukan di dalam rumah, debu ini berasal dari bulu hewan, serat pakaian, serat kertas, sel kulit manusia, rambut, partikel yang ada pada makanan, dan air liur kering.
  • Debu luar ruangan:
    Merupakan debu yang berasal dari luar ruangan yang terdiri dari partikel tanah, sebuk sari, knalpot kendaraan, kulit atau bagian tubuh hewan atau serangga, dan lain-lain. Sebagian besar debu yang ada di dalam rumah merupakan debu dari luar ruangan.

 

Bahaya Debu

Selain bentuknya yang menjijikkan dan membuat rumah terkesan kotor, teralu banyak debu bisa menjadi masalah kesehatan bagi kamu dan keluarga. Debu menjadi tempat yang sempurna untuk berkembang biak bagi serangga dan alergen (istilah lain yang memicu alergi). Jika tertelan, partikel yang berbahaya akan menyebabkan reaksi alergi atau memungkinkan penyakit berkembang biak.

Debu Itu Sel Kulit Mati? 5

Selain itu, memungkinkan tungau untuk hidup dirumah tanpa disadari dan memakan debu tersebut. Tungau biasa hidup di kasur, karpet, dan tirai kamu. Bayangkan, jutaan makhluk kecil ini tinggal di rumah kamu dan memakan debu yang kemungkinan akan menghasilkan banyak sekali kotoran yang dapat membawa penyakit di udara, bisa menjadi masalah kesehatan yang cukup serius.

Sumber Referensi:

1. https://youtu.be/jn5M48MVWyg
2. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Dust
3. https://moderncastle.com/blog/what-is-dust-made-of/
4. www.livescience.com/-is-house-dust-mostly-dead-skin.html
5. www.sciencefocus.com/science/what-is-dust-made-of/amp/
6. https://www.sehatq.com/artikel/tanpa-sadar-alergen-mungkin-ada-di-dekat-anda/amp


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Fathurrahman Al-Rasyid

   

Bukan siapa-siapa

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments