Definisi yang kurang cocok dalam diskusi

Definisi yang kurang cocok dalam diskusi 1

Halo sahabat pembaca digstraksi apa kabar? Semoga penuh dengan keceriaan.

Hidup kita tidak pernah lepas dalam diskusi baik itu diskusi ringan maupun diskusi ruwet baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, temoat kerja, bahkan masyarakat diskusi ini tak ada habisnya dan cukup mengasah nalar pengetahuan.

Agar diskusi kita lebih terarah, sistematis, rapi, tdk semrawut kita harus memperjelas konsep sesuatu yg menjadi topik bahasan dari diskusi tersebut agar tercipta suasana ilmiah, dan agar diskusi terhindar dari unsur “kosong dan penuh bacotan semata”

Sebelum melangkah lebih jauh kita harus tau apa itu definisi atau “definisi dari definisi itu sendiri”. Dalam khazanah pengetahuan islam definisi biasa disebut dengan ta’rif yg artinya ialah : sesuatu yg berfungsi memperkenalkan kita pada makna utuh dari sesuatu yg menjadi objek definisi yg sebelumnya kita tidak tahu. Arti singkatnya ialah sesuatu yang digunakan untuk menjelaskan objek yg akan didefinisikan. Misalnya kita hendak mengetahui “apa itu sarung?” nah disinilah definisi beraksi untuk mengantar kita apa esensi dari sarung itu sendiri. Dengan mengetahui definisi topik yg menjadi bahan diskusi, maka topik diskusi tidak akan mengawang awang di benak kita.

Definisi yang kurang cocok dalam diskusi 3

Disadur dari buku “ilmu mantiq” ada beberapa definisi atau ta’rif yg kurang layak dalam diskusi, apa saja itu? Cekidot.

1. Definisi dengan isyarat, misalnya ada seseorang bertanya apa itu kincir angin? Kemudian kita memberi isyarat padanya dgn menunjuk kincir angin itu sendiri. Nah definisi model ini kurang layak dalam diskusi, dan hanya berlaku bagi anak2 saja atau kalangan pemula, karna jika diterapkan pada diskusi pasti topik diakusi semakin mengawang awang karena tidak mengamtarkan kita kepada esenai dari topik itu sendiri.

2. Definisi dengan kata yg sama atau sinonim, misalnya seseorang bertanya apa itu buku? Kita menjawab buku itu adalah “book”. Umumnya semua orang tahu bahwa ysng dimaksud book adalah buku itu sendiri, dan menunjukkan barang yang sama, tidak memberikan pengetahuan apa2. Dan tidak menjelaskan esensi dari buku itu sendiri atau misalnya dalam mendefinisikan baik dengan bagus, definisi semacam ini tidak menyentuh esensi dari objek yang hendak didefinisikan.

Definisi yang kurang cocok dalam diskusi 4

3. Definisi dengan hanya sekedar mengingatkan, misalnya ketika kita diskusi kemudian ada orang yang sebelumnya memiliki bayangan tentang “pengantin” tapi ia lupa, kemudian kita mengingatkan nya dengan mengatakan pengantin itu pasangan suami istri. Ini agak mirio dengan no.2 tadi. Tapi konteksnya disini adalah mengingatkan seseorang dengan kata yg sekilas sama, dan sama dengan yang sebelumnya, definisi model ini belum menyentuh esensi sesuatu.

4. Definisi dengan contoh, misalnya ada seseorang bertanya, apa itu universitas? Kita menjawab “universitas itu seperti UI, UGM, UNHAS, UIN, ITB, IPB, dll. Definisi seperti ini seting dijumpai dalam perbincangan sehari hari tapi tetap saja belum menyentuh esensi sesuatu.

5. Definisi dengan pembagian, misalnya ada orang yg bertanya, apa itu mesin? Lalu dijawab, mesin itu ada beberapa, ada mesin motor, mesim mobil, mesin traktor, mesin cuci, dll sama dengan yang sebelumnya definisi model ini belum menyentuh esensi sesuatu.

Kesimpulannya ialah kita tidak boleh asal asalan dalam mendefinisikan sesuatu, agar diskusi berjalan intens hindarilah menggunakan definisi definisi tersebut.

Selamat beraktifitas, tetap jaga kesehatan nalar dan kebugaran kita.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Muh Awaluddin A.