Delematis Vaksin Corona Tahun 2021

Delematis Vaksin Corona Tahun 2021 1

Kemunculan coronoa covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 telah menggegerkan dunia, dimana korban masyarakat dunia bukan saja ratusan ribu, tetapi ratusan juta yang membuat kekhawatiran warga masyarakat dunia.

Pembatasan kegiatan masyarakat, kerumunan masyarakat hingga pada seruan kebersihan terus dianjurkan demi mengurangi bahkan menghapus keberadaan corona covid-19. Sebagian masyarakat banyak bertanya-tanya, benarkah seluruh kegiatan masyarakat sekarang harus menyertakan sertifikat vaksin sebagai syarat utama, mulai dari pembelian pupuk, perjalanan dinas, perjalanan antar  pulau, hingga soal persiapan hajatan, dan perkawinan.

Berbagai kabar diterima masyarakat, bahwa antuan masyarakat secara keseluruhan akan dicabut jika tidak memiliki setifikat vaksin corona.

Antara kekhawatiran dan ketakutan mewarnai perasaan masyarakat. Distu sisi mereka takut lantaran punya riwayat penyakit, atau ketakutan yang lain, disisi lain mereka khawatir tidak bisa melakukan sesuatu lantaran tidak memiliki sertifikat vaksin. Inilah yang menadi delematis di kalangan masyarakat.

Aparat pemerintah menggembor-gemborkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan masyarakat harus menyertakan sertifikat vaksin, apapun jenis vaksinnya. Jika tidak maka tidakakan dilayani kegiatan mereka.

Dari sinilah ada indikasi apa sebenarnya dibalik pelaksanaan vaksin terhadap seluruh masyarakat yang notaenenya mereka sehat tanpa kendala apapun.

Benarkah ini karena kekhawatiran pemerintah terhadap bertambahnya korban covid-19 atau sebuah konfirasi dunia untuk mengkorak dunia kesehatan dan obat-obatan.

Pemerintah dalam hal ini tidak salah, bahkan telah membantu masyarakat dan menyelamatkan warganya. Namun ketakutan akan efek samping inilah yang menjadikan kebimbangan masyarakat untuk menerima pemberian vaksin. 

Bukan perkara halal atau haramnya serum yang dimaksukkan tetapi adalah faktor ketakutan yang berlebihan. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa vaksin itu harus dilaksnakan sebanyak 2 kali tidak seperti vaksin TTS misalnya yang hanya dilaksanakan sekali seumur hidup.

Sejumlah rumor juga diterima warga masyarakat akan adanya efek samping setelah menerima vaksin. Meski presentasenya sangat kecil tapi pengaruhnya yang sangat besar. Pertentangan antara yang pro-vaksin dan yang kontra vaksin menjadikan delematis bagi kalangan masyarakat bawah untuk mengikuti yang mana.

Rumor-rumor yang terjadi setelah vaksin berkembang dari mulut-kemulut yang akhirnya ada kelompok-kelompok yang kontra dan yang pro vaksin. Kesadaran masyarakat yang masih rendah atau  pengetahuan masyarakat yang terlalu tinggi, justru semakin menyulitkan program pemerintah yang telah didesain sebaik mungkin.

Pengaruh-pengaruh yang terus meracuni masyarakat inilah yang berdampak terhadap sulitnya pelaksanaan vaksin covid-19 diawal-awal pelaksanaan.

Pemerintah tidak bosan-bosannya terus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah terbawah. Meski ada pro dan kontra, selagi tujuannya baik maka nantinya juga akan berbuah baik. Kini sudah mulai ada kelonggaran peraturan sehingga aktivitas masyarakat pun sudah mulai berjalan lancar.  

Harapan masyarakat tentunya agar perlakuan pelaksanaan vaksin tidak menjadi momok yang akan menakuti masyarakat dengan segala argumen yang ada, tetapi masyarakat secara sadar dan sukarela melaksaakan vaksin bukan karena berbagai ancaman.

Pendekatan-pendekatan secara persuasif perlu dilaksanakan, bukan pendekatan yang disertai ancaman. Dengan cara-cara persuasif inilah masyarakat akan tergugah hatinya, jika memang tidak pengaruh apapun pastilah secara sadar mereka akan mengikutinya. Terbukti sekarang sudah mulai berbondong-bondong mengikuti program vaksin aik yang pertama maupun yang kedua di tiap-tiap lapisan masyarakat, meski kita tidak pernah tahu apakah mereka dengan kesadaran atau karena kekhawatiran. Bahkan dengan antrian yang panjang justru menimbulkan kerumunan yang luar biasa, namun faktanya mereka tetap sehat-sehat saja (red).

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hendri Sumarno